Assalammualaikum wr wb.

Kalau Pak Aprian cerita tentang mata pelajaran Matematika, saya justru punya 
pengalaman masa kecil berkaitan dengan pelajaran Bahasa Indonesia, ada apa?

Waktu SD, saya bersekolah di Riau tepatnya pulau Batam yang notabene "Melayu 
sekalee...". Guru Bahasa Indonesia saya adalah Bapak Taswin, orang tempatan 
(melayu).

Kebetulan saya suka sekali pelajaran Bahasa Indonesia, terutama kalau sudah 
menyangkut yang berbau satra seperti sajak, puisi, gurindam 12, drama dan 
mengarang. Saya sangat bangga karena nilai pelajaran Bahasa Indonesia nggak 
pernah kurang dari 8, seringnya sih 9..:-) karena saat itu nilai 10 cuma untuk 
guru...;-P

Tibalah suatu hari kami di audisi untuk pementasan suatu drama disekolah. 
Karena saya adalah murid kesayangannya Pak Taswin dan kecakapan saya dibidang 
ini, saya PD ikut audisi. Saat itu saya lupa judul dramanya tapi yang pasti ada 
2 (dua) tokoh utama pada pertunjukan drama tersebut yaitu orang kaya dan 
pengemis. Dengan penuh kesombongan saya saya menghafal dialog "orang kaya" yang 
sombong sesuai cerita, awalnya dalam hati, lalu mulai dikeraskan 
sedikit-sedikit dan berbisik pada teman sebangku saya yang juga ikut audisi. 
Saya katakan padanya dengan suara lantang, " Ina yakin, Pak Taswin pasti akan 
milih Ina untuk memerankan orang kaya".

Tak lama saya berkata demikian, Pak Taswin memanggil saya dan teman tersebut 
untuk dipasangkan sebagai orang kaya dan pengemis. Diatas pentas dengan congkak 
dan penuh keyakinan saya tersenyum bangga dan sedikit mencibir pada teman yang 
menurut saya pasti berperan sebagai pengemis.

Pak Taswin  mengarahkan kami untuk menghayati peran pada audisi ini  karena 
pementasan  ini sangat berarti bagi kami.  Tibalah saatnya beliau menunjuk 
peran kami. 

Kata Pak Taswin, "Kartika, kamu bacakan dialog..... orang kaya!"
Dug! Bum! Saya tersentak dan nyaris terjatuh saat Pak Taswin berkata, " Dan 
Ina, kamu jadi pengemis!"

Pandangan saya terasa gelap, banyak bintang berputar dikepala. 
Bagaimana mungkin? 
Ina harus berperan sebagai pengemis? 
Alangkah hinanya. 
Pak Taswin pasti salah tunjuk tadi. 
Berbagai pertanyaan dikepala membuatku hampir menangis.

Tak kuasa kutolak, kubacakan dialog pengemis tersebut dengan linangan air mata. 
Jujur bukan menghayati peran tapi karena merasa terhina. Teman-teman bertepuk 
tangan dan memuji dialogku yang menurut mereka "bagus'.

Turun dari panggung saya jumpai Pak Taswin dan berkata, " Ina minta maaf Pak." 
Pak Taswin tersenyum dan mengelus rambutku. 
Ah, ternyata Pak Taswin mendengar perkataanku dan menyadarkan aku untuk 
membuang kesombonganku.

Terima kasih Pak Taswin, atas pelajaran berharga yang akan terus kuingat sampai 
mati. Sombong, kata yang harus kuhapus dari kamusku...;-)



Laila Arrahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Secara punya pengalaman yang lucu-lucu ketika masih kecil dulu, maka  silakan 
kirim ke milis untuk disharing-kan kepada teman-teman.
   
   LA.
   
   Les Matematika         aprian - August 23rd, 2006
          
   Kapan  pertama kali kalian mengikuti les?. Les biola, les piano, les golf, 
les  bahasa inggris, les matematika atau les tari salsa?. Aku pertama kali  
kenal dengan les itu kelas 3 SD. Ya, untuk anak jaman waktu itu (tahun  85-an), 
mungkin termasuk cepat utk ikut les-lesan. Tapi secara bapakku  adalah dosen, 
jadi bisa dipahami kenapa aku harus ikut les-lesan.
   
   
     Les yang pertama kali aku ikuti adalah les matematika. Salah satu  mata 
pelajaran yang menjadi favorit utk dibenci bagi anak-anak  seusiaku. Selain 
pelajarannya juga susah, gurunyapun termasuk salah  satu guru paling galak 
disekolahku, namanya pak Retha. Jadi, sudah  jatuh tertimpa tangga pula.
   
   
     Pada suatu hari, entah bagaimana caranya, bapakku mengikat  perjanjian 
kerjasama dengan guruku ini untuk memberi les matematika  seminggu 2x selama 2 
jam di rumahku. Aku lupa harinya, tapi kalau tidak  salah, senin dan kamis. Dan 
hari-harikupun semakin intim dengan mahluk  bernama matematika ini.Kalau cuma 
les saja mungkin aku masih biasa  saja. Dan mungkin juga tidak aku tulis disini 
:P.
   
   
     Pak Retha, selain menjadi guru lesku, juga menjadi pengajar  matematika di 
kelasku. Jadi bisa dibilang aku terpantau dimana saja.  Kalau ulangan 
matematikaku jelek, maka untuk menyembunyikan nilaiku  dari bapakku sepertinya 
hal yang mustahil, secara mereka bekerja sama.  Jadi sering aku dimarahi di 
sekolah plus dimarahi pula di rumah. Selain  ulangan, kalau disekolah aku tidak 
bisa mengerjakan soal di papan  tulis, aku dimarahi. Sampai di rumah, soal itu 
diulang lagi. Kalau  tidak bisa, ya dimarahi lagi. Double hit :(
   
   
     Pak Retha, berperawakan kurus, tinggi dan mempunyai kumis yang  lebat. 
Tidak segan-segan menjewer kepada muridnya yang nakal atau tak  bisa 
mengerjakan matematika. Frekuensi “sentuhan”-nya memang tidak  banyak, lebih 
sering menjemur di tengah lapangan upacara atau menyuruh  berdiri depan kelas 
hingga selesai pelajaran.
   
   
     Tentang matematika, ingat soal cerita gak?.
   
   
     Pak Budi membeli sekeranjang mangga di pasar seharga  Rp.12500, ia 
mendapat potongan harga sebesar 10%. Setelah membayar, Pak  Budi mendapat uang 
kembali sebanyak Rp.1500. Berapakah uang yang  dibayarkan Pak Budi kepada 
penjual mangga?.
     
   
     Nah…nah…itu!. Soal cerita terkutuk ini yang sering membuat aku terkena 
double hit juga.
   
   
     “Apri, maju!”
   
   
     Di depan kelas, sudah 4 orang temanku yang berdiri menunduk menjadi  
terdakwa. Semua sudah terkena “hadiah” jeweran di telinga dan harus  berdiri di 
depan kelas. Suasana kelas semakin tegang. Dan adalah  nasibku kini untuk maju 
menyelesaikan soal di papan tulis.
   
   
     “Kalau kamu ini gak bisa, awas ya!. Satu kelas ntar dihukum!.”
   
   
     Aku jadi tegang dan deg-degan. Empat temanku memandang penuh harap  
padaku. Aku sendiri melihat papan tulis dengan wajah sedikit bingung.  Soal 
cerita pula!. Hari yang buruk :(
   
   
     Aku mulai mencoba mengerjakannya, aku sendiri tak pasti juga apa itu  
betul atau salah. Pak Retha berdiri di sampingku. Aku mengerjakan  pelan-pelan, 
mengulur waktu dan sekalian menenangkan diri, berharap ada  keajaiban di siang 
ini.
   
   
     Beberapa saat…
   
   
     “Sudah pak“, sahutku lirih, penuh harap agar jawabanku ini  benar. Tapi 
sejujurnya aku tak pasti jawabanku benar, karena aku asal  menjawabnya.
   
   
     Pak Retha tersenyum tipis.
   
   
     Aku berdoa.
   
   
     “Nah gitu, bener. Ya, yang lain juga boleh duduk. Pelajaran sampai hari 
ini aja.”
   
   
     Aku amat sangat lega, para terdakwa juga lega dan satu kelas lega.  
Mungkin hari ini bukan hari penghakiman. Tapi aku tahu, ini tidak  selesai 
begitu saja.
   
   
     ***
   
   
     Sorenya di rumah…
   
   
     “Pri, ini soal kayak tadi siang lagi. Coba kerjakan. Awas kalo gak bisa !.”
   
   
     “Arrgggghh!!“.
   
   
     Yang tadi siang saja aku masih bingung kenapa benar, sekarang sudah datang 
lagi.
   
   
     ***
   
   
     Aku memang diajar dengan cara yang relatif keras. Namun jujur saja,  les 
matematika waktu itu yang meletakkan fondasi matematika yang kuat  buatku 
sehingga di kelas-kelas berikutnya aku tidak begitu tertinggal  untuk pelajaran 
matematika. Terima kasih ya pak :)  
   
   
 
 http://asia.groups.yahoo.com/group/bintangpelajar/  
   “Tiada hari tanpa belajar, tiada prestasi tanpa dikejar”
    
 ---------------------------------
  All new Yahoo! Mail "The new Interface is stunning in its simplicity and ease 
of use." - PC Magazine
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.

[Non-text portions of this message have been removed]




*****

1. Anda ingin meningkatkan Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan 
Karyawan Anda ? 

Inhouse training & Workshop Motivasi dipandu langsung oleh penemu Metode SERVO, 
merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta 
Bisnis, Edisi  41 / III / Agustus 2005. 

2. Anda mencari Narasumber / Pembicara tentang Motivasi, Manajemen Diri dan 
Prestasi, ServoPower, ServoTherapy, HypnoTherapy ?

3. Anda mencari Penasihat Karir, Pelatih Pribadi (Personal Coach) ? 

4. Anda ingin menghilangkan Hambatan Sukses Anda seperti Insomnia ? Trauma ? 
Phobia ? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? 
Depresi ? Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Gemuk / Kurus ? dll. ?

Testimonies di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
Klik aja >>>http://servocenter.wordpress.com/servo-testimonies/<<<

*****

Hubungi Sdr. Iwan S. di :
(021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257

SERVO CENTER
Pusat Pemrograman Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
>>>http://servocenter.wordpress.com/<<<

*****

1. Talkshow Interaktif tentang Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi :

   a. Radio MSTRI  104,2 FM, Setiap Kamis Sore, Jam 16.00 - 17.00
   b. Radio PESONA 103,8 FM, Setiap Rabu Malam, Jam 19.00 - 20.00
      Setiap Minggu Pertama, Awal Bulan

2. Anda ingin mengkonsultasikan masalah Pribadi Anda ?
   Klik aja >>>http://servocenter.wordpress.com/140/<<< 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke