Yth. pak Agus, Benar pak Agus, apa yang terjadi pada saya dan istri saya juga seperti teman lama bapak tadi. Maaf ini hanya berbagi, semoga Alloh mengampuni saya dan istri saya atas sifat sombong. Pada awal kehidupan rumah tangga kami, kami dihantui oleh perasaan kekurangan yang akan kami hadapi dikemudian hari sehingga saya mencoba mencari pekerjaan atau lebih tepat kegiatan yang bisa menambah penghasilan yang sudah ada. Akan tetapi apa yang kami dapatkan hanya capek, lelah dan frustasi. Hingga pada suatu saat kami mendapat pelajaran dari Alloh yang akhirnya merubah cara melihat kami akan kehidupan ini. Dan hasilnya adalah segala kebutuhan kami telah dipenuhi Alloh SWT, sedangkan kami hanya berusaha biasa yaitu dijalan-Nya tanpa membabibuta. Sekali lagi ini hanya berbagi apa yang kami alami pak Agus, selanjutnya terima kasih.
On 12/23/07, agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Keajaiban Hidup > > Hari Senin lalu saya bertemu dengan seorang teman lama, teman itu > bertutur bahwa hidupnya penuh kejaiban. Disaat dia ingin menikah, > datang jodoh. Disaat dia pengen rumah, rizki datang menghampiri. > Disaat ingin mendirikan sekolah, datang investor. Bagaimana mungkin > semua itu terjadi mas? Katanya. > > Begitulah sunatullah bekerja, jawab saya. Jika kita berpikir hidup ini > adalah keajaiban maka sunatullah bekerja menjadikan hidup kita penuh > kejaiban. Namun jika sebaliknya hidup ini penuh kesusahan maka hidup > kita menjadi susah. > > Wassalam, > agussyafii > > ============================================ > Silahkan kirimkan komentar anda tentang tulisan ini di > http://agussyafii.blogspot.com Atau di sms 0888 176 48 72 > ============================================ > > > -- Jarot Herawanto [Non-text portions of this message have been removed]
