Salam Damai,
  Apakah masa depan adalah pengulangan masa lalu? Apakah masa depan adalah 
kelanjutan dari masa lalu? Apakah yang kita ketahui saat ini masih berlaku di 
masa depan? Apakah yang kita lakukan masih akan kita lakukan lagi di masa 
depan? Apakah kita sungguh-sungguh ingin menciptakan kehidupan baru di masa 
depan yang manusiawi dan penuh harapan, lepas dari kekelaman masa lalu? Atau 
hanya mengulangi masa lalu?
   
  Pertanyaan-pertanyaan semacam ini yang membuat saya resah, apakah pantas saya 
menjadi dosen ketika saya sendiri tidak yakin pengetahuan yang saya sampaikan 
masih relevan pada 5 - 10 tahun yang akan datang? Apakah pantas 
cara2/mekanisme2 yang saya ajarkan sekarang masih digunakan 5 - 10 tahun yang 
akan datang? Saya merasa seperti seorang penebang pohon yang menggunakan kapak 
dan mengajarkan anaknya menebang pohon dengan menggunakan kapak untuk hidup. 
Tetapi ketika masa sang anak dewasa, pohon-pohon telah habis, tak ada lagi yang 
bisa ditebang. Tinggallah batu-batu. Dan konyolnya, karena sang anak hanya tahu 
dan terampil menggunakan kapak maka ia memecah batu-batu itu dengan menggunakan 
kapak.
   
  Pendidikan kita memang banyak mengajarkan masa lalu kepada mereka pencipta 
masa depan. Saya dan generasi sebelum saya mungkin terlalu sok tahu apa yang 
benar, apa yang baik, apa yang dapat digunakan, disetiap masa.
   
  Keresahan-keresahan ini yang membimbing saya melalui peristiwa kebetulan pada 
penemuan-penemuan cara pandang yang berbeda terhadap belajar dan pendidikan. 
Awalnya adalah teori u, yang dengan tegas menyatakan bahwa belajar adalah dari 
masa depan yang emergent, bukan dari masa lalu. Masa lalu harus dipelajari 
hanya ketika relevan dengan masa depan. Ibarat pengendara kendaraan, pandangan 
kita menatap ke depan, dan hanya perlu sesekali melihat masa lalu melalui kaca 
spion. Bayangkan apa yang terjadi apabila seorang pengendara terpaku melihat 
kaca spion?
   
  Dari teori u, saya menengok kembali pada pendekatan yang saya tekuni, 
appreciative inquiry (AI), sepertinya kok nyambung. Langkah dasarnya adalah 
discovery (penemuan faktor sukses/inti positif), dream (imajinasikan masa 
depan), design (merancang apa yang harus) dan destiny (melakukan apa yang 
dapat). Kita diminta untuk menengok sejenak ke masa lalu kita, melihat 
pengalaman sukses kita. Lalu didorong untuk menciptakan masa depan dan 
selanjutnya semua langkah berbekal inti positif mengarah pada masa depan.
   
  Pada akhirnya, saya bersua dengan sebuah nasehat yang teramat menarik. 
"Didiklah anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu" -- (Ali bin Abi Thalib 
KRH). Semua keresahan kemudian langsung membulat tekad untuk menciptakan model 
pembelajaran/pendidikan yang tidak biasa, yang saya sebut sebagai FUTURE 
LEARNING.
   
  Semester lalu, saya sudah sempat mencoba dalam kelas yang dipercayakan kepada 
saya, dengan 34 mahasiswa. Awalnya, para mahasiswa melakukan eksplorasi 
keunikan masing-masing melalui pertanyaan dan dialog. Berdasarkan keunikan ini, 
mahasiswa menetapkan atau menciptakan suatu profesi. Kemudian, mahasiswa 
mempelajari tren dunia yang berkembang, sejak 50 tahun yang lalu hingga saat 
ini. Mahasiswa kemudian berimajinasi tentang dunia masa depan dan profesi 
dirinya di masa depan. Setelah beberapa kali proses memperjelas impian melalui 
pemeranan, mahasiswa kemudian baru menetapkan dan mempelajari 
konsep/kemampuan/perilaku yang harus dipelajarinya agar profesi impiannya 
terwujud.
   
  Proses serupa kemudian sempat saya ulangi lagi tetapi sebagai bagian dari 
proses orientasi mahasiswa baru di dua kampus. Pada akhir kegiatan, setiap 
mahasiswa sudah membuat apa yang disebut sebagai future plan, suatu panduan 
bertindak untuk mencapai impian masing-masing.
   
  Banyak komentar-komentar menarik terhadap FUTURE LEARNING, yang intinya 
mereka merasa tercerahkan tentang tujuan hidup, tujuan kuliah dan tujuan 
belajar.
   
  Bagaimana komentar dari kawan-kawan semua? Apakah kira-kira FUTURE LEARNING 
bisa menjawab keresahan-keresahan kita? 
   
  Saya sendiri sekarang tengah merancang penerapan FUTURE LEARNING untuk level 
playgroup hingga SMA. 
   
  Semoga sharing pengalaman ini berguna bagi kita semua!
   
   
  Damai di Bumi
   
   
  Budi Setiawan
  http://bukikpsi.blog.com/
  http://groups.yahoo.com/group/Appreciativecommunity/
  Fakultas Psikologi Universitas Airlangga 
  www.fpsi.unair.ac.id 

 __________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke