"Psikologi Negatif" yang dikembangkan Naomi Susan di acara Kick Andy kemarin 
malam ini berbunyi:

1. Learn to manage the negative side

2. Be Negative, but effective!

3. Be negative, so you know what's positive.



Bagaimana dengan Anda? :) ;) ')


Juneman 





Friendster: Naomi Susan

BE NEGATIVE!
iNSpired by Naomi Susan
SESSION 2, RELEASED

Inilah buku yang menantang adrenalin kita untuk membolak balik pola pikir 
pembacanya.. . bahasanya yang unik, nyleneh, kadang ngawur dan campur baur 
Inggris dan Indonesia, justru jadi kekuatan dari buku ini untuk mempengaruhi 
pembaca.. agar berani dan nekad serta mau dan mampu mengelola sisi negatif 
nya... Anda berani?

ada pula komentar menarik dari seorang seniman ahli monolog, Butet 
Kertaredjasa. Saat membaca buku ini, ia mengatakan pada penulisnya, 
"Wah..bahaya, hati-hati membaca buku ini, kalau tidak siap mental. Bisa-bisa 
tersesat ke jalan yang benar..."

Komentar slenge'an juga muncul dari mantan presiden kita Gus Dur. "Daripada 
menimbulkan fitnah, mending baca aja buku ini...Gitu aja kok repot!" Tak 
ketinggalan, sang host Kick Andy di Metro TV, Andy F. Noya juga ikut 
berkomentar, "Saya suka baca buku-buku aneh. Buku ini salah satunya. Layak 
disimak.."

Tak urung, bahkan sang master ESQ, Ary Ginandjar pun gatal untuk ikut 
berkomentar. "Buku ini akan mengubah paradigma dalam menghadapi hal negatif," 
ujarnya dengan senyum yang khas. Komentar bernada menyejukkan oleh Ary 
Ginandjar ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Purdi E. Chandra, 
pengusaha pemilik Primagama Grup. "Buku ini akan mengakibatkan "kegilaan"!! ! 
Tapi itu dibutuhkan oleh orang yang nekad pengen sukses"

Begitulah, berbagai komentar saat orang membaca buku ini. Dan memang, buku ini
barangkali adalah satu-satunya yang berani mengklaim untuk menjadi Be Negative!

Background

Inilah buku nyleneh, unik, tapi powerful, yang ditulis berdasar pengalaman dan 
pengamatan yang dialami oleh seorang bernama Naomi Susan. Sebagai seorang 
wanita, ia punya banyak keterbatasan.

Namun, dengan keyakinan kuat, perjuangan tanpa henti, dalam usaha mengejar 
semua impian dan membalik semua omongan negatif, Naomi Susan berhasil mencapai 
titik di mana dia mampu mewujudkan semua harapannya. Tak mudah tentu, 
perjuangan yang dilakukannya. Namun, dengan kepolosan dan keluguan (baca: 
kejelian dan kegigihan), ia mampu membalik segala hal negatif yang mampu 
menghambat semua impiannya, menjadi daya dorong yang justru mampu mengungkit 
semangatnya, hingga akhirnya dapat membantu mewujudkan cita-citanya.

Satu kata yang cukup sering disebut dalam buku ini adalah gagal atau kegagalan. 
Satu hal negatif yang bisa jadi setiap orang pernah mengalaminya. Jika dipahami 
dengan sudut pandang yang berbeda, seperti yang disebut Naomi dalam berbagai 
pengalamannya, kegagalan bisa dimaknai sebagai proses belajar. Ada menang, ada 
kalah, dimaknai dalam buku ini sebagai ada menang, ada belajar. Begitu 
seterusnya. Dengan pola pikir dan cara pandang yang demikian, membuat semua hal 
negatif tidak lagi perlu ditolak mentah-mentah, namun, tinggal justru bisa kita 
kelola agar jadi hal negatif namun efektif.

Inilah kekuatan dan inti yang diungkap dari buku yang cukup melawan mainstream 
ini. Naomi Susan yang pernah jatuh, gagal, bangkrut dengan menggunakan pola 
sikap negatif namun efektif, telah mampu memutabalikkan semua peristiwa negatif 
menjadi daya dorong yang luar biasa untuk terus berkarya, hingga mampu 
menularkan semangat itu dalam buku nyleneh, unik, namun powerful ini.

Kumpulan catatan mantan orang gagal yang terus belajar dari semua kegagalannya 
ini akan membuat pembaca buku ini digiring pada mindset (pola pikir) yang baru. 
Yakni, bahwa menikmati atau menjalani semua hal negatif, dengan cara pandang 
yang berbeda, akan membawa kita pada jalan yang lebih matang dan mantab untuk 
mencapai semua impian kita. Jadi, siap-siaplah terkaget-kaget dengan 
dampaknya...be negative, but effective!






http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=14562

Naomi Susan
SEWA PESAWAT UNTUK LIBURAN KELUARGA

Pebisnis sejati, barangkali itulah julukan tepat bagi lajang kelahiran tahun 
1975 ini. Sejak remaja, naomi sudah pandai cari uang. Tak heran di usia 22 
tahun, ia sudah menjadi pemilik saham dan direktur PT Ovis International. 
Selain sibuk mengursi salonnya, ia juga segera meluncurkan buku terbarunya dan 
menyiapkan program beasiswa bagi pelajar Indonesia ke Malaysia.

Kenapa buku Anda diberi judul Be Negative?

Buku itu sebenarnya hanya berbagi pengalaman. Saya cerita, kemudian 
dikompilasikan. Formatnya enggak berat. Baca satu lembar habis, satu lembar 
habis. Isinya lebih banyak tentang berbagai kegagalan dan mengatasinya. 
Judulnya memang melawan mainstream. Malah, saya sempat dipanggil salah seorang 
motivator Indonesia. Dia bilang, jangan pakai judul itu. Tapi, saya, kan, 
menjual kegagalan supaya orang-orang tidak begitu. Jadi, be negative, so you 
know what's positive.

Sesuatu yang negatif juga lebih mudah dijual. Lihat saja lagu SMS, Jablai, laku 
keras, kan? Jadi, konsep yang saya temukan selama 13 tahun perjalanan bisnis 
saya adalah, bila negatif ditambah negatif, hasilnya pasti positif. Misalnya, 
kata-kata "Tidak", "Jangan", "Kosong," "Gagal", jika ditambah kata negatif 
lagi, jadi "Jangan gagal." Itu kira-kira isinya.

Katanya juga sedang sibuk soal beasiswa?
Ya, saya dipercaya seorang pengusaha optik di Kuala Lumpur untuk mengelola 
kerjasama bilateral antara Malaysia-Indonesia berupa beasiswa bagi pelajar 
Indonesia. Sebelumnya, ini sudah dilakukan di Cina, Vietnam, dan Singapura. 
Para penerima beasiswa akan bersekolah di institut entrepreneur. Mereka diberi 
jaminan, diasuransikan, mendapat visa pelajar, dan memperoleh on the job 
training selama belajar.

Beasiswa ini ditujukan untuk lulusan SMU yang tidak sanggup melanjutkan kuliah. 
Terutama anak yatim. Masing-masing dapat beasiswa sekitar Rp 45 juta. Setelah 2 
tahun, mereka dapat sertifikat business english, pengetahuan waralaba, dan 
ritel. Selama itu, mereka juga dapat kesempatan magang dengan bayaran. Bahkan, 
kalau cukup cerdas, bisa dapat beasiswa tambahan ke Ingris.

Yang harus diingat, saya ini pebisnis. Jadi, enggak mungkin ngerjain seperti 
ini tanpa dapat apa-apa. Saya enggak mau dibilang hero. Saya hanya seorang 
warga Indonesia yang punya kemampuan negosiasi sehingga Pemerintah Malaysia 
percaya dan mau memberi beasiswa ke Indonesia. Kalau ada yang terbantu oleh 
bisnis saya ini, itu hanya ekstra dan bonus buat saya. Saya bukan kebalikannya, 
menjual sebuah jasa untuk kemudian di belakangnya membisniskan mereka. Rumusan 
membuat usaha itu bukan untung, tapi untung terus.

Naomi juga mendirikan sejumlah perusahaan. Antara lain bergerak di bidang 
salon, studio foto, dan kafe. Ia juga sering tampil sebagai pembicara.

Sebetulnya Anda pebisnis atau pembicara, sih?
Saya tetap pebisnis, bukan pembicara. Jadi, tiap ada tawaran jadi pembicara, 
saya minta jadi guest speaker saja. Sekarang saya juga sudah tidak mengajar 
motivasi di perusahaan-perusahaan. Pernah juga diminta jadi dosen tamu, tapi 
belum bisa.

Bagaimana awal karier Anda?
Saya mengawali karier dari nol besar. Lulus kuliah, jadi tenaga marketing. Tapi 
karena perusahaan itu masih ada hubungan saudara, banyak sekali fleksibilitas 
yang saya peroleh. Akibatnya, saya tidak dewasa di dalam memutuskan maupun 
mengerjakan sesuatu.

Sejak bangku SMA, saya juga sudah terbiasa mencari uang. Saya ikut tante 
berbisnis jual-beli tanah di Jonggol. Dari hanya membantu administrasi, turun 
ke lapangan, sampai mengerti betul cara mengembangbiakkan uang secara smart. 
Dari situ, saya dapat komisi yang saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Bisa 
dibayangkan, di usia belasan tahun dan masih SMA, saya sudah bisa cari uang 
sendiri dan di "rusak" oleh uang ha... ha.... Akibatnya, ingin cepat selesai 
sekolah karena mau cari uang.

Sempat juga bekerja di perusahan periklanan. Karena ingin punya usaha sendiri, 
saya terjun ke lantai bursa, memainkan uang sendiri di saham komoditas. Saya 
kalah banyak. Uang yang saya kumpulkan, nyaris habis total. Rasanya perih 
sekali waktu itu. akhirnya saya putuskan sekolah lagi di Amerika (ia lulusan 
Marketing Communication University of Portland, Oregon). "Kelebihan" saya 
memang di mulut. Bahkan, saya pernah ditawari jadi pengacara, lho.








Antasari Azhar
(The Wrong Person on the Right Place)

ADHIE M MASSARDI

KALAU Megawati jadi presiden, penjara akan penuh koruptor. Ketika Mega 
benar-benar jadi presiden, kita tahu penjara malah makin sepi koruptor. Kalau 
Yudhoyono presiden, kemiskinan bakal turun dan lapangan kerja meningkat. Ketika 
Yudhoyono benar jadi presiden, kejadiannya terbalik. Kemiskinan naik, lapangan 
kerja turun.

Begitulah. Setelah puluhan kali berpikir positif tentang tokoh tapi hasilya 
negatif, hanya melahirkan penyesalan, kini kita hidup dalam budaya berpikir 
negatif, dengan harapan hasilnya positif. Antasari Azhar adalah salah satu 
“kelinci percobaan” pola berpikir negatif itu, yang di sini dikembangkan 
pebisnis muda cantik Naomi Susan lewat bukunya Be Negative!

Makanya, orang kejaksaan, juga keluarga besarnya, jangan kaget bila salah satu 
kadernya langsung distigma negatif, bahkan bisa disimpulkan sebagai divonis 
“the wrong person on the right place” begitu Komisi III DPR menobatkannya 
sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tapi Ferry Juliantoro, sohib saya yang Sekjen Komite Bangkit Indonesia, menolak 
pandangan itu. “Kalau orang yang selama ini kita duga positif saja faktanya 
negatif, bagaimana pula orang yang sejak awal sudah kelihatan buruk...,” 
katanya bersungut-sungut. 

Sejatinya saya sependapat dengan Ferry. Cuma agar tidak dituduh “trial by the 
Politisiana”, dan merangsang kawan sejawat beliau menjadikan saya pesakitan, 
saya harus menulis pembukaan seperti di alinea atas itu. Namun saya bisa 
menjelaskan kenapa Komisi III lebih memilih Antasari jadi Ketua KPK. Begini. 

Di dunia bisnis dikenal rumus manajemen the right person on the right place. 
Makna harfiahnya kita sudah paham. Di dunia politik rumus ini ditambah ..at the 
right time. Sebab di ranah politik the right person on the right place saja 
tidak cukup. Contoh globalnya Paus John Paul II (1978-2005).

Karol Wojtyla, Paus non-Italia sejak 1523 ini, adalah the right person asal 
Polandia. Naik Tahta Suci (right place) di Vatikan at the right time, karena 
kawasan Blok Soviet sedang bergolak. Sehingga JP II jadi sumber energi moral 
kaum tertindas di sana. Kalau bukan orang Polandia yang jadi Paus saat itu, 
belum tentu kekaisaran komunis Soviet bisa diruntuhkan. 

Nah, karena Komisi III dihuni para ahli hukum, sebagian di antaranya malah 
punya law firm, yang berlaku tentu rumus the wrong person on the right place. 
Orang salah belum tentu bersalah sebelum divonis di pengadilan. Makanya, secara 
naluriah ahli hukum akan membela orang yang menurut kita wrong person (apalagi 
bila uangnya banyak), dan menempatkannya di posisi right place. Antasari Azhar 
diganjar kursi Ketua KPK, verry verry right place karena menyimpan harapan 
banyak orang.

Demonstran senior Bram G Zakir termasuk yang paham soal ini. Dan ia melihat 
Antasari tidak sendirian. Makanya, Bram menantang para surveyor agar 
menyisihkan sedikit laba hasil menyurvei kandidat pilkada untuk meneliti 
sekitar 3000 jabatan strategis (right place) di negeri ini (legislatif, dirut 
BUMN, bupati, gubernur, wapres, presiden dan kabinetnya). Berapa persen yang 
diduduki wrong person?

Ah, tak usah repot-repot survei. Toh hasilnya pasti ini: 9 dari 10 jatabatan 
strategis di negeri ini ditempati orang yang salah. Lebih banyak the wrong 
person on the right place-nya! •

[Non-text portions of this message have been removed]



AKU INGIN BERUBAH ! 

Apakah Anda menderita fobia, insomnia, psikosomatis, mudah pusing, berdebar 
debar, sesak nafas, nyeri ulu hati, leher kaku, sakit mag, dsb. ? 

Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk, mania, kecanduan makan, kecanduan rokok, 
tidur berlebihan, obsesif kompulsif, malas, menunda pekerjaan, lari dari 
masalah dsb. ? 

Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, cemas, panik, 
gugup, bingung, lupa, sedih, sunyi dsb. yang semakin lama semakin buruk dan 
sulit dikendalikan ? 

Apakah Anda merasa semakin terpuruk dan berlarut larut, terperangkap dalam 
"penjara emosi" seperti : malu, fobia, cemas, stress, takut, malas, sedih, 
depresi, rendah diri, rasa bersalah, rasa gagal dsb. ? 

Apakah Anda mulai merasa frustasi, lelah, tidak berdaya, paling bernasib buruk 
dan sangat menderita ?

Apakah Anda ingin cepat berubah ? 

HUBUNGI KLINIK S.E.R.V.O, SEKARANG ! 

Hotline : (021) 554 6009, 5574 5555

Http://klinikservo.wordpress.com/

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke