Best Regards,
S. ANOM PALUPI
Production Plan Department
Telp. : (021) 4615555 ext. : 409
----- Forwarded by anom PP/YAMAHA on 03/03/2007 11:06 AM -----
"Deni Kurniawan" <[EMAIL PROTECTED]>
03/02/2007 03:23 PM
To
"Mba Denny" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, "Rudiyanto"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Teguh" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ronaldo"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Stanley" <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>
cc
Subject
Fw: Mengeluh
----- Original Message -----
From: "sri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Dewi.Rosita" <[EMAIL PROTECTED]>; "ksc"
<[EMAIL PROTECTED]>; "ephie" <[EMAIL PROTECTED]>;
"deni kurniawan" <[EMAIL PROTECTED]>; "rangga"
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, March 02, 2007 2:40 PM
Subject: Fw: Mengeluh
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> b'rgd
> Sri. P
>
>
>
>
>
>
>
> ----- Forwarded by sri/PGCOM on 2007/03/02 14:41 -----
>
> "Pangdam"
> <[EMAIL PROTECTED] To: "Dean Suamiku"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "delvianis"
> ei.co.id> <[EMAIL PROTECTED]>,
> "Ardiansyah, Tommy \(tardian\)" <[EMAIL PROTECTED]>, "mas
> Adji"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Ncis" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "Hari"
> 2007/03/02 14:28
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Maya"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "INTAN
> WAHYU WIDIANINGRUM"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Densi TIRA" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "Heri TIRA"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Yudi Yurnenda" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sri
> Septini"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Sri Pedida"
> <[EMAIL PROTECTED]>,
> "Erni Padida"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Mariya Ulfa"
>
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Toto <Gamawan Kuntowibisono>"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> cc:
> Subject: Mengeluh
>
>
>
>
>
>
> .." MENGELUH "..
> (Good Article to Read)
>
>
>
>
>
> Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam
kehidupan
> sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara
sadar
> maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan
teman-teman
> lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan,
pasangan
> hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.
Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain
saling
> berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah
siapa
> yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.
> "Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian
aja
> suruh gue nginep di kantor!"
> "Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan
"job-des"
> gue"
> "Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".
> Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.
Tahukah
> Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita
mengalami
> hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya
selalu
> mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja
dan
> setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu
mengeluhkan
> mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia pindah
ke
> pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan
sekerjanya.
> Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu
yang
> sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan
ke
> pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.
> Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa
orang
> hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi
suatu
> kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama
selalu
> berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih
senang
> berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin
bisa
> mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat
kita
> memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah
kita,
> bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
> Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh
karena
> kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan
kita.
> Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya
gampang-gampang
> susah, kita hanya perlu bersyukur.
> Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA
hal
> yang dapat kita syukuri.
> Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah
Anda
> berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang
ini
> hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja,
jadi
> bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau
Anda
> mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja
ekstra.
> Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan
Anda?
> Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur
atau
> memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah
diberikan
> kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa
tahu
> Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.
> Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah
dan
> keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat
melihat
> hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena
Anda
> terlalu sibuk mengeluh.
> Try it now:
> § Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali
> sehari.
> Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda
atau
> apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik
saja
> untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
> § Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan
> tetapi
> lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas
panjang,
> tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda,
buka
> mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti
Anda
> akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
> § Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila
> Anda
> sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan
yang
> positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan
lihatlah
> perubahan dalam hidup Anda.
> § "Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa
> yang
> Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki
untuk
> disyukuri."
>
> PS:
> Saya bersyukur karena Anda telah membaca email ini dan saya akan
lebih
> bersyukur lagi jika Anda mengirimkan email ini ke rekan-rekan
Anda
> sehingga Anda juga dapat bersyukur karena telah membuat orang
lain
> bersyukur.
[Non-text portions of this message have been removed]