Tanya Jawab Fenomena Indigo bersama Riza mahasiswa sebuah fakultas Psikologi swasta di Jakarta
"Riza" [EMAIL PROTECTED] wrote: kepada Vincent Liong, saya Riza, saya adalah mahasiswa psikologi swasta di jakarta, beberapa waktu ini saya mulai menekuni apa yang dimaksud dengan arti anak Indigo, rasa penasaran ini disebabkan karena saya membaca buku Indigo Children, setelah saya usut-usut tentang keberadaannya dinegeri ini dan semuanya menuju pada beberapa nama dan salah satunya adalah anda. saya mengerti kalau anda tidak mau kalau disebut sebagai manusia indigo dan saya hanya memandang anda sebagai Orang yang memiliki ciri-ciri itu. Vincent Liong answer: Saya adalah penulis sejak tahun 2000 2004 bulan Juni. Pada 2004 bulan Juni saya melakukan observasi pada seorang ahli Kundalini di Denpasar yang mengangkat saya menjadi murid, beliau bernama Putu Ngurah Ardika. Ketika pulang ke jakarta saya membuat report tulisan yang saya posting di maillist dengan diusahakan se-objective mungkin, tetapi respon para member [EMAIL PROTECTED] (maillist milik saya yang posisi saya di sana adalah seorang maskot dari sebuah reality show berbentuk maillist dengan nama penulis yang menjadi maskot) adalah menganggap saya seseorang dengan kemampuan metafisika. Dasarnya saa sendiri bukan orang metafisika tetapi penulis, tetapi waktu itu saya ada masalah berhubung saya bolos ujian kenaikan kelas saya, jadi ketika Maria Hartiningsih, sahabat saya dari koran Kompas menghubungi saya dengan anggapan saya sebagai indigo, maka setelah saya tanya apa devinisi indigo saya deal untuk ditampilkan di Kompas hari Minggu halaman paling belakang 1 halaman penuh dengan 2 foto saya di sana. Sekalian saja saya nitip untuk ditulis bahwa saya amat bodoh matematika, jadi saya pikir dalam satu waktu bisa melakukan dua pekerjaan sekaliggus. Indigo sendiri termasuk ang versi Indigo Children hanyalah sekedar kumpulan sifat, yang bilamana ada sekian saja dari sejumlah sifat terpenuhi pada seseorang maka bisa dikatakan indigo. Soal warna aura Indigo saya kira itu sekedar jualan belaka karena sekali foto aura bayar Rp. 200.000,- , saya pernah coba foto aura dalam waktu beda 1 hari saja maka hasilnya 180 beda; hari pertama warna indigo, hari kedua warna hijau dan tidak besar di posisi cakra mata ketiga di dahi energinya. Jadi bagi saya fenomena Indigo hanyalah pembodohan masyarakat belaka. Bukan masalah saya mau atau tidak mau disebut Indigo, tetapi indigo sendiri itu khan hanya sekumpulan daftar ciri-ciri dalam sebuah tabel, dalam sebuah buku. Jadi asalkan sudah memenuhi daftar kemampuan tsb ya otomatis seseorang disebut Indigo. Tidak ada istilah Indigo beneran atau hanya sekedar memenuhi ciri-ciri Indigo saja tetapi bukan benar-benar Indigo karena indigo sifatnya hanya pelabelan. "Riza" [EMAIL PROTECTED] wrote: semenjak bergabung pada Milis ini saya menemukan anda sebagai salah satu yang terlibat sangat aktif, menumpahkan berbagai macam pemikiran dan juga beberapa konsep dan bahkan saya dengar anda memiliki kajian yang benar-benar orisinil baru dengan nama "dekon kompatologi" dan sampai saat ini saya masih belum mengerti. yap, mungkin sekarang ini anda sedang "laris-larisnya" di layar kaca, bayangkan saja, 2 stasiun TV sedang membahas bidang anda dalam acaranya, dan kebetulan untuk yang satu merupakan acara favorit saya. Vincent Liong answer: Nah, apa itu ilmu dekonstruksi kompatiologi? Hal yang membuat kompatiologi tidak bisa diteliti di lembaga pendidikan resmi seperti psikologi adalah karena ilmupengetahuan sosial resmi yang ada yang lulusannya berijasah memiliki gaya pendidikan yang bersifat labeling pada segala hal yang tidak dikenal / diketahui sebab musebabnya, maka dikatakan tidak normal atau sakit. Fenomena indigo pun dibuat sebagai labeling atas sesuatu yang tidak terjelaskan oleh ilmuan Psikologi dan Psikiatri, jadi cara satu-satunya dibawa ke keyakinan seperti agama saja daripada malu kalau bilang tidak tahu. Maka dari itu Kompatiologi melarang praktisinya untuk memberi nasehat yang mempengaruhi pilihan tindakan si user dengan menjaga jarak untuk menjadi programmer saja, sedangkan psikologi dan ilmupengetahuan sosial lainnya cenderung menasehati & mengobati orang untuk mengikuti norma atau aturan kenormalan. Penelitian ilmu kompatiologi adalah bekerja seperti seorang ahli Artifisial Intelejen membongkar mesin / komputer yang bersifat Artifisial Intelejen dan meneliti sistematika kerja kegiatan-kegiatan yang mampu dilakukan mesin / komputer tersebut. Misalnya untuk kasus indigo, dikatakan adalah seseorang yang mampu melakukan kegiatan dari A Z yang tidak mampu dilakukan orang yang bukan Indigo. Maka Kompatiologi membongkar rumusannya menjadi, misalnya: Mampu mengobati, mampu menganalisa / meramal (past, present and future), mampu melihat roh halus, mampu mengambil tindakan yang tidak mengikuti norma tetapi tetap bijak. Nah, dari kemampuan tsb maka dicari sifat dari masing-masing sistem kemampuan tsb. Misalnya untuk kemampuan pengobatan bisa diambil referensi filosofi kedokteran Tionghoa yang dimana sifatnya sbb: Ada range makro misalnya tubuh manusia dari kaki sampai kepala & ada range mikro misalnya pergelangan tangan yang digunakan sinshe untuk membaca penyakit. Ada titik referensi yaitu lima organ utama di tubuh yang diwakili oleh lima elemen. Ada skala berupa tujuh cakra di tubuh. Maka untuk menginstall kemampuan pengobatan tsb pada seseorang maka harus dibuat kumpulan karakteristik data yang mewakili skala, titik reverensi, juga range makro dan mikro dalam sistem kedokteran tionghoa. Dalam kompatiologi diwakili dengan susunan minuman botol. Proses mencari rumus ini juga berlaku pada usaha untuk mencari rumus ang tepat untuk menginstall kemampuan mampu menganalisa / meramal (past, present and future), mampu melihat roh halus, mampu mengambil tindakan yang tidak mengikuti norma tetapi tetap bijak, dlsb. Jadi bagi Kompatiologi bukan hal yang sulit untuk menginstall orang sehingga mampu melakukan segala hal yang bisa dilakukan oleh anak indigo (mampu melakukan segala hal yang terdaftar dalam kumpulan ciri anak indigo secdara lengkap dan dapat diuji secara langsung). Kalau Psikologi menganggap Sikofrenia, Autis, ADHD, gangguan motorik, kepribadian ganda, dlsb sebagai penyakit / kelainan, maka bagi praktisi kompatiologi hanyalah variasi operating sistem (seperti Dos, Windows, Linux) yang tentu di berbagai penelitian kompatiologi di masa yang akan datang dapat dibongkar logika sistematika kerjanya, dan dibuat sirkuit & rumusnya untuk diinstall pada orang normal. Untuk saat ini kompatiologi membuka produk install operating sistem indigo untuk umum karena daftar kemampuan-kemampuan yang empunya disebut indigo sudah cukup lengkap & sempurna bagi para user kompatiologi. Bagi praktisi & user Kompatiologi, variasi operating sistem hanyalah speerti seorang anak yang memiliki Playstation 2 dan selalu meminta orangtuanya untuk membelikan DVD Game PS2 yang baru setiap pergi ke mall. Bedanya, kalau anda main Playstation 2, maka setiap DVD dikeluarkan Playstation tidak memiliki operating sistem (aturan main), sedangkan pada praktisi kompatiologi bila DVD-nya diganti maka memori dari DVD Game PS@ yang lama tidak hilang dan menjadi pengalaman. Maka dari itu praktisi kompatiologi banyak yang mengikuti dekonstruksi dengan sirkuit & rumus yang diganti-ganti agar seperti anak kecil tsb memiliki banyak koleksi game yang bisa dimainkan. "Riza" [EMAIL PROTECTED] wrote: yah, pada intinya saya hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan yang mungkin mau untuk anda jawab, jika ya, maka saya ucapkan terima kasih, karena mungkin bukan hanya saya yang menanyakan tentang hal-hal ini. pertama, jika tujuan pertama Para indigo dilahirkan ke dunia adalah sebagai pembawa perubahan menuju kebaikan atau "misi mesianik" seperti yang tadi saya baca, lalu apa yang bisa mereka lakukan? dengan ilmu-kah atau dengan apa? Vincent Liong answer: Sudah saya jawab di paragrap di atas: ... Fenomena indigo pun dibuat sebagai labeling atas sesuatu yang tidak terjelaskan oleh ilmuan Psikologi dan Psikiatri, jadi cara satu-satunya dibawa ke keyakinan seperti agama saja daripada malu kalau bilang tidak tahu ... Dalam tulisan Subject: Re: IKLAN: TALKSHOW INDIGO At: http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/15736 Saya pernah mengatakan "Kalau kita berbicara seorang nabi maka kita berbicara tentang sesuatu yang sifatnya past tense (masa lampau) tentang seseorang yang telah melakukan sesuatu yang kongkrit bagi masyarakat, itu pun masih disebut sebagai bidang non logika alias metafisika dan agama. Dalam pembahasan Indigo ini kita melihat orang orang dengan gelar, jabatan, berijasahkan sebagai kaum berpendidikan yang dianggap logis tetapi berbicara tentang masa depan seorang anak kecil yang biasanya berumur kurang dari sepuluh tahun bahwa di masa depan (beberapa puluh tahun ke depan) yang sifatnya future tense akan menjadi penuntun jaman tanpa ada hal kongkrit tentang tindakan si anak terhadap masyarakat yang bersifat past tense. Para ahli bergelar, jabatan dan berijasah (Psikologi & Psikiatri) ini tidak memperhitungkan bagaimana keluguan masyarakat Indonesia ini yang langsung mengurutkan begitu saja bahwa sesuatu yang bergelar, ijasah, dlsb berarti logis (dapat dilogikakan) sehingga efek samping ke anak Indigo adalah setelah dipropagandakan sebagai anak indigo memang senang sesaat, tetapi setelah sadar maka akan memaksa si anak kabur menyepi dari semua orang (orangtua, teman, masyarakat) biasanya mulai 3 bulan sampai setengah tahun setelah shooting, karena tidak ada plihan bebas lagi sebagai anak kecil, tidak ada lagi pilihan mau jadi apa di masa depan kecuali menjadi penyelamat yang harus menolong orang lain dengan mengabaikan faktor pribadi diri sendiri atau dianggap messias gagal, atau indigo banci/cacat. Dimanakah tanggungjawab ilmiah kaum bergelar dan berijasah tsb terhadap kepercayaan masyarakat?" "Riza" [EMAIL PROTECTED] wrote: kedua, 90% anak dibawah 10 Tahun adalah Indigo, dan yang menjadi perhatian adalah para Indigo yang lahir lebih awal, jika saya katakan mereka yang dilahirkan paling awal memiliki tujuan untuk mem-buka-kan jalan bagi mereka-mereka yang belum datang, setujukah anda mengenai hal ini? Vincent Liong answer: Kalau memang benar ada seorang nabi mau datang ya tentu kita lihat saja nanti saat si nabi sudah mulai berkarya lalu kita boleh yakini kalau dia nabi. Sebelum seorang nabi berkarya kongkrit, maka tidak bisa dikatakan nabi apalagi oleh para Psikolog dan Psikiatri yang konon Ilmiah lho ngakunya?! Itu namanya pembodohan publik baik via televisi, maupun via ruang kelas universitas. Kompatiologi saja yang sudah memiliki orang dewasa umur 30 60 tahun sejumlah puluhan sampai ratusan orang yang sudah bersifat Indigo, hasil instalasi Kompatiologi dan sudah mampu menunjukkan ke-Indigoannya di dunia nyata yang kongkrit, lebih dari anak Indigo yang belum terbukti di masyarakat, tetap tidak mengurusi masalah Indigo atau tidak Indigo. Ya yang diurusin ya yang ada gunanya saja lah. Anda bisa contact Kompatiologi cabang Bandung, kami sudah punya Proyek Percontohan Kompatiologi di Komunitas Pengusaha di Bandung. Pertanyaan: Mengapa tidak anda sendiri saja yang diproduksi jadi Indigo ?! Tidak susah kok hanya perlu kurang dari 3 jam dan bisa diuji. "Riza" [EMAIL PROTECTED] wrote: ketiga, jika anda berkenan bisakah kita melakukan kontak Via telepon? karena mungkin terlalu banyak pertanyaan yang ingin saya ajukan. Vincent Liong answer: Contact person saya mudah dicari di mana-mana: Contact Person Kompatiologi cabang JAKARTA: Adhi Purwono 021-68812660, Ondo Untung 08128599710, Cornelia Istiani 081585228174 & 021-68358037, Juswan Setyawan 08159162193, Vincent Liong 021-70006775, 021-98806892, 08881333410, 021-5482193, 021-5348567, cabang BANDUNG: Omen 022-70108828 & 08157179292, cabang PURWOKERTO: Bimo Wikantiyoso 0816746770 & 08888405843. Ttd, Vincent Liong Jakarta, Selasa, 6 Maret 2007 E-Link & Lampiran Email sebelumnya: http://groups.yahoo.com/group/R-Mania/message/5301 http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/1114 http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/19825 http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/16185 --- bluedongkeryoi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > kepada Vincent Liong, > > saya Riza, saya adalah mahasiswa psikologi swasta di > jakarta, beberapa > waktu ini saya mulai menekuni apa yang dimaksud > dengan arti anak > Indigo, rasa penasaran ini disebabkan karena saya > membaca buku Indigo > Children, setelah saya usut-usut tentang > keberadaannya dinegeri ini > dan semuanya menuju pada beberapa nama dan salah > satunya adalah anda. > saya mengerti kalau anda tidak mau kalau disebut > sebagai manusia > indigo dan saya hanya memandang anda sebagai Orang > yang memiliki > ciri-ciri itu. > semenjak bergabung pada Milis ini saya menemukan > anda sebagai salah > satu yang terlibat sangat aktif, menumpahkan > berbagai macam pemikiran > dan juga beberapa konsep dan bahkan saya dengar anda > memiliki kajian > yang benar-benar orisinil baru dengan nama "dekon > kompatologi" dan > sampai saat ini saya masih belum mengerti. yap, > mungkin sekarang ini > anda sedang "laris-larisnya" di layar kaca, > bayangkan saja, 2 stasiun > Tv sedang membahas bidang anda dalam acaranya, dan > kebetulan untuk > yang satu merupakan acara favorit saya. > yah, pada intinya saya hanya ingin mengajukan > beberapa pertanyaan yang > mungkin mau untuk anda jawab, jika ya, maka saya > ucapkan terima > kasih, karena mungkin bukan hanya saya yang > menanyakan tentang hal-hal > ini. > > pertama, jika tujuan pertama Para indigo dilahirkan > ke dunia adalah > sebagai pembawa perubahan menuju kebaikan atau "misi > mesianik" seperti > yang tadi saya baca, lalu apa yang bisa mereka > lakukan? dengan > ilmu-kah atau dengan apa? > > kedua, 90% anak dibawah 10 Tahun adalah Indigo, dan > yang menjadi > perhatian adalah para Indigo yang lahir lebih awal, > jika saya katakan > mereka yang dilahirkan paling awal memiliki tujuan > untuk mem-buka-kan > jalan bagi mereka-mereka yang belum datang, > setujukah anda mengenai > hal ini? > > ketiga, jika anda berkenan bisakah kita melakukan > kontak Via telepon? > karena mungkin terlalu banyak pertanyaan yang ingin > saya ajukan. > > Thx > > Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com
