Ketika Badai Hadir

Ada saatnya berlalu. Pelangi nampak terlihat indah. Langit berwarna 
biru. Begitulah yang diungkapkan istri saya saat berkemas untuk 
pindah rumah. 

Kenangan indah sebagai anker (meminjam istilah mas rediyan, anker: 
anak kereta). Bertegur sapa dengan penjual buah dipagi hari, para 
tetangga dan juga tukang ojek disetiap sore. Berdesak-desakan didalam 
kereta api. Semua itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami. 
Kamipun berpamitan. Nyak menangis tersedu-sedu. Katanya, "Kapan nyak 
bisa liat Hana lagi ya..."

Lambaian tangan para tetangga penuh warna cinta kasih dan keindahan. 
Teriring doa untuk nyak, tetangga, tukang ojek, penjual buah dan 
teman-teman yang sempat berbincang dan berkenalan. Semoga Alloh SWT 
senantiasa melimpahkan kesehatan dan kebahagiaan selalu. 

Wassalam,
agussyafii

==============================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui 
http://agussyafii.blogspot.com dan sms 0888 176 48 72
==============================================





Kirim email ke