2007-06-13 09:49:00
*Paku & Tukang Tambal Ban Palsu*

Nurul Hidayati - detikcom

Jakarta - Tak cuma uang saja yang palsu, tukang tambal pun ada juga yang
jadi-jadian. "Korban-korban"-nya siapa lagi kalau bukan pengendara motor
yang terkena ranjau paku.

Bagaimana tukang tambal ban palsu ini beroperasi? Berikut ini kisahnya,
lengkap dengan tambahan lokasi ranjau paku di Ibukota, Rabu (13/6/2007):

*Anton*
Di daerah Gatot Subroto tepatnya di sebelah Gedung Mandiri di sana sudah
stand by beberapa orang tambal ban palsu dengan perlengkapan hanya pompa
biasa, tanpa bawa ember air yang biasa untuk periksa tempat kebocoran ban,
kenapa bisa begitu? Rahasianya adalah pada saat mencongkel untuk
mengeluarkan ban dalam.

Perhatikan saat mereka mereka mencongkel ban luar untuk mengeluarkan ban
dalam, karena hasil congkelannya sungguh luar biasa, ban dalam jadi bisa
sobek panjang, sehingga tidak dibutuhkan air lagi untuk mencari letak
kebocoran karena keliatan jelas sekali sobek panjang. Kalau sudah mau tidak
mau kita harus ganti ban dalam yang harganya selangit.

*Yoseph*
Ranjau paku itu banyak sepanjang Casablanca dari Tebet sampai kuningan,
dilihat dari pertumbuhan tukang tambal ban, yang dari awalnya cuma 3
sekarang sudah ada sekitar 7 penambal ban. Tolong diperhatikan ranjau paku
banyak di sisi sebelah kanan dan kiri dan tiap hari pakunya update mirip
dengan berita di detikcom :).

*Andi *
Saya ingin menambahkan wilayah yang terdapat ranjau paku. Kebetulan saya
mengalami 3 kali bocor dalam 1 bulan sampai ganti ban dalam. Kejadian 4
bulan yang lalu. Saya pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di
jalan arah Tanjung Priok - Cawang.

Paku yang sering saya jumpai mulai dari perempatan Cempaka Mas/Coca-cola
sampai Plumpang. Yang terparah terdapat di seputar yang mau masuk ke arah
Sunter.

Betul posisi paku memang ada di sebelah kiri jalan baik jalur lambat maupun
jalur cepat. Pada saat saya nambal ban selang beberapa menit ternyata ada 2
motor lagi yang terkena paku mau menambal juga.

Saya sempat kesal dibuatnya, berdasarkan informasi tukang tambal ban di
sekitar situ katanya memang betul ada yang menebar paku pada tengah malam,
paku tersebut dibakar dahulu dengan ban bekas biar berwarna hitam sehingga
apabila terkena sinar lampu tidak terlihat.

*Hafid*
Saya seorang pegawai swasta yang berkantor di daerah Menteng, saya
menginformasikan di daerah yang banyak menebar paku terutama:

1. Daerah dari Tanah abang menuju arah cideng termasuk fly over sepanjang
jalan menuju ke cideng banyak sekali paku yang disebarkan terutama pagi dan
sore.

2. Daerah RE Martadinata dari arah Sunter menuju arah ke Hailai Ancol
terutama di sekitar jembatan goyang.

3. Daerah Sawah Besar dan di sepanjang jalan yang berada di bawah rel kereta
api Mangga Besar menuju Sawah Besar yang 4 kali pecah ban di daerah
tersebut.

4. Daerah Gunung Sahari yang arah dari pasar baru menuju Hotel Golden Truly
dan langsung masuk ke daerah Kemayoran.

5. Daerah Jiung Kemayoran yang arah dari Senen ke arah Kemayoran banyak
sekali paku.

6. Daerah Mangga dua sepanjang jalan menuju Stasiun Kota

7. Daerah Pangeran jayakarta menuju kea rah Hotel Sheraton di sekitar gunung
sahari.

8. Daerah Terminal Tanjung Priouk menuju ke arah RE Martadinata banyak
sekali penebar paku, dan arah dari terminal Tanjung Priuk menuju Cilincing
banyak juga penyebar paku.

9. Daerah Cempaka Putih menuju Cakung banyak penebar paku khususnya di
sekitar terminal Pulogadung

*Ali BSA*
Pagi ini sekitar jam 06.00 Wib, saya berangkat kerja dengan mengendara motor
dari Slipi menuju UKI melalui Jalan Otista ke arah Cililitan, tapi
sesampainya di turunan Cawang ke arah Otista atau Dewi Sartika, motor saya
terkena ranjau paku yang terbuat dari besi bekas kerangka payung sebanyak 4
biji, akibatnya terpaksa saya harus ganti ban dalam dikarenakan ban dalam
sobek.

Itu pun plastik hitam pembungkus masih menempel di ban luar saya, maka untuk
teman-teman pengendara mohon berhati-hati ketika melintas di daerah
tersebut.

Oh ya waktu itu posisi saya di jalur tengah, jadi kemungkinan si penebar
paku sudah mulai menebar secara acak baik di tengah maupun pinggir.

*Andi*
Di sepanjang Jalan Casablanca Jaksel juga banyak ranjau yang ditebar
orang-orang brengsek. Ban motor saya pernah kena ranjau yang dibuat dari
rangka payung yang dipotong meruncing di kedua sisinya. Ranjau tersebut
tidak menancap permanen seperti paku tapi hanya menggores dengan bentuk
goresan V sehingga agak sulit ditambal.

Parahnya, benda tersebut bisa mental, sehingga ada kemungkinan bisa merobek
ban belakang. Terbukti ketika saya memeriksa ban belakang ternyata benda
tersebut menancap di ban. Beruntung tidak kena ban dalam tapi hanya menancap
disisi ban.

Akhirnya saya ganti ban dalam seharga Rp 35 ribu. Lucunya, saat ditanya
tukang ganti ban, saya kena di depan Graha Bank NISP yang ke arah Kp Melayu,
si tukang bengkel langsung melihat tukang tambal ban yang ada di samping
gedung itu.

Kebetulan peristiwanya sekitar pukul 8 pagi dan saya terpaksa nyebrang
lantaran di sepanjang jalan itu belum ada tambal ban yang buka.

Melihat raut mukanya, saya curiga jangan-jangan sudah ada konspirasi di
antara sesama tukang tambal ban di sepanjang jalur tersebut. Saya akhirnya
membayar seharga yang ditawarkan tanpa protes sedikit pun karena percuma.
Tapi saya berdoa supaya orang yang menebar ranjau tersebut sakit perut
selama seminggu dan uangnya habis untuk biaya berobat.

*Teguh Imam Santoso*
Di lampu merah Tugu Tani Senen (dari arah Jalan Kebon Sirih-Kwitang) tepat
sekali di lampu merahnya. Biasanya kena di lampu merah.

Tepat di depan Hotel Aryaduta langsung kempes abis. Kalau pakai ban dalem,
ban tersebut bakal sobek dan kita harus ganti ban baru. Tukang tambal bannya
ada di sebelah jembatan setelah Hotel Aryaduta agak masuk edikit ke kiri.

Saya sempat kena di situ di saat hari Minggu, dalam waktu 15 menit sudah 5
motor yang kena, semuanya kena paku yang kondisinya masih baru/mengkilap.
Kalau 1 motor sudah kena Rp 10-30 ribu, kebayang kan kalau sehari 10 motor.

*Dani Wahyudi*
Saya menambahkan untuk daerah Jakarta Pusat, itu di daerah underpass stasiun
Senen, pada pagi hari terdapat banyak paku-paku berukuran kecil yang sengaja
disebar oleh tukang tambal ban (tepatnya mangkalnya di samping deler motor
Honda di depan Atrium Senen). Sebaiknya kepada para pengguna jalan yang
melintasi jalur tersebut lebih baik memilih jalan lurus yang melintasi rel
kereta api.

Selain itu di tikungan Pejambon samping Hotel Borobudur juga terdapat banyak
paku, sebaiknya jika melewati jalur tersebut kendaraan harus pelan karena
trik agar paku tidak menancap pada ban itu laju kendaraan harus lambat.

*Rantala Sikayo*
Jam 9.30-an tadi saya melintas dari arah depan gedung MPR/DPR menuju
Semanggi, di bawah fly over Senayan juga terdapat satu buah kantong kecil
yang berbahan kain (sepertinya, karena kurang jelas) di sekitar kantong
tersebut sudah berserakan paku-paku berukuran sedang dengan jumlah bisa
mencapai piluhan paku. Kantong tersebut terletak di tengah jalan agak ke
kanan.
*(nrl/umi)*


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke