Dengan Hormat,

Bersama ini kami informasikan acara budaya CCF Jakarta bulan Februari 2007 :
  1.. Sinema : 
    a.. Sabtu, 10 Februari 2007 >>> Program film pendek Indonesia - Prancis à 
courts d'écran # 2  - cinta dapat menunggu" 
    b.. 3 s/d 24 Februari 2007 >>> Pemutaran film reguler "L'amour à trois / 
Cinta Segitiga" di CCF Salemba & Wijaya 
    c.. 19 s/d 24 Februari 2007 >>> Pemutaran film dokumenter festival 
"festivaldesfestivals"
  2.. Pertunjukan : 
    a.. Kamis, 15 Februari 2007 >>> Tari "Manono / Trace II" oleh Compagnie Pàl 
Frenàk. 
  3.. Pameran : 
    a.. 8 s/d 25 Februari 2007 >>> Pameran Mix-Media, fotografi, instalasi 
Video, interaksi "Paris*forREAL" di The Papillon, Kemang 
    b.. 9 Februari s/d 3 Maret 2007 >>> Pameran poster "Ilustrator Afrika" di 
CCF Salemba 
    c.. 9 Februari s/d 3 Maret 2007 >>> Pameran fotografi "Titre de séjour" di 
CCF Wijaya
  4.. Kursus : 
    a.. 10 s/d 24 Februari 2007 >>> Pendaftaran kursus bahasa Prancis di CCF 
Salemba & Wijaya, kelas mulai 26 Februari 2007
Selanjutnya informasi lebih lengkap dapat Anda baca di bawah ini. Besar harapan 
kami Anda dapat datang dan berpartisipasi pada kegiatan CCF Jakarta. Terima 
kasih atas perhatian Anda.

Salam hangat,

Kegiatan CCF Jakarta terselenggara berkat kerjasama dan dukungan : 
Taman Ismail Marzuki - Eksotika Karmawibhangga Indonesia - Hotel Ibis Arcadia - 
TRAX - SPICE! - 101.4 Trax FM - 90.4 Cosmopolitan FM - 87.6 Hardrock FM - O 
Channel - AREA - Jurnal Nasional - PROVOKE! - Jakarta Java Kini - 99.9 Radio 
CnJ Djakarta - kagegaul.com - astaga!.com - sendokgarpu.com

---
Astri Retno Onengan
Centre Culturel Français de Jakarta
Jl. Salemba Raya N° 25, Jakarta 10440
INDONESIE
T. [++ 62 21] 390 85 80 - 390 77 16
F. [++ 62 21] 390 85 86
M.[++ 62] 815 913 60 90
[EMAIL PROTECTED] 
[EMAIL PROTECTED]  - [EMAIL PROTECTED] 
www.ccfjakarta.or.id

 
================================================
(SINEMA PENDEK)

à courts d'écran # 2 "cinta dapat menunggu"

Sabtu, 10 Februari 2007 pk. 15.00
Pemutaran film & Diskusi
CCF / Pusat Kebudayaan Prancis 
Jl. Salemba Raya No.25
Jakarta Pusat
GRATIS

Pemutaran ini akan diikuti dengan diskusi bersama pembuat film « Dalam Diam », 
Athpal Sofie Paturusi.
total durasi : 54 menit

cinta dapat menunggu
Tema pemutaran ini adalah mengenai arti "cinta" secara luas. Karya-karya yang 
akan diputar berbicara mengenai keberagaman persepsi cinta yang dituangkan 
dalam berbagai sudut pandang. Cinta bisa menjadi hal yang menyenangkan, 
menyakitkan, atau bahkan ruang tunggu yang tidak ada habisnya.

Poteline
Chloé Miller
4'/Animasi/Prancis/2004


Bosan menunggu, Tuan Putri mengambil alih situasi.


Jeanne, a petits pas.
Négar Djavadi

15'/Fiksi/Prancis/2005
Jeanne, sendiri ditepi jalan bersama kopernya tanpa tempat tujuan. Berjalan 
tanpa arah dan kemudian bertemu dengan Emile dan Louis, 2 bersaudara yang 
tinggal di karavan.



A Very Boring Conversation (Sebuah Percakapan yang Sangat Membosankan)
Edwin
9'/Fiksi/Indonesia/2006


Percakapan yang dimulai dari komentar tentang musik dan email, kemudian 
berlanjut pada hal yang tidak logis yang dapat merubah hubungan "ibu-anak" 
menjadi hubungan "pria-wanita".

Ibu

Renas Makki
05 :08'/Fiksi/Indonesia/One production/2004
Potret tentang tragisnya kehidupan, tergambar lewat perempuan setengah baya 
yang bertahan hidup untuk menghidupi keluarganya dengan melacur.

Dalam Diam
Athpal Sofie Paturusi
16 :50'/Fiksi/Indonesia/Intimasi Production/2006
Selingkuh, sebuah kata bagi sebagian orang adalah tak termaafkan. Sebagian lagi 
menganggap bahwa hal itu indah.

Le Baiser
Stéfan Le Lay
4'/Fiksi/Prancis/2005
Perempuan muda yang menunggu kekasihnya untuk "French kiss" pertama mereka. 



à courts d'écran adalah sebuah program yang memfasilitasi pembuat film pendek 
Indonesia - Prancis melalui pemutaran film serta diskusi untuk menciptakan 
ruang apresiasi bagi pembuat film dan publik. Program pemutaran dilakukan 
sebulan sekali, minggu kedua, di CCF Salemba. Kurator : Dimas Jayasrana.
 

à courts d'écran : [EMAIL PROTECTED]


================================================
(TARI KONTEMPORER)

MANONO  / TRACE II
Oleh Compagnie Pál Frenák.

Kamis, 15 Februari 2007, pk.20.00
Teater Kecil - Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat
Tel. 31 93 73 25
www.ccfjakarta.or.id 

Manono, melalui kekuatan daya tarik listrik biru api, Pál Frenák terinspirasi 
oleh gerakan Buto (tarian khas Jepang). Dengan warna biru langit yang terpancar 
dari matanya, tubuh bagai sebuah kuas, kostum biru bagai kulit kedua, Manono 
muncul dari angkasa, berputar, bersinar, menampilkan gerakan cepat dan bebas di 
hadapan penonton.

Trace II, kisah tentang kesendirian. Cerminan diri sendiri dan dirinya yang 
lain, manusia dihadapkan pada pertanyaan tentang kesadaran akan siapa ia 
sebenarnya. Kekonyolan, kemulian, fisik, dan rasio, semuanya bertemu dalam 
sebuah dunia khayalan di mana humor memberi sentuhan tersendiri pada 
pertunjukan ini.


================================================

(SINEMA)


festivaldesfestivals

19  > 24 Februari 2007

@ kineforum* Studio 1 TIM 21

Jalan Cikini Raya n°73 Jakarta Pusat . tél. 316 27 80 . [EMAIL PROTECTED] 

 

Bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta, CCF Jakarta mempersembahkan sebuah 
koleksi dari 9 film yang mewakili berbagai festival film dokumenter di Prancis 
tahun 2005 dengan berbagai bentuk mereka yang telah menoreh sejarah. Berbagai 
dokumenter yang menunjukan vitalitas di berbagai jalur yang digali dari 
produksi terbaru : dokumenter layar lebar, produksi televisi yang menakjubkan, 
film penelitian maupun essai, termasuk kronika serta film-film antarbatas 
genre, rekaman dan juga adaptasi pertunjukan.

 

*kineforum adalah ruang pemutaran film pertama di Jakarta yang menawarkan 
berbagai program film Indonesia klasik dan kontemporer. Di ruang ini kita 
menyaksikan film-film karya pembuat film terbaik dunia, film panjang maupun 
film pendek - yang berasal dari arus utama sampai eksperimental. Diputar di 
layar lebar dengan dukungan tata suara yang sesuai, di kineforum berlangsung 
juga diskusi dan pertemuan dengan banyak pembuat film. Penonton diharap memberi 
sumbangan untuk mendukung kegiatan kineforum.

 

 

JADWAL 

 

      Senin 19 February 2007
     Selasa 20 February 2007
     Rabu 21 February 2007
     
      14.15: Mur
     14.15: Les Mauvais Garcons
     14.15: Le Rossignol
     
      17.00: Salvador Allende
     17.00: Odessa. Odessa !
     17.00: La Peau Trouee
     
      19.30: L'affaire Valerie
     19.30: Paul Dans sa Vie
     19.30: Paradis
     

 

      Kamis 22 February 2007
     Jumat 23 February 2007
     Sabtu 24 February 2007
     
      14.15:  Paul Dans sa Vie
     14.15: Paradis
     14.15: La Peau Trouee
     
      17.00: L'affaire Valerie
     17.00: Odessa. Odessa !
     17.00: Le Rossignol
     
      19.30: Mur
     19.30: Salvador Allende
     19.30: Les Mauvais Garcons
     

 




L'Affaire Valérie

karya François Caillat

2004, 75 min., versi orisinil teks inggris, FIDMarseille 2004 

 

Seorang sineas berkelana ke desa-desa di pegunungan Alpen, menyusuri 
sungai-sungai, untuk mencari  tahu penyebab hilangnya Valérie duapuluh tahun 
yang lalu. Wanita ini dituduh membunuh seorang turis asal Kanada sebelum ia 
menghilang tanpa jejak. Begitulah kisah sang narator yang sedang lewat di 
lokasi ketika peristiwa itu berlangsung. Seiring dengan beberapa wawancara yang 
dilakukan, Valérie seolah menghilang untuk kedua kalinya, terbawa oleh 
pemandangan indah alpin yang direkam oleh François Caillat. Pemandangan yang 
megah penuh misteri dimana tebing dan jurang menjadi metafora tokoh-tokoh 
fiktif yang diubah kamera menjadi sebuah dokumenter. Sebuah film berbentuk 
essai dimana sang sutradara memusatkan kerjanya pada ingatan dalam tingkat 
abstraksi yang tinggi. 

 

Senin    19 Feb. 2007 - 19 :30

Kamis   22 Feb. 2007 - 17 :00 

 


Les Mauvais garçons, chronique de la violence ordinaire

karya David Carr-Broown, Pierre Bourgeois, Patricia Bodet

2004, 90 min., versi orisinil teks inggris, FIPA 2005 

 

Atau bagaimana sebuah kompleks perumahan kelas menengah bernama Commanderie di 
daerah Creil berubah menjadi ghetto dalam kurun waktu 40 tahun. Waktu yang 
cukup bagi dua generasi yang mulai kehilangan kepekaan mereka lantaran 
kekerasan sehari-hari. Bagian ketiga dari serial (Kronika kekerasan 
sehari-hari) produksi France 2 mengenai kehidupan daerah pinggiran, Les Mauvais 
garçons menawarkan sebuah kritik mengenai imigrasi serta kebijakan tata ruang 
dekade terakhir ini. Selama dua tahun sang sutradara menyusuri perumahan ini. 
Hasilnya adalah sebuah potret intim dari kota kecil dengan segala 
kompleksitasnya, bersama Eric, I-B, Zac dan kawan-kawan mereka.

 

Selasa 20 Feb. 2007 - 14 :15

Sabtu   24 Feb. 2007 - 19 :30 


 

Mur

karya Simone Bitton

2004, 100 min., versi orisinil teks inggris

Grand Prix du FIDMarseille 2004, Quinzaine des réalisateurs - Festival de 
Cannes 2004 

 

Menyusuri jejak batas pemisah Israel yang menjadi bagian dari sejarah, Simone 
Bitton mengumpulkan kata-kata, lirik dan reaksi dalam bahasa Yahudi dan Arab 
dari berbagai kalangan yang dipisahkan oleh « Tembok » : anak-anak, pekerja, 
militer. Sebuah meditasi sinematografis pribadi, disajikan oleh sang sutradara 
yang menghilangkan kebencian dan memproklamirkan warisan budaya gandanya, 
Yahudi serta Arab : « Tembok yang kurekam ini merupakan bagian dari diri saya 
sendiri layaknya sebuah cakrawala pikiran dan manusiawi dalam tokoh-tokoh saya 
(.). Mur adalah sebuah film politik tanpa berbicara tentang politik. Film ini 
berbicara tentang saya, tentang kita ». Terpilih dalam berbagai seleksi 
mancanegara, film ini memperoleh Grand Prix dari Fidmarseille dan masuk di 
bioskop di Prancis tahun 2004. 

 

Senin    19 Feb. 2007 - 14 :15

Kamis   22 Feb. 2007 - 19 :30 

 

Odessa... Odessa !

karya Michale Boganim

2004, 100 min., versi orisinil teks inggris

Prix L. Marcorellles (M.A.E.) du Cinéma du Réel 2005 

 

"Odessa adalah salah satu tempat dengan nama yang mistis, kota legenda yang 
pernah menjadi pusat kebudayaan Yiddish, salah satu lokasi yang selalu ada di 
hati Anda sebelum Anda mengunjunginya". Michale Boganim, sutradara muda 
berdarah Prancis dan Israel, menapak tilas perjalanan masyarakat Yahudi yang 
bermigrasi ke Israel dan Amerika Serikat serta menawarkan sebuah triprik 
nostalgis dari tiga kota dalam tiga warna : Odessa biru dengan keindahan yang 
pudar dari kota tua; Little Odessa, daerah kantong Rusia di New York dengan 
warna bata, dan Ashdod, kota berwarna putih berkilauan bagai jamur yang mekar 
di padang pasir Israel. Diseleksi dalam berbagai festival dokumenter 
mancanegara, film ini masuk di bioskop Prancis pada tahun 2005.

 

Selasa  20 Feb. 2007 - 17 :00

Jumat   23 Feb. 2007 - 17 :00 

 


Paradis

karya Marie-Hélène Rebois

2004, 52 min., tanpa komentar, FIPA 2005 

 

Marie-Hélène Rebois, terkenal berkat hasil kerjanya tentang grup tari Compagnie 
Bagouet (yang berjudul Histoire d'une transmission dan Ribatz, Ribatz ! Ou le 
grain du temps, yang memperoleh penghargaan dalam kompetisi dokumenter 
Fidmarseille tahun 2003), melanjutkan eksplorasinya dalam tari kontemporer 
dengan karya emas dari José Montalvo, koreografer Prancis asal Spanyol. Rekaman 
pementasan Paradis yang diciptakan pada tahun 1997 di la Maison de la danse de 
Lyon, menceritakan kebahagiaan sebuah penciptaan, humor serta energi yang 
menjadi ciri khas grup tari Montalvo/Hervieu. Sebuah pementasan indah yang 
mencampur segala genre dan budaya tari (hip-hop, ballet klasik, tari Afrika) 
dan video dimana para penari beserta gambar mereka diproyeksikan ke layar lebar.

 

Rabu    21 Feb. 2007 - 19 :30

Jumat   23 Feb. 2007 - 14 :15 

 


Paul dans sa vie

karya Rémi Mauger

2004, 100 min., v versi orisinil teks inggris

Fipa d'argent 2005 (Section Documentaires de création) 

 

Paul, petani, nelayan, dan bujangan, akan menginjak usia 75 tahun. Ia hidup 
dengan dua saudara perempuannya yang juga belum menikah, dan mulai menjajaki 
hari-hari pensiun setelah bekerja dan tinggal di Cotentin. Inilah saat yang 
penting bagi Rémi Mauger yang memilih untuk mendekatkan diri kepada pria yang 
ia kenal baik ini, simbol dari dunia yang jauh dari modernitas dan mulai 
memudar. Sebuah potret yang indah dimana sang sutradara berusaha memberi jarak 
yang tepat, dibantu oleh sang tokoh, yang mengalir mempesona : « Kamu mau buat 
apa ? Film ? Tidak akan mudah buat kamu. Kamu sama saja seperti yang lain. Kamu 
akan mengganggap saya terlalu folklorik. Tapi saya tidak ada dalam folklor. 
Saya berada dalam hidup saya. »

 

Selasa 20 Feb. 2007 - 19 :30

Kamis   22 Feb. 2007 - 14 :15 


 


La Peau trouée

karya Julien Samani

2004, 56 min., tanpa komentar

Prix Jean Vigo du Court-Métrage 2005, États généraux du Documentaire de Lussas 
2004 

 

Lima nelayan di tepi Mirador, pergi menuju perairan Irlandia yang luas mencari 
seekor ikan monster : hiu-tupai. Mulailah sebuah perjalanan panjang menuju 
lautan tak bertepi ditemani suara bising baling-baling motor : penantian, 
monoton, kata-kata pendek para pelaut. Sampai tiba-tiba irama film berubah 
menjadi ledakan keras. Terumpan, menjerit dan melengking di permukaan, hiu-hiu 
itu melakukan lompatan terakhir hidup mereka di laut berlumur darah. 
Keluarbiasaan dan kesederhanaan berbaur dalam sebuah komposisi yang lihai 
dimana para tokoh mencapai sebuah dimensi setengah mistis. Sebuah film essai 
yang sukses bagi seorang sutradara muda yang menandai film pertamanya, 
dianugerahi Prix Jean Vigo 2005 dan hadir di bioskop Prancis pada tahun yang 
sama.

 

Rabu    21 Feb. 2007 - 17 :00

Sabtu   24 Feb. 2007 - 14 :15 

 



Le Rossignol

karya Christian Chaudet

2004, 50 min., versi orisinil teks inggris

FIPA d'or 2005 (Section Musique et spectacles) 

 

Karya lirik pertama dari komposer Igor Stravinsky, diadaptasi dari dongeng 
Andersen, Le Rossignol membawa penonton ke dunia magis kekaisaran Cina. 
Diadaptasi oleh Christian Chaudet untuk disiarkan di layar kaca, film ini 
menggunakan berbagai teknik animasi digital untuk menciptakan sebuah dunia peri 
yang modern, antara Cina dan dunia virtual. Lewat sudut pandang seorang pemuda 
Cina yang melihat balet fantastik dengan benda-benda seni, alat-alat musik, 
telepon genggam dan webcam, penonton dibawa menuju keajaiban sebuah 
pertunjukan. Peranan Nathalie Dessay sebagai tokoh utama dalam Orchestre 
National de Paris pimpinan James Conlon menambah keberhasilan film yang 
dimahkotai FIPA d'Or tahun 2005 ini. 

 

Rabu    21 Feb. 2007 - 14 :15

Sabtu   24 Feb. 2007 - 17 :00 


 


Salvador Allende

karya Patricio Guzman 

2004, 100 min., versi orisinil teks inggris

Sélection officielle Festival de Cannes 2004 (hors compétition), États généraux 
du Documentaire de Lussas 2004

 

11 September 1973. Sebuah kudeta militer memukul revolusi pasifik di Chili 
setelah presiden terpilih Salvador Allende dilengser. Patricio Guzmán 
membangkitkan sang presiden yang kalah perang, figur karismatik yang bunuh diri 
dimana diktator berusaha menghapus kenangannya. Seperti ungkapan di menit awal 
film, bahwa « tidak ada yang tersisa, atau hampir tersisa dari Salvador Allende 
». Hanya sepotong kacamata pecah dan beberapa lembar kertas ditemukan di 
tubuhnya yang tak bernyawa. Dalam sebuah potret yang menyentuh, Guzmán 
menjadikan tokoh ini sebagai mercu suar abad ke-20, sebuah penghormatan yang 
personal sekaligus berjarak sembari menawarkan sebuah refleksi yang jujur 
mengenai seorang politikus ideal. Film ini masuk seleksi di berbagai festival 
mancanegara dan muncul di bioskop Prancis tahun 2004.

 

Senin    19 Feb. 2007 - 17 :00

Jumat   23 Feb. 2007 - 19 :30 

 


Informasi selengkapnya, kunjungi :

www.ccfjakarta.or.id

www.diplomatie.gouv.fr

www.fipa.tm.fr

www.fidmarseille.org

www.bpi.fr

www.lussasdoc.com



Atau hubungi :



Yosef Indra 

Responsable de l'audiovisuel / graphisme 

Centre Culturel Français / Pusat Kebudayaan Prancis / CCF Jakarta

Jalan Salemba Raya 25 Jakarta 10440

INDONESIA

tél.  00 62 21 390 85 80, 390 85 85

fax. 00 62 21 390 85 86

www.ccfjakarta.or.id



================================================
(SINEMA REGULER)

L'AMOUR A TROIS / CINTA SEGITIGA
Pemutaran film fiksi mengenai cinta setiap Sabtu pukul 13.00
Tanggal 3 > 24 Februari 2007
di CCF Salemba & Wijaya
Masuk gratis.


1, 2, 3 ! Bila angka tiga merupakan simbol berirama yang selalu muncul dalam 
peradaban kita, dalam mitos, agama dan masyarakat, tetapi temponya tidak selalu 
seirama bila dikaitkan dengan hubungan hati manusia. Menjadi sumber inspirasi 
bagi banyak sineas, rasa cinta dapat berkembang menjadi cinta segitiga. Dari 
trilogi cinta segitiga yang menjalin hubungan yang terkadang menyakitkan, film 
telah melampaui norma-norma hubungan antarmanusia demi sebuah eksplorasi di 
luar batas.

JADWAL
Sabtu, 3 februari 2007 - 13.00
Salemba : Jules et Jim
Wijaya  : The Dreamers

Sabtu, 10 februari 2007 - 13.00
Salemba : Rendez-vous
Wijaya  : Douches froides

Sabtu, 17 februari 2007 - 13.00
Salemba : The Dreamers
Wijaya  : Jules et Jim

Sabtu, 24 februari 2007 - 13.00
Salemba : Douches froides
Wijaya  : Rendez-vous

 
SINOPSIS
Jules et Jim
karya François Truffaut
menampilkan Jeanne Moreau, Oskar Werner, Henri Serre
1961, 100 min., versi Prancis teks inggris

Paris, tahun 1900 : Jules orang Jerman dan Jim orang Prancis, dua seniman yang 
bersahabat ini mencintai wanita yang sama, Catherine. Jules menikahi Catherine, 
namun perang memisahkan mereka bertiga. Bertemu kembali di tahun 1918, 
Catherine sudah tidak cinta lagi pada Jules dan jatuh cinta pada Jim.

Salemba sabtu 3 februari 13.00
Wijaya sabtu 17 februari 13.00

The Dreamers
karya Bernardo Bertolucci
menampilkan Eva Green, Louis Garrel, Michael Pitt
2003, 130 min., versi inggris

Isabelle dan Théo hanya berdua di Paris ketika orang tua mereka berlibur. 
Mereka mengundang Matthew, mahasiswa Amerika. Di dalam apartemen mereka 
menetapkan permainan yang membawa mereka pada emosi dan seksualitas. Ketika 
malam semakin larut, suasana semakin panas, perasaan dan semangat mereka pun 
semakin menggebu.

Salemba sabtu 17 februari 13.00
Wijaya sabtu 3 februari 13.00

Rendez-vous
karya André Téchiné
menampilkan Juliette Binoche, Lambert Wilson, Jean-Louis Trintignant
1984, 90 min., versi Prancis teks inggris

Paulot dan Quentin menampung Nina, aktris teater muda, dalam apartemen mereka. 
Terpana pada Quentin yang menakutkan dan posesif, Nina menolak
cinta Paulot. Sebuah peristiwa tragis mengubah rasa cinta menjadi ketakutan.

Salemba sabtu 10 februari 13.00
Wijaya sabtu 24 februari 13.00

Douches froides
karya Antony Cordier
menampilkan Johan Libéreau, Salomé Stévenin, Florence Thomassin
2005, 102 min., versi Prancis

Usia 17 tahun, Mickael menjadi kapten tim judo dan menyiapkan ujian akhir. 
Segalanya akan berlangsung baik kalau saja keluarganya cukup berada dan kalau 
ia tidak berusaha membagi kekasihnya Vanessa, dengan Clément, si anak baru yang 
ayahnya mensponsori tim judo tersebut.

Salemba sabtu 24 februari 13.00
Wijaya sabtu 10 februari 13.00 



Informasi selengkapnya, hubungi :

Yosef Indra 

Responsable de l'audiovisuel / graphisme 

Centre Culturel Français / Pusat Kebudayaan Prancis / CCF Jakarta

Jalan Salemba Raya 25 Jakarta 10440

INDONESIA

tél.  00 62 21 390 85 80, 390 85 85

fax. 00 62 21 390 85 86

www.ccfjakarta.or.id



================================================
(KURSUS BAHASA PRANCIS)

Pendaftaran kursus Bahasa Prancis untuk bulan Februari mulai 10 s/d 24 Februari 
2007. 

CCF membuka 7 sesi kursus per tahun, setiap 7 minggu sekali untuk kursus 
intensif dan semi intensif, 6 sesi untuk kursus persiapan ujian internasional, 
serta 4 sesi kursus ekstensif, kursus untuk anak-anak dan kursus spesialisasi 
(Setiap 10 minggu sekali). Anda selalu dapat mendaftar sesuai dengan jenis 
kursus yang Anda kehendaki.

Informasi lebih lanjut, hubungi :
CCF Jakarta / Bag. Kursus
tel. 391 28 22
fax. 391 56 62
[EMAIL PROTECTED] / [EMAIL PROTECTED]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke