Cerita tersebut sangat menyentuh perasaan kami sebagai sesama manusia, kalau 
hal itu benar adanya bolehkah kami juga bisa dipertemukan dengan anak maupun 
keluarganya. Barangkali kami dapat membantu meringankan bebannya dalam 
menyongsong cita-cita. Trimakasih. 


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Wed, 9 May 2007 06:43:32 
+0100Subject: TaManBinTaNG >>> Cerita yang 'memilukan' dari milis sebelah




Mungkin anak ini telah lebih paham tentang hukum. Dimana hukum Qisas itu 
ada.Barang siapa membunuh tanpa alasan yang jelas maka halal dialirkan 
darahnya.Tapi amat disayangkan bila anak yang memiliki sense ability yang kuat 
seperti Macgiver 'afwan bila salah menulisnya'. harus mendekam di Penjara.Ana 
berpikir kalo kita mau mengubah keadaan dimana kehadiran preman itu yang 
dimaklumkan menjadi harus diberantas perilakunya bukan orangnya,ungkin hal-hal 
yang memilukan seperti ini tidak akan pernah terjadi. Bila saja kejadian 
dibawah ini, si pembunuh ayah anak tersebut diadili, mungkin anak tersebut 
tidak akan membunuh dan dengan mudah memanfaatkan 2 tahun dipenjaranya untuk 
beraksi seperti McGaiver.Intinya:Jangan menunggu sampai terjadi 'hal-hal yang 
memilukan ' tapi berbuatlah saat terpikirkan itu tidak baik, apapun itu. 
wallahu alamAda pembunuh lari dari penjara menggunakan tape uli... Terus 
terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, 
pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan 
seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, 
pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. 
Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot 
palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang 
sering saya temui di cerita TV. Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama 
berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, 
benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang 
dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan 
gerak-gerik yang sopan. Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh 
sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, 
juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat 
kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah 
di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. 
Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula? Kasus ini terjadi ketika 
Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun. Ayahnya 
yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang 
menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 
'keamanan' yang begitu tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam 
esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman 
tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya. 
"siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu. 
"Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut 
gelak tawa di belakangnya. Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat 
menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria 
berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke 
rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke 
kantor polisi. "Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!" ujar kepala 
lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata 
sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari 
selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib. Pelarian pertama 
dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi 
sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal 
ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 
untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara. Pelarian kedua lebih kreatif lagi. 
Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape 
(ingat loh waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat 
informasi bahwa tape mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap 
benda keras. Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali 
dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape 
itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat 
bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang 
berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya. Pelarian 
ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan 
kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai 
pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah 
diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum 
memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, 
karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruangan ini. Ketika 
tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk 
membuka pintu dan gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya 
tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif. Lantas kenapa ia bisa tertangkap 
lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah. 
Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini 
keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas 
tanggerang ia menumpang-numpang mobil omprengan dan juga berjalan kaki sekian 
kilometer dengan satu tujuan, pulang! Karena itu pula pada pelarian Arif yang 
ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak 
segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas 
sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri. Ibu kepala 
Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. Tulisnya singkat. Seorang anak 
cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa 
ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah 
menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, polisi 
bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) 
pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti 
ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. 
Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang 
dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang 
namanya keadilan! Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new 
topic Messages | Files | Photos | Links | Members | Calendar Send instant 
messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text 
portions of this message have been removed] 


_________________________________________________________________
Check out some new online services that are so new they haven’t even been 
officially released yet!
http://get.live.com/beta

[Non-text portions of this message have been removed]



KLINIK S.E.R.V.O :

Pusat Terapi Trauma, Fobia dan Mania

Apakah Anda merasa terjebak dalam "penjara mental" ?

Apakah Anda sudah "capek" dan "bosan" dengan problem Anda ?

Apakah Anda ingin "berubah" dengan "cepat" ?

Apakah Anda ingin hidup "normal" dan "menyenangkan" ?

Klinik SERVO memberikan Servoterapi / Hipnoterapi guna "menghilangkan" segala 
jenis "hambatan psikis/penjara mental" seperti :

- Trauma Psikis
- Marah
- Fobia
- Cemas
- Stress
- Takut
- Maniak
- Ketergantungan
- Kecanduan
- Relapse
- Gemuk / Kurus
- Sifat Buruk
- Kebiasaan Buruk
- Malas
- Sedih
- Depresi
- Obsesif
- Psikosomatis
- Insomnia, dsb. 


ALAMAT PRAKTEK :

Klinik S.E.R.V.O
Komplek Cipondoh Makmur
Jl. Bahagia Raya, Blok B5b No. 2
Cipondoh, Tangerang - 15148

http://klinikservo.wordpress.com/

TELPON : (021) 554 6009, 5574 5555, 554 5257. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke