Masuk Bui Karena Menolak Holocaust [image: Cetak halaman
ini]<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=4140&pop=1&page=0&Itemid=1>
[image:
Kirim halaman ini melalui
E-mail]<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=4140&itemid=1>
  Senin,
22 Januari 2007  *Satu lagi korban Holocaust terjadi di Eropa. Seorang
anggota Parlemen Eropa masuk penjara akibat menolak peristiwa Holocaust.
Kasus seperti ini sering terjadi *

*Hobeika.com--*Satu lagi anggota parlemen Eropa dijebloskan ke penjara
akibat penolakannya atas peristiwa *Holocaust*. Menurut Kantor Berita *Mehr*,
Deputi Partai Front Nasional Perancis dan anggota parlemen Eropa, Bruno
Gollnisch, dijatuhi hukuman penjara dan diwajibkan membayar denda sebesar
5.000 euro, akibat penolakannya atas keotentikan peristiwa *Holocaust* pada
bulan Oktober 2004.

Gollnisch menyebut kasus yang menimpa dirinya ini sebagai korban sistem
hukum antagonis.

Sejumlah negara Eropa seperti Austria, Belgia, Republik Ceko, Perancis,
Jerman, Polandia, Romania, dan Slovakia, menetapkan hukuman bagi siapa saja
yang menolak atau menyoal keotentikan peristiwa *Holocaust*.

Kasus seperti ini bukanlah peristiwa pertama. Sebelum ini banyak ilmuwan dan
peniliti harus rela dibui karena pengingkaran atau hasil risetnya yang
menunjukkan kebohongan *Holocaust*.

Beberapa  sejarahwan dan ilmuwan yang pernah jadi korban adalah;  Profesor
Roger Garaudy, Robert Faurisson, Christopher Son,  Robert Twin B, Juga
sejarawan Inggris, David Irving, yang harus menerima ganjaran  dipenjara di
Austria karena mengingkari *Holocaust*.

Yang masih baru adalah mantan anggota Dewan Kota Lyonn Perancis, George
Terry, Yang dijebloskan ke penjara karena menolak kebenaran Holocaust. Terry
merupakan anggota Front   Nasional Perancis yang menentang keberadaan
kamar-kamar gas era Perang Dunia II dan dan menyebutnya sebagai sebuah
dongeng. [*cha*, *berbagai sumber*]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke