SHARING             Hadiah Lebaran untuk Keponakan 
        Sumber: Ibu-ibu DI
  
        
            
  Tanya :
  
Ibu,  begini sebentar lagi mau lebaran, kebetulan di keluarga suamiku sudah  
ada kebiasaan untuk memberikan hadiah kepada ponakan-ponakan (baju atau  uang). 
Karena jumlahmya lumayan banyak, sekitar 10 anak, jadi sejak  awal menikah 
sudah aku tetapkan untuk memberikan mereka baju khusus  yang masih di bangku SD 
s/d baby, untuk yang sudah lebih besar dikasih  uang. Karena kalau semuanya aku 
kasih uang, aku takut tidak bisa, aku  takut kalau memberi uang kita tidak 
mampu kasih standar yang sudah  berlaku (beberapa kakak iparku sudah pada 
mapan) jadi lebih baik kasih  baju saja dan suami setuju. Hanya repotnya kalau 
beli baju seringkali  ada permintaan khusus dari orang tuanya, ada yang minta 
kalau kasih  harus sama dari warna dan modelnya dan lain sebagainya. Tapi 
lama-lama  aku jadi rada keberatan dengan "kebiasaan" seperti ini. Tahun  ini 
10 anak, kita tidak tahu tahun-tahun berikutnya akan menambah  berapa anak, 
belum buat mertua dan orang tua. Sementara di keluarga aku 
 cuma ada 2 ponakan dan kita tidak ada kebiasaan ini kecuali aku selalu  
memberikan buat keponakan aku yang yatim. Aku ingin tahu, ada Ibu lain  tidak 
yang punya kebiasaan seperti ini, bagaimana caranya, salah tidak  kalau aku 
merasa keberatan, o iya selain baju apalagi yang bisa dibeli  buat mereka? 
Kasih tahu ya, bu. Terima kasih [Wwd]
  
  
    Jawab :
  
Kalau  aku biasanya memberi uang saja (jumlah keponakanku juga 10), tapi kasih  
uangnya beda-beda karena keponakanku ada yg mahasiswa, SMA, SD, TK, dan  bayi. 
Aku cuek saja meskipun memberinya tidak banyak- banyak, rasanya  lebih baik 
kasih dari pada tidak. Jadi setiap lebaran pasti mereka  menunggu kehadiranku. 
Maaf ya mbak tidak banyak membantu [Ind]
  
Tradisi  memberi ke ponakan ini juga sudah aku lakukan semenjak masih kerja  
sampai sekarang, tapi aku memang dari awal sudah aku siapkan yang  ortunya rada 
tidak mampu saja, kalau yang sudah kaya biasanya aku tidak  kasih lagi (aku 
bilang ke ortunya, sambil becanda begini: Mba'/Mas si A  aku tidak kasih ya, 
uangmu kan sudah banyak" begitu, terus terang) tapi  susah kali ya kalau bicara 
sama ipar. Kalau keponakan (dari suami) juga  aku caranya begitu, yang lebih 
kaya tidak aku kasih, cuma nanti pas  hari lebaran-nya saja aku kasih uang buat 
jajan (tidak besar) makanya  aku selalu tukar dengan uang baru. Jadi kasih 
walau tidak besar tapi  anaknya senang karena uangnya masih mulus-mulus beda 
kalau yang ortunya  rada tidak berkecukupan, aku selalu kasih sebelum lebaran, 
maksudku  biar buat tambah-tambah beli baju (soalnya anak kecil itu baju baru 
kan  sepertinya wajib) sampai saat ini tidak pernah menemukan masalah yang  
berarti. O iya satu lagi, kalau ponakan sudah kerja
 sudah aku coret  dari daftar mereka tidak aku jatah lagi, tapi kadang-kadang 
yang aku  kasihih uang jajan ke ponakan ituh, suka balik modal soalnya ortunya 
si  ponakan juga menyelipkan uang buat QQ [Ang]
  
TIDAK SALAH!!!!  maksud aku kalau kebiasaan itu malah jadi memberatkan kita, ya 
tidak  salah sama sekali kalau kita merubah kebiasaan, misalnya yang tadinya  
kasih baju merek esprit diganti sama yang tidak bermerek. Atau kasih  buku 
bacaan, Kalau untuk yang TK kasih pinsil warna, untuk yang balita  kasih 
playdough. Atau kasih uang sekadarnya, misalnya jaman aku kecil  pertengahan 
80an,setiap lebaran keliling kerumah oom-oom dan  tante-tante serta nenek-nenek 
dapet lembaran Rp 500,- sudah senang.  Ya, kalau dihitung-hitung dengan keadaan 
sekarang kira-kira samalah  dengan Rp 10.000,-an kali ya. Kalau aku sebenernya 
tidak mau  membiasakan para keponakan dengan kasih-kasih hadiah pas lebaran,  
apalagi ponakan yang sudah besar-besar (SMA ke atas), tapi untuk  
meramai-ramaikan aku suka kasih mereka Rp 5.000,- sampai Rp 20.000,- tergantung 
umur [Ik]
  
  Keponakanku  cuma 5, tapi aku sibuk berat kalau mau lebaran, sibuk mencari 
hadiah  lebaran untuk mereka. Soalnya pada beda umur. Karena sudah tradisi,  
kebetulan kita bersaudara tidak ada yang tinggal sekota. Jadi kalau mau  
lebaran kumpul, semua pasti punya hadiah untuk dibagikan, sekalian  oleh-oleh 
kali ya. Aku seperti mbak juga, kalau lagi ada sale  barang-barang bermerek aku 
pasti langsung stock hadiah buat mereka.  Nanti sisa pernik-perniknya tinggal 
cari di sojong. Kebetulan suamiku  anak tunggal jadi tidak punya ponakan.Yang 
membuat aku bahagia,  ponakan-ponakanku paling sayang sama aku soalnya aku yang 
selalu paling  banyak kasih hadiah ke mereka walaupun harganya mungkin murah 
meriah  saja beli di sojong, jadi jangan dilihat dari harganya mbak, yang  
namanya anak-anak itu paling senang terima hadiah apa saja, apalagi  kalau 
banyak tentunya. Misalnya belikan pernik-pernik Princess, aku  belikan bajunya 
di Kidstation tapi tas,dompet,buku,jepit-jepit,kalung  aku
 beli di sojong...jadi senang sekali terima hadiahnya banyak begitu,  langsung 
deh,"thank you tante...mmmmmuuuuuaaaaahhhh" [Ri]
  
Iya,  mbak, aku setuju sama Ik, bisa kita ganti ke pernik-pernik lain yang  
mungkin lebih murah dan tidak memberatkan, selain buku bisa juga  puzzle, atau 
uang sekedarnya yang semampu kita, atau supaya tidak  memberatkan bagaiana 
kalau kamu belanjanya menyicil, jadi jangan pas  mau lebaran kalau seperti ini 
terasa sekali uang yang keluar. Kalau aku  seringnya kasih uang, dulu waktu 
kita kecil-kecil, oom dan tanteku yang  sering kasih uang lebaran, dan mulai 
berhenti pas aku sudah mulai  kerja.Sejak aku dan adik-adikku sudah kerja, 
ganti aku yang kasih  sepupu-sepupu, ada 7 org, yang beda umurnya memang jauh 
dibawah kami  bertiga, bbrp dari mereka sekarang sudah bekerja, jadinya seperti 
 gantian saja, mereka tidak dapat jatah lagi tapi sekarang anak-anakku  yang 
kebagian. Aku seperti mbak juga, bukan ponakan tapi punya sepupu  yang yatim 
sejak dia umur 3bln, nah buat si kecil yang sekarang sudah  dewasa aku tidak 
pernah absent kasih dia.. Uang yang aku kasih pun  beragam dan
 tiap tahunnya tidak pernah sama. Pernah dulu sekali, aku  tidak bisa kasih 
uang buat mereka, tapi karena ingin kasih juga aku  ganti pakai coklat yang 
dibungkus seperti kado, dan bilang ke mereka;  maaf ya, kali ini kakak tidak 
bisa kasih uang, bisanya  ini..yaaa..mereka asyik-asyik saja. Kadang aku juga 
ingin kasih ke  tante-tanteku, nah berhubung tanteku banyak, aku menyicil beli  
barangnya, misalnya kalau pas lihat ada selendang yang bagus dan murah  meriah, 
aku beli nanti kasihnya pas mau lebaran, atau bisa juga bahan,  kadang juga 
kasih uang, dan alhamdulillah, selama ini mereka suka-suka  saja kalau terima 
[Rhm]
  
Waduh, kalau sistem itu diberlakukan di  keluargaku atau suamiku, aku 
benar-benar bangkrut, karena aku saja 7  bersaudara, dan suami 11 bersaudara, 
kebayang berapa ponakan kita?  Kalau aku untuk keluargaku dan keluarga suami, 
kita belikan baju-baju  1-2 stel, untuk keponakanku yang kurang mampu dan 
keponakan dari  adik-adik kita (adiku 2 dan adik iparku 2). Kalau 
keponakan-keponakan  dari kakak- kakak aku merasa kita tidak wajib kasih (untuk 
yang mampu  ya) Nanti pas hari rayanya kita juga kasih uang buat "salam tempel" 
 kalau yang ini tradisi di keluargaku, tidak besar-besar tapi ada. Untuk  yang 
sudak kuliah apalagi sudah kerja tidak kita kasih lagi. Tapi  karena kakak 
laki-lakiku cuma satu-satunya (abang) dan adat didaerahku  sebagai "bako" kita 
mesti kasih perhiasan (emas) untuk keponakan  perempuan (cuma 1 orang) jadi 
tiap lebaran aku kasih keponakanku ini  perhiasan [DA]

  
  
  

http://asia.groups.yahoo.com/group/bintangpelajar/  
  “Tiada hari tanpa belajar, tiada prestasi tanpa dikejar”
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



*****

1. Anda ingin meningkatkan Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan 
Karyawan Anda ? 

Inhouse training & Workshop Motivasi dipandu langsung oleh penemu Metode SERVO, 
merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta 
Bisnis, Edisi  41 / III / Agustus 2005. 

2. Anda mencari Narasumber / Pembicara tentang Motivasi, Manajemen Diri dan 
Prestasi, ServoPower, ServoTherapy, HypnoTherapy ?

3. Anda mencari Penasihat Karir, Pelatih Pribadi (Personal Coach) ? 

4. Anda ingin menghilangkan Hambatan Sukses Anda seperti Insomnia ? Trauma ? 
Phobia ? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? 
Depresi ? Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Gemuk / Kurus ? dll. ?

Testimonies di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
Klik aja >>>http://servocenter.wordpress.com/servo-testimonies/<<<

*****

Hubungi Sdr. Iwan S. di :
(021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257

SERVO CENTER
Pusat Pemrograman Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
>>>http://servocenter.wordpress.com/<<<

*****

1. Talkshow Interaktif tentang Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi :

   a. Radio MSTRI  104,2 FM, Setiap Kamis Sore, Jam 16.00 - 17.00
   b. Radio PESONA 103,8 FM, Setiap Rabu Malam, Jam 19.00 - 20.00
      Setiap Minggu Pertama, Awal Bulan

2. Anda ingin mengkonsultasikan masalah Pribadi Anda ?
   Klik aja >>>http://servocenter.wordpress.com/140/<<< 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke