appreciative life

Mengenali pola, lahirkan perubahan

Budi Setiawan, M.Psi
Pendidik di Fakultas Psikologi Unair
LP3T, Pelopor Psikologi Positif

    Hari-hari ini. Saya lagi menikmati lejitan keasyikan Damai, putri semata 
wayang, dalam berceloteh. Satu kata demi satu kata. Tiba-tiba dalam usianya 
yang masih belum genap 2 tahun, melejit menjadi dua, tiga bahkan empat kata. 
Kemarin setelah mandi, Damai menolak pakaian yang akan dipakaikan oleh ibunya 
buat dirinya. “meme ndak mau ini...yang lain...meme pakai kaos aja...”. Bagi 
mereka yang memperhatikan anaknya bermain bahasa, setiap tahapannya merupakan 
keajaiban kecil yang mewarnai hari.  Kok ajaib? Bayangkan, anak kita yang sama 
sekali tidak paham alfabet, bisa-bisanya menggunakan kata dan kalimat menarik.
    Lain lagi kisah teman saya yang imut, dewi paling suka menyanyi di karaoke. 
Kalau sudah nyanyi, habis-habisan katarsis. Menumpahkan seluruh beban dan rasa. 
Bagaimanapun, saya harus acungi jempol. Habisnya, saya sendiri kalau nyanyi 
selalu konsisten. Konsisten di luar jalur. Alias fals terus. Herannya, dewi dan 
saya itu sama-sama tidak bisa membaca not balok. Tidak tahu tata cara menyanyi 
yang baik dan benar.
    Apa yang bisa kita pelajari dari dua contoh tersebut? Secara alami. Secara 
manusiawi. Kita melakukan segala sesuatunya dengan memahami pola terlebih 
dahulu, bukan elemen-elemennya. Memahami maksud dan kalimat yang mengandung 
maksud itu. Bukannya mengenali dan menghafalkan abjad terlebih dahulu. Memahami 
ritme dan memproduksi suara sesuai ritme itu. Bukannya mengenali not balok dan 
menghafalkannya terlebih dahulu. Terus terang. Saya minta ampun kalau disuruh 
ngajari abjad demi abjad ke Damai. Dan lebih minta ampun lagi, kalau disuruh 
mengenali dan menghafalkan not balok.
    Intinya. Kenali pola. Apa pentingnya? Makna suatu pola jauh melampui 
penjumlahan elemen-elemen pembentuknya. Semisal, 3 warna dasar (merah, hijau 
dan biru) bisa membentuk sebuah lukisan yang indah. Garing kalau kita menikmati 
lukisan indah itu dengan mengenali warna dasar yang digunakan. Mahakarya 
Beethoven “Fur Elize”, Mais Que Nada dari Sergio Mendez, maupun Menghapus 
Jejakmu Peter Pan diciptakan dari hanya 12 not musik. Dashyat! Seluruh revolusi 
komputer dan jaman informasi sekarang berpijak pada dua digit, nol dan satu.
    Kapasitas mengenali pola ini atau berpikir sistem, merupakan suatu cara 
memandang keseluruhan, daripada memandang bagian per bagian. Pergeseran dari 
melihat elemen, kejadian, fungsi menjadi melihat proses, struktur, relasi dan 
hasil. Cara ini dapat menghindarkan kita dari solusi reaktif, solusi yang 
berguna secara jangka pendek dan memperparah penyakit dalam jangka panjang. 
Cara yang dapat memastikan tindakan perubahan dan pembelajaran yang kita 
lakukan berjalan mulus.
    Bagaimana praktisnya berpikir sistem dalam kehidupan organisasi dan bisnis 
kita? Salah satunya adalah dengan teknik 5-mengapa. Teknik ini mengurai rantai 
penyebab suatu persoalan hingga beberapa langkah sebelumnya, dengan mengajukan 
5 pertanyaan mengapa kepada suatu gejala. Agar efektif, jawaban atas setiap 
pertanyaan hendaknya dijauhkan dari tindakan menyalahkan individu. Ingatlah, 
tujuan kita adalah mendapatkan penjelasan sistemik atas suatu gejala.
    Penggunaan teknik ini semakin menarik ketika dikombinasikan dengan teknik 
memandang dari helikokpter (helicopter view). Berhenti sejenak. Bayangkan, anda 
menjadi reporter tengah meliput dari sebuah helikopter yang terbang diatas 
lokasi gejala. Awalnya, bayangkan anda meliput ketika gejala terjadi. Ajukan 
pertanyaan mengapa. Perluas lingkup waktunya. Anda telah meliput sehari sebelum 
gejala terjadi. Ajukan pertanyaan mengapa. Perluas terus menjadi seminggu, 
sebulan, setahun, tiga tahun atau bahkan lebih. Setiap kali bertanya mengapa, 
perluas lingkup waktunya.

Lebih lanjut klik disini
atau di http://appreciativeorganization.wordpress.com

Sumber: Majalah People & Bussiness





      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke