Yth Saudara saudara semua,
   
  Saya dan kita semua tentu merasa marah, tersinggung, terhina, dan lain 
sebagainya atas perlakuan oknum polisi dan warga Malaysia yang melakukan 
penganiayaan kepada Sdr Donald, Ceriati, Bonar, dan bisa jadi juga pada ribuan 
saudara sebangsa kita lainnya yang bekerja di sana.
   
  Reaksi yang beragam dari kita timbul dimana – mana, ada yg mengusulkan untuk 
GANYANG MALAYSIA, perang, mencaci maki, memboikot produk, sweping, membakar 
benderanya, memutuskan hubungan diplomatic, memulangkan TKI, MENGIRIM ASAP dan 
lain – lainya.
   
  Adalah suatu hal yang wajar bila reaksi-reaksi kita tsb masih dalam taraf 
WACANA. 
  Namun apakah hal yang benar bila wacana tersebut betul – betul kita wujudkan 
dalam REALITA?
   
  Kita semua tahu bahwa apapun bentuknya penganiayaan warga yang sudah tak 
berdaya dan penahanan yang tanpa dasar adalah suatu tindakan BIADAB?
   
  Kita semua tentu setuju bahwa MEREKA PERLU DIBERI PELAJARAN agar bisa menjadi 
BERADAB. Namun tentunya haruslah dengan pelajaran dgn hal dan cara yang benar 
dan sesuai ATURAN. Karena kepatuhan pada aturan tersebutlah sebagai patokan, 
apakah kita BERADAB atau SAMA – SAMA BIADAB nya.
   
  Penganiayaan adalah pelanggaran hukum, tentu seimbang bila pelaku 
penganiayaan betul –betul diproses demi tegaknya hukum.
   
  Disinilah perlunya peranan diplomat – diplomat kita untuk bertindak dengan 
TEGAS dan BERKELANJUTAN dengan memastikan bahwa proses-proses hukum para 
penganiaya benar telah dilakukan secara transparan dan memenuhi rasa keadilan 
bukan hanya pada khasus Bpk. Donald saja, tapi juga pada khasus ceriati, Bonar, 
dan lain lain baik yang sudah terjadi.
   
  Dan kita bisa berperan untuk terus menekan deplu agar  menjalanankan 
diplomasi yang tegas untuk sekarang, besok dan seterusnya.
   
  Dengan penegakan hukum dan keadilan tersebut, diharapkan mencegah dan 
meminimalisir khasus – khasus seperti ini terjadi lagi dikemudian hari.
   
  Kita begitu sering terlalu bernafsu terhadap suatu masalah yang sedang 
hangat, namun kita juga sering tak mau tahu terhadap masalah YANG SUDAH TIDAK 
DI INGAT.
   
  Hikmah dari khasus ini adalah kita mempunyai pilihan :
    
   Meniru pelajaran dari mereka Atau memberi pelajaran kepada mereka tentang 
bagaimana caranya memperlakukan tamu dan tetangga dengan cara yang BERADAB ATAU 
TIDAK.
  Dan akankah khasus ini MEMBAWA MANFAAT ataukah menjadikan kita sama – sama 
BANGSAT,  pilihan ada dari masing – masing kita?
   
  Salam,
   
   
  Uce Prasetyo
  Anak Bangsa
   
    Re: SUDAH SAATNYA KITA GANYANG MALAYSIA (HIDUP SOEKARNO.....) 

  
     Posted by: "Mokodompit, Novel" [EMAIL PROTECTED]   Thu Aug 30, 2007 12:30 
am (PST)   Setuju ganyang malaysia tapi sebelum itu, semua warga negara 
Indonesia
yang berada di malaysia
di instuksikan kembalikan ke daerah masing-masing. Atau kita koprontasi
aja dengan mengunakan
warga Indonesia yang ada di Malaysia akan di ketuai oleh pak.
Hamzah...... setuju... ngak.../!!!! !!
Kemudian kita recuitment yang dari Indonesia sebanyak mungkin lalu
training selama dua minggu
kemudian di kirim ke malaysia sebanyak mungkin..... . minimal 25 juta
orang.... ke 25 juta orang tersebut
kusus interpensi ke daerah malaka saja serawak the next step.......


-----Original Message-----
From: Hukum-Online@ yahoogroups. com
[mailto:Hukum-Online@ yahoogroups. com] On Behalf Of
londung.manalu@ yahoo.co. uk
Sent: Thursday, August 30, 2007 6:53 AM
To: hukum-online@ yahoogroups. com
Subject: [Hukum-Online] SUDAH SAATNYA KITA GANYANG MALAYSIA
(HIDUP SOEKARNO.... .)




LUKA BANGSA KAMI


Kami tahu banyak orang indonesia yang tidak punya harga diri
Kami tahu banyak orang indonesia yang serakah dan tidak punya
nurani

Kami juga tahu bahwa Tuhan juga marah kepada kami
Alam sudah diperintahkan- Nya untuk meluluh lantakkan negri kami
Binatang juga sudah tidak bersahabat lagi dengan kami
Keragu-raguan juga sudah mulai terbayang di hadapan kami

Namun kami masih memiliki satu buah harga diri yang masih
tersisa
Harga diri sebagai bangsa Indonesia yang tegak lurus dengan
langit

Jangan sekali-kali kau berani untuk mengusiknya
200 juta manusia akan menghancurkan siapa saja yang mengusik dan
melukai harga diri kami

Sudah cukup, selesai dan habis
Kami akan datang dengan Indonesia yang bermartabat dan
berdaulat.
Dunia akan melihat bahwa kami datang dan berkata
KAMI ADALAH BANGSA INDONESIA

Jakarta, 30 Agustus 2007






    Back to top 
Reply to sender | Reply to group | Reply via web post 
Messages in this topic (3) 
    
7a.   
     Re: Protes Tak Ditanggapi, Indonesia Bisa Boikot Malaysia   Posted by: "h 
a m z a h" [EMAIL PROTECTED]   hamzahmahbor   Thu Aug 30, 2007 12:31 am (PST)   
fyi, di genting, polis beserta Jawatan Agama Islam pun gak bisa menyentuhnya. ..
karena Genting milik Lim Goh Tong........ dan polis malaysia takut dengan dia

----- Original Message ----
From: "Hary.Widodo@ infineon. com" <Hary.Widodo@ infineon. com>
To: Hukum-Online@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, August 30, 2007 10:51:48 AM
Subject: RE: [Hukum-Online] Protes Tak Ditanggapi, Indonesia Bisa Boikot 
Malaysia

. Kenapa di Genting Malaysia yang notabene nya tempat maksiat terbesar tidak 
tersentuh ? Kenapa oh........ Baliku jadi korban ?
Kenapa si berot ini berasal dari Malaysia ? 


From: Hukum-Online@ yahoogroups. com [mailto:Hukum- [EMAIL PROTECTED] ps.com] 
On Behalf Of h a m z a h
Sent: Wednesday, August 29, 2007 3:57 PM
To: Hukum-Online@ yahoogroups. com
Subject: Re: [Hukum-Online] Protes Tak Ditanggapi, Indonesia Bisa Boikot 
Malaysia

saya sudah ENEQ dan benar-benar muak melihat kelakuan orang melayu malaysia 
disini

kalau ada kesempatan, saya akan kembali bekerja di Jakarta

orang melayu dimana pun berada gak bisa kerja, malaysia maju karena ada cina 
dan kadazan serta india dan ditunjang oleh pemerintah yang tegas(hal yang sama 
di Riau, Riau agak bisa membangun karena ada orang minang dan jawa serta bataK, 
tapi dihambat oleh pemerintahnya yang sangat korup) . 

walaupun begitu, tetap saja korupsi dan suap menyuap budaya orang melayu, 
polis, JPJ (di indoneisa LLAJR), dan immigresen malaysia adalah pihak yang 
sering saya lihat melakukan penyalahgunaan jabatan.
PDRM dan JPJ bisa kita tengok dari kelakuan personel nya di jalan raya dan 
merazia para TKI, termasuk perlakuan anggota PDRM terhadap wasit karate asal 
Indonesia

imigresen malaysia :

Para TKI ilegal, biasanya sebulan sekali harus memperpanjang visanya dengan 
cara kembali ke dumai dan pada keesokan harinya kembali ke Port Klang, 
Malaysia, karena modus seperti ini telah diketahui oleh pihak imigresen, maka 
jika tidakmembayar uang sebesar RM120 pada Nakhoda kapal Ferry Indomal yang 
membawa para TKI tersebut dari dumai ke port klang yang kemudian akan setor 
kepada personil imigresen malaysia di port klang, maka TKI tersebut akan 
ditolak di imigration point. Jika bayar, maka boleh lewat imigresen point dan 
masuk malaysia

HIDUP INDONESIA RAYA

jadi gak usah heran karena KORUPSI dna penyalahgunaan wewenang adalah BUDAYA 
ORANG MELAYU

Regards,
Hamzah yang malu menjadi orang melayu

----- Original Message ----
From: Yuyun Hernawan <[EMAIL PROTECTED] com>
To: Hukum-Online@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, August 29, 2007 11:33:15 AM
Subject: RE: [Hukum-Online] Protes Tak Ditanggapi, Indonesia Bisa Boikot 
Malaysia

Pengeroyokan OKNUM polisi Mayasia terhadap wasit karate Indonesia hanya salah 
satu bentuk KEPONGAHAN kecil saja yang tengah dipertontonkan mereka. Beberapa 
kepongahan lain yang telah menjadi rahasia umum diantaranya, saya ulangi, KLAIM 
DAN TINDAKAN PROVOKATIF Polisi dan tentara diraja Malaysia di Ambalat, KASUS2 
PENGANIAYAAN TKW dengan proses hukum yang tidak seimbang, KASUS PEMBALAKAN 
HUTAN oleh oknum Cukong/pengusaha kayu Malaysia, PENGGESERAN PATOK2 PERBATASAN 
di Kalimantan Timur [telah menggerogoti wilayah kedaulatan kita]. 

Saya sependapat, KITA SEBAGAI BANGSA YANG BESAR, tidak perlu mempertontonkan 
sikap dan perilaku yang sama, TAPI INGAT DAN CAMKAN, bahwa secara sistimatis, 
saat ini [nampaknya] tengah terjadi pelecehan dari oknum saudara serumpun dan 
tetangga kita kepada kita, kita orang Indonesia di Malaysia disebut INDON bukan 
orang Indonesia, kalau tidak salah pernah ada institusi resmi yang keberatan 
dengan istilah yang berbau merendahkan ini, bahkan TKW2 kita yang bekerja 
disana katanya kadang2 disebut sebagai BUDAK INDON???, menurut sebuah sumber, 
kalau kita naik ferry menyeberang ke Malaysia, ketika mau turun, hanya orang2 
yang berpassport Malaysia yang boleh turun dahuluan, baru kemudian INDON. Sudah 
sedemikian parahkah?

Kita sebagai BANGSA YANG BESAR bangsa yang lahir DARI PERJUANGAN bukan bangsa 
yang lahir karena HADIAH KEMERDEKAANAN bahkan BANGSA YANG TELAH MEMILIKI 
TRADISI KEBESARAN sejak jaman nenek moyang dulu jaman KERAJAAN SRIWIJAYA, 
PAJAJARAN, MAJAPAHIT, MATARAM dll. Tidak pantas sedikitpun MENDAPATKAN 
PERLAKUAN SEPERTI INI.

Rentetan kejadian ini HARUS MENJADI PEMBELAJARAN KEPADA KITA, agar kita kembali 
menjadi bangsa yang besar dan dihormati, mari kita mulai dari ranah yang paling 
kecil saja, DIRI KITA SENDIRI untuk bisa kembali berdiri sejajar dan bersaing 
dengan bangsa lain, MINIMAL kalau sekolah / berkeja, harus berusaha keras untuk 
mencapai yang terbaik, JUJUR [tidak KKN], DISIPLIN, dan TAAT HUKUM.

Tapi satu hal yang patut kita catat, tindakan pelecehan yang dilakukan OKNUM2 
tsb menunjukan secara gamblang MUTU DARI OKNUM2 tsb. saya saja sebagai orang 
sipil cukup punya kehormatan untuk tidak mengeroyok apalagi memukuli orang yang 
sedang DIBORGOL, memalukan.

Pendapat saya ini BISA SAJA SALAH, TAPI INILAH EKSPRESI KEGERAMAN SAYA SEBAGAI 
ANAK BANGSA ATAS KEJADIAN INI. [Saya jadi faham kenapa Paman saya dulu orang 
sipil yang mungkin umurnya baru 20an tahun dengan berani berangkat jadi 
sukarelawan dan masuk ke pedalaman ketika jaman2nya konfrontasi] , Bagi umumnya 
Bangsa Indonesia mati untuk membela keutuhan dan kehormatan bangsa dan Negara 
adalah Jihad dan kehormatan. 

Kita boleh saja minim persenjataan, tapi semangat dan mental TNI kita sangat 
luar biasa, kita tahu ini karena kita sering berlatih perang dengan mereka J
Tentara kita dalam kedaaan darurat masih prima berperang dan survive meskipun 
minim atau bahkan tidak ada logistik, bahkan Polisi kitapun masih bekerja 
dengan penuh dedikasi kehujanan, kepanasan meskipun serba minim logistic, tapi 
sebaliknya……………..

Terlepas penilaian benar dan salah terhadap jaman itu, ketika orde baru, 
tetangga kita itu [ Malaysia dan Singapore ] sangat segan terhadap Indonesia 
termasuk pada figur Presiden kita pada saat itu.

Mohon maaf, apabila ada teman2 yang tidak berkenan dengan uneg2 ini, 

Salam






From: Hukum-Online@ yahoogroups. com [mailto: Hukum-Online@ yahoogroups. com ] 
On Behalf Of newspaper_indonesia @yahoo.co. uk
Sent: Wednesday, August 29, 2007 6:20 AM
To: hukum-online@ yahoogroups. com
Subject: [Hukum-Online] Protes Tak Ditanggapi , Indonesia Bisa Boikot Malaysia

Protes Tak Ditanggapi , Indonesia Bisa Boikot Malaysia


Yogyakarta (ANTARA News) - Jika protes yang disampaikan Indonesia kepada 
Malaysia terkait dengan pemukulan yang dilakukan sejumlah polisi Malaysia 
terhadap wasit karate Indonesia tidak ditanggapi, Indonesia bisa memboikot 
semua kegiatan olahraga yang diselenggarakan di negeri jiran tersebut.

Masalah boikot itu dikemukakan Gubernur Lemhanas, Muladi, usai acara 
"penyusunan kajian peningkatan keunggulan diplomasi di era global untuk 
mewujudkan integritas bangsa", di Kepatihan Yogyakarta , Selasa.

Ia mengatakan jika dalam waktu dekat tidak ada jawaban atas protes tersebut, 
perlu dilakukan boikot terhadap segala kegiatan olahraga yang berlangsung di 
Malaysia .

"Kita secara resmi sudah melakukan protes keras, jika dalam waktu dekat tidak 
ada respons dari Malaysia , kita boikot saja setiap kegiatan olahraga yang 
berlangsung di Malaysia seperti SEA Games," katanya.

Menurut dia, banyaknya aksi kekerasan terhadap WNI di Malaysia, salah satunya 
disebabkan pandangan yang merendahkan Indonesia .

Kondisi itu disebabkan selama ini TKI yang dikirim ke Malaysia adalah tenaga 
kasar dan pembantu rumah tangga. Hal itu memunculkan pandangan bahwa Indonesia 
identik dengan kualitas SDM yang rendah.

Pandangan merendahkan itu dapat dilihat dari banyaknya TKI yang mendapat 
perlakuan tidak baik di Malaysia . "TKI kita sering mendapat perlakuan buruk 
dan tidak adil di Malaysia dan juga negara lain," katanya. 

Oleh karena itu, Indonesia perlu melakukan introspeksi sehingga ke depan yang 
dikirim ke Malaysia tidak hanya tenaga kelas rendah, tetapi juga tenaga kerja 
yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Semua itu perlu dilakukan untuk menghilangkan pandangan rendah Indonesa di mata 
Malaysia .



       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke