Assalamu'alaikum Wr Wb

  _____  

Ananda Mahyar, barakallahu fikum berikut informasi tentang al-haq.

 

Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ?
Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. 
Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai 
sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan 
paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk. 

Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; 
manhaj dan salaf. Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: 
Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul 
Wasith 2/957). 

Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah 
mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu 
dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan 
dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga 
abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, 
tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). 
(Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. 
Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55). 

Berdasarkan definisi di atas, maka manhaj salaf adalah: Suatu istilah untuk 
sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para sahabat 
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in dan tabi’ut tabi’in di dalam 
memahami dienul Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. 
Seorang yang mengikuti manhaj salaf ini disebut dengan Salafy atau As Salafy, 
jamaknya Salafiyyun atau As Salafiyyun. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “As Salafi 
adalah sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf.” (Siyar 
A’lamin Nubala 6/21). 

Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf (Salafiyyun) biasa disebut dengan Ahlus 
Sunnah wal Jamaah dikarenakan berpegang teguh dengan Al Quran dan As Sunnah dan 
bersatu di atasnya. Disebut pula dengan Ahlul Hadits wal Atsar dikarenakan 
berpegang teguh dengan hadits dan atsar di saat orang-orang banyak 
mengedepankan akal. Disebut juga Al Firqatun Najiyyah, yaitu golongan yang 
Allah selamatkan dari neraka (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits 
Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash), disebut juga Ath Thaifah Al Manshurah, kelompok 
yang senantiasa ditolong dan dimenangkan oleh Allah (sebagaimana yang akan 
disebutkan dalam hadits Tsauban). (Untuk lebih rincinya lihat kitab Ahlul 
Hadits Humuth Thaifatul Manshurah An Najiyyah, karya Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin 
Hadi Al Madkhali). 

Manhaj salaf dan Salafiyyun tidaklah dibatasi (terkungkung) oleh organisasi 
tertentu, daerah tertentu, pemimpin tertentu, partai tertentu, dan sebagainya. 
Bahkan manhaj salaf mengajarkan kepada kita bahwa ikatan persaudaraan itu 
dibangun di atas Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam 
dengan pemahaman Salafush Shalih. Siapa pun yang berpegang teguh dengannya maka 
ia saudara kita, walaupun berada di belahan bumi yang lain. Suatu ikatan suci 
yang dihubungkan oleh ikatan manhaj salaf, manhaj yang ditempuh oleh Rasulullah 
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya. 

Manhaj salaf merupakan manhaj yang harus diikuti dan dipegang erat-erat oleh 
setiap muslim di dalam memahami agamanya. Mengapa? Karena demikianlah yang 
dijelaskan oleh Allah di dalam Al Quran dan demikian pula yang dijelaskan oleh 
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam Sunnahnya. Sedang kan Allah 
telah berwasiat kepada kita: “Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang 
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), 
jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian 
itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa’: 59) 

Adapun ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan agar kita benar-benar mengikuti 
manhaj salaf adalah sebagai berikut: 1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : 
“Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri 
nikmat.” (Al Fatihah: 6-7) 

Al Imam Ibnul Qayyim berkata: “Mereka adalah orang-orang yang mengetahui 
kebenaran dan berusaha untuk mengikutinya…, maka setiap orang yang lebih 
mengetahui kebenaran serta lebih konsisten dalam mengikutinya, tentu ia lebih 
berhak untuk berada di atas jalan yang lurus. Dan tidak diragukan lagi bahwa 
para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mereka adalah orang-orang 
yang lebih berhak untuk menyandang sifat (gelar) ini daripada orang-orang 
Rafidhah.” (Madaarijus Saalikin, 1/72). 

Penjelasan Al Imam Ibnul Qayyim tentang ayat di atas menunjukkan bahwa para 
sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang mereka itu adalah 
Salafush Shalih, merupakan orang-orang yang lebih berhak menyandang gelar 
“orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah” dan “orang-orang yang berada 
di atas jalan yang lurus”, dikarenakan betapa dalamnya pengetahuan mereka 
tentang kebenaran dan betapa konsistennya mereka dalam mengikutinya. Gelar ini 
menunjukkan bahwa manhaj yang mereka tempuh dalam memahami dienul Islam ini 
adalah manhaj yang benar dan di atas jalan yang lurus, sehingga orang-orang 
yang berusaha mengikuti manhaj dan jejak mereka, berarti telah menempuh manhaj 
yang benar, dan berada di atas jalan yang lurus pula. 

2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa menentang Rasul 
setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain jalannya orang-orang 
mukmin, kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan kami masukkan 
ia ke dalam Jahannam,, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An 
Nisa’: 115) 

Al Imam Ibnu Abi Jamrah Al Andalusi berkata: “Para ulama telah menjelaskan 
tentang makna firman Allah (di atas): ‘Sesungguhnya yang dimaksud dengan 
orang-orang mukmin disini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi 
Wasallam dan generasi pertama dari umat ini, karena mereka merupakan 
orang-orang yang menyambut syariat ini dengan jiwa yang bersih. Mereka telah 
menanyakan segala apa yang tidak dipahami (darinya) dengan sebaik-baik 
pertanyaan, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun telah menjawabnya 
dengan jawaban terbaik. Beliau terangkan dengan keterangan yang sempurna. Dan 
mereka pun mendengarkan (jawaban dan keterangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi 
Wasallam tersebut), memahaminya, mengamalkannya dengan sebaik-baiknya, 
menghafalkannya, dan menyampaikannya dengan penuh kejujuran. Mereka benar-benar 
mempunyai keutamaan yang agung atas kita. Yang mana melalui merekalah hubungan 
kita bisa tersambungkan dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, juga 
dengan Allah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.’” (Al Marqat fii Nahjissalaf Sabilun 
Najah hal. 36-37) 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Dan sungguh keduanya (menentang Rasul 
dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin –red) adalah saling terkait, 
maka siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran, pasti ia 
telah mengikuti selain jalan orang-orang mukmin. Dan siapa saja yang mengikuti 
selain jalan orang-orang mukmin maka ia telah menentang Rasul sesudah jelas 
baginya kebenaran.” (Majmu’ Fatawa, 7/38). 

Setelah kita mengetahui bahwa orang-orang mukmin dalam ayat ini adalah para 
sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (As Salaf), dan juga 
keterkaitan yang erat antara menentang Rasul dengan mengikuti selain jalannya 
orang-orang mukmin, maka dapatlah disimpulkan bahwa mau tidak mau kita harus 
mengikuti “manhaj salaf”, jalannya para sahabat. 

Sebab bila kita menempuh selain jalan mereka di dalam memahami dienul Islam 
ini, berarti kita telah menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan 
akibatnya sungguh mengerikan… akan dibiarkan leluasa bergelimang dalam 
kesesatan… dan kesudahannya masuk ke dalam neraka Jahannam, seburuk-buruk 
tempat kembali… na’udzu billahi min dzaalik. 

3. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang terdahulu lagi 
pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta 
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan 
mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga 
yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah 
kesuksesan yang agung.” (At-Taubah: 100). 

Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengkhususkan ridha dan jaminan 
jannah (surga)-Nya untuk para sahabat Muhajirin dan Anshar (As Salaf) semata, 
akan tetapi orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik pun mendapatkan ridha 
Allah dan jaminan surga seperti mereka. 

Al Hafidh Ibnu Katsir berkata: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkhabarkan tentang 
keridhaan-Nya kepada orang-orang yang terdahulu dari kalangan Muhajirin dan 
Anshar, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik, dan ia juga 
mengkhabarkan tentang ketulusan ridha mereka kepada Allah, serta apa yang telah 
Ia sediakan untuk mereka dari jannah-jannah (surga-surga) yang penuh dengan 
kenikmatan, dan kenikmatan yang abadi.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/367). Ini 
menunjukkan bahwa mengikuti manhaj salaf akan mengantarkan kepada ridha Allah 
dan jannah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 
ÝóÅöäú ÁóÇãóäõæÇ ÈöãöËúáö ãóÇ ÁóÇãóäúÊõãú Èöåö ÝóÞóÏö ÇåúÊóÏóæúÇ æóÅöäú 
ÊóæóáøóæúÇ ÝóÅöäøóãóÇ åõãú Ýöí ÔöÞóÇÞò Artinya : "Maka jika mereka beriman 
kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat 
petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam 
permusuhan (dengan kamu)." [QS Al Baqoroh: 137] 

Adapun hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebagai 
berikut: 1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya 
barang siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan 
melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk 
berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang 
terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi 
geraham…” (Shahih, HR Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya 
dari sahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah. Lihat Irwa’ul Ghalil, hadits no. 2455). 
Dalam hadits ini dengan tegas dinyatakan bahwa kita akan menyaksikan 
perselisihan yang begitu banyak di dalam memahami dienul Islam, dan jalan 
satu-satunya yang mengantarkan kepada keselamatan ialah dengan mengikuti sunnah 
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin 
(Salafush Shalih). Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan 
agar kita senantiasa berpegang teguh dengannya. Al Imam Asy Syathibi berkata: 
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam -sebagaimana yang engkau saksikan- 
telah mengiringkan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dengan sunnah beliau, dan 
bahwasanya di antara konsekuensi mengikuti sunnah beliau adalah mengikuti 
sunnah mereka…, yang demikian itu dikarenakan apa yang mereka  atau mengikuti 
apa yangusunnahkan benar-benar mengikuti sunnah nabi mereka  mereka pahami dari 
sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik secara global maupun secara 
rinci, yang tidak diketahui oleh selain mereka.”(Al I’tisham, 1/118). 

2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Terus menerus ada 
sekelompok kecil dari umatku yang senantiasa tampil di atas kebenaran. Tidak 
akan memudharatkan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, sampai datang 
keputusan Allah dan mereka dalam keadaan seperti itu.” (Shahih, HR Al Bukhari 
dan Muslim, lafadz hadits ini adalah lafadz Muslim dari sahabat Tsauban, hadits 
no. 1920). 

Al Imam Ahmad bin Hanbal berkata (tentang tafsir hadits di atas): “Kalau bukan 
Ahlul Hadits, maka aku tidak tahu siapa mereka?!” (Syaraf Ashhabil Hadits, 
karya Al Khatib Al Baghdadi, hal. 36). 

Al Imam Ibnul Mubarak, Al Imam Al Bukhari, Al Imam Ahmad bin Sinan Al 
Muhaddits, semuanya berkata tentang tafsir hadits ini: “Mereka adalah Ahlul 
Hadits.” (Syaraf Ashhabil Hadits, hal. 26, 37). Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad 
Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini merupakan tanda dari tanda-tanda 
kenabian (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam), di dalamnya beliau telah 
menyebutkan tentang keutamaan sekelompok kecil yang senantiasa tampil di atas 
kebenaran, dan setiap masa dari jaman ini tidak akan lengang dari mereka. 
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan mereka dan doa itupun terkabul. 
Maka Allah ‘Azza Wa Jalla menjadikan pada tiap masa dan jaman, sekelompok dari 
umat ini yang memperjuangkan kebenaran, tampil di atasnya dan menerangkannya 
kepada umat manusia dengan sebenar-benarnya keterangan. Sekelompok kecil ini 
secara yakin adalah Ahlul Hadits insya Allah, sebagaimana yang telah disaksikan 
oleh sejumlah ulama yang tangguh, baik terdahulu ataupun di masa kini.” (Tarikh 
Ahlil Hadits, hal 131). 

Ahlul Hadits adalah nama lain dari orang-orang yang mengikuti manhaj salaf. 
Atas dasar itulah, siapa saja yang ingin menjadi bagian dari “sekelompok kecil” 
yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadits di 
atas, maka ia harus mengikuti manhaj salaf. 

3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “…. Umatku akan terpecah 
belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu 
golongan. Beliau ditanya: ‘Siapa dia wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: 
golongan yang aku dan para sahabatku mengikuti.” (Hasan, riwayat At Tirmidzi 
dalam Sunannya, Kitabul Iman, Bab Iftiraqu Hadzihil Ummah, dari sahabat 
Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash). 

Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini sebagai 
nash (dalil–red) dalam perselisihan, karena ia dengan tegas menjelaskan tentang 
tiga perkara: - Pertama, bahwa umat Islam sepeninggal beliau akan berselisih 
dan menjadi golongan-golongan yang berbeda pemahaman dan pendapat di dalam 
memahami agama. Semuanya masuk ke dalam neraka, dikarenakan mereka masih terus 
berselisih dalam masalah-masalah agama setelah datangnya penjelasan dari Rabb 
Semesta Alam. - Kedua, kecuali satu golongan yang Allah selamatkan, dikarenakan 
mereka berpegang teguh dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 
‘Alaihi Wasallam dan mengamalkan keduanya tanpa adanya takwil dan penyimpangan. 
- Ketiga, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menentukan golongan 
yang selamat dari sekian banyak golongan itu. Ia hanya satu dan mempunyai sifat 
yang khusus, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 
‘Alaihi Wasallam sendiri (dalam hadits tersebut) yang tidak lagi membutuhkan 
takwil dan tafsir. (Tarikh Ahlil Hadits hal 78-79). Tentunya, golongan yang 
ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu adalah yang 
mengikuti manhaj salaf, karena mereka di dalam memahami dienul Islam ini 
menempuh suatu jalan yang Rasulullah dan para sahabatnya berada di atasnya. 

Berdasarkan beberapa ayat dan hadits di atas, dapatlah diambil suatu 
kesimpulan, bahwa manhaj salaf merupakan satu-satunya manhaj yang harus diikuti 
di dalam memahami dienul Islam ini, karena: 1. Manhaj salaf adalah manhaj yang 
benar dan berada di atas jalan yang lurus. 2. Mengikuti selain manhaj salaf 
berarti menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang berakibat akan 
diberi keleluasaan untuk bergelimang di dalam kesesatan dan tempat kembalinya 
adalah Jahannam. 3. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf dengan 
sebaik-baiknya, pasti mendapat ridha dari Allah dan tempat kembalinya adalah 
surga yang penuh dengan kenikmatan, kekal abadi di dalamnya. 4. Manhaj salaf 
adalah manhaj yang harus dipegang erat-erat, tatkala bermunculan 
pemahaman-pemahaman dan pendapat-pendapat di dalam memahami dienul Islam, 
sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. 5. 
Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf, mereka adalah sekelompok dari umat ini 
yang senantiasa tampil di atas kebenaran, dan senantiasa mendapatkan 
pertolongan dan kemenangan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 6. Orang-orang yang 
mengikuti manhaj salaf, mereka adalah golongan yang selamat dikarenakan mereka 
berada di atas jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Oleh 
karena itu, tidaklah mengherankan jika: 1. Al Imam Abdurrahman bin ‘Amr Al 
Auza’i berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun banyak orang 
menolakmu, dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun 
mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah).” (Asy Syari’ah, karya 
Al Imam Al Ajurri, hal. 63). 2. Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit 
berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti atsar dan jalan yang ditempuh oleh 
salaf, dan hati-hatilah dari segala yang diada-adakan dalam agama, karena ia 
adalah bid’ah.” (Shaunul Manthiq, karya As Suyuthi, hal. 322, saya nukil dari 
kitab Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 54). 3. Al Imam Abul 
Mudhaffar As Sam’ani berkata: “Syi’ar Ahlus Sunnah adalah mengikuti manhaj 
salafush shalih dan meninggalkan segala yang diada-adakan (dalam agama).” (Al 
Intishaar li Ahlil Hadits, karya Muhammad bin Umar Bazmul hal. 88). 4. Al Imam 
Qawaamus Sunnah Al Ashbahani berkata: “Barangsiapa menyelisihi sahabat dan 
tabi’in (salaf) maka ia sesat, walaupun banyak ilmunya.” (Al Hujjah fii 
Bayaanil Mahajjah, 2/437-438, saya nukil dari kitab Al Intishaar li Ahlil 
Hadits, hal. 88) 5. Al-Imam As Syathibi berkata: “Segala apa yang menyelisihi 
manhaj salaf, maka ia adalah kesesatan.” (Al Muwafaqaat, 3/284), saya nukil 
melalui Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 57). 6. Syaikhul Islam 
Ibnu Taimiyyah berkata: “Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj 
salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati 
wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar.” (Majmu’ Fatawa, 4/149). 
Beliau juga berkata: “Bahkan syi’ar Ahlul Bid’ah adalah meninggalkan manhaj 
salaf.” (Majmu’ Fatawa, 4/155). 

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing kita untuk mengikuti 
manhaj salaf di dalam memahami dienul Islam ini, mengamalkannya dan berteguh 
diri di atasnya, sehingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah. 
Amin yaa Rabbal ‘Alamin. Wallahu a’lamu bish shawaab.



Wassalam

Syaifuddin Azhar

Rotating Equipment

PEM III - JPK UP-V

Phone : (0542) 51-5135

E-mail : [EMAIL PROTECTED]

 

 

.

  
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=12008071/grpspId=1600061146/msgId=2433/stime=1159776896/nc1=3848493/nc2=3848641/nc3=3848567>
 
 



[Non-text portions of this message have been removed]






*****

HELP ME !

1. Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan Karyawan Anda menurun ? 

Inhouse training & Workshop Motivasi dipandu langsung oleh penemu Metode SERVO, 
merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta 
Bisnis, Edisi  41 / III / Agustus 2005. 

2. Kemana mencari SDM yang Kompeten dan Antusias ?

3. Kemana mencari Narasumber / Pembicara tentang Motivasi, Manajemen Diri dan 
Prestasi, ServoPower, ServoTherapy, HypnoTherapy ?

4. Siapa yang dapat menjadi Pelatih Pribadi (Personal Coach) serta memprogram 
Prestasi Karir / Profesi ? 

5.Kemana menghilangkan Hambatan Sukses seperti Insomnia ? Trauma ? Phobia ? 
Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ? 
Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Gemuk / Kurus ? dll. ?

Testimonies pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 
52. Klik aja >>>http://servocenter.wordpress.com/servo-testimonies/<<<

6. Anda ingin konsultasi masalah Pribadi ? Klik aja 
>>>http://servocenter.wordpress.com/140/<<<

*****

SERVO CENTER
Pusat Pemrograman Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257

Talkshow Interaktif tentang Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi :

1. Radio MSTRI  104,2 FM, Setiap Kamis Sore, Jam 16.00 - 17.00
2. Radio PESONA 103,8 FM, Setiap Rabu Malam, Jam 19.00 - 20.00
   Setiap Minggu Pertama, Awal Bulan

>>>http://servocenter.wordpress.com/<<< 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke