Hidup ini adalah sebuah proses. Hadapilah dengan TEGAR! (Daniel Kurniawan)
  Alkisah ada seorang anak yang baru lulus dari sekolah hendak pergi ke kota. 
Tujuan utamanya untuk mencari pekerjaan. Dan tentu saja merubah nasib. Dia 
hanya seorang anak petani biasa. Setiap hari dia selalu terbiasa dengan hidup 
yang sangat sederhana. Orang tuanya sudah terlalu tua untuk diandalkan. 
Akhirnya menjelang kepergiannya ke kota. Dia pun bertemu dengan bapaknya untuk 
meminta nasehat. ”Bapak, besok subuh anakmu ini mau berangkat mencari kerja ke 
kota. Kiranya bapak mengizinkan aku untuk pergi”. Bapak itu pun berkata,” 
Anakku, bapak tidak bisa membekalimu apa-apa? Tapi sebelum engkau pergi. Bapak 
mau menunjukkan sesuatu kepada kamu.” Si anak pun melihat bapaknya dengan penuh 
tanda tanya. ”Apakah itu, Bapak?”. Si Bapak tidak menjawab. Dia tersenyum dan 
berkata,”Mari ikut aku?”. Lalu dia pun berjalan. Diikuti oleh anaknya dari 
belakang dengan penuh tanda tanya.
   
 Ternyata mereka pergi ke belakang halaman rumah. Disitu ada sebuah pohon tua 
yang sangat besar. Umurnya mungkin sudah ratusan tahun. Mereka pun sampai. Dan 
berdiri persis di depan pohon tua tersebut. Si bapakpun berkata,” Anakku coba 
kau perhatikan pohon tua ini?”. Si anak pun mulai memperhatikan pohon tua itu. 
Yang bisa dilihatnya hanya sebuah pohon tua tidak mempunyai arti. Batangnya pun 
sangat sulit dipeluk dengan mengandalkan seorang diri. Butuh tiga sampai lima 
orang. Pohon ini pun tidak tahu termasuk jenis tanaman apa? Yang  dia tahu 
pohon ini sudah ada sejak dia masih kecil. Bisa jadi sebelum dia lahir. ” 
Bapak, aku tidak melihat yang istimewa dari pohon ini”. Jawab si anak. Si bapak 
pun secara perlahan-lahan mulai mendekati pohon itu lebih dekat lagi. Dan 
tangannya pun menyentuh akar pohon tersebut. Lalu dia pun berkata,” Pohon itu 
begitu kokoh berdiri sampai dengan sekarang. Padahal kita tidak pernah 
merawatnya. Diapun tumbuh secara alamiah. Ketika hujan
 dia pun menjadi basah. Kemaraupun pun dia menjadi kekeringan. Tapi lewat 
proses kehujanan dan kekeringan membuat dia menjadi kokoh dan kuat.”   
  Si bapak memandang wajah anaknya dengan penuh arti. Sambil melanjutkan 
perkataannya,” Setiap kali kamu menghadapi persoalan ketika kamu di kota. 
Ingatlah pohon ini? Dia bisa melewati semuanya dengan baik. Walaupun kamu 
mengalami persoalan besar sekalipun. Itu semua menjadikan kamu lebih kuat dan 
tegar. Tidak terhempas oleh angin yang besar. Andalkan Sang Pencipta untuk 
membantu hidupmu. Bila engkau hanya mengandalkan dirimu sendiri dan orang lain 
itu hanya bersifat sementara. Kamu lebih banyak kecewa. Tapi bila engkau 
mengandalkan Sang Pencipta kamu tidak pernah kecewa.” Si bapak pun mengakhiri 
percakapan dengan si anaknya. Si anakpun mulai mengerti. Bahwa di kota nanti 
dia harus siap menghadapi setiap kesulitan. Dan hanya mengandalkan Sang 
Pencipta dia pasti berhasil meraih impiannya.  
  Para pembaca yang budiman,
  Dalam kehidupan kita zaman sekarang ini. Kita selalu teransang untuk mencapai 
kesuksesan secara cepat. Istilah kerennya secara instan. Tanpa mau bersusah 
payah. Padahal kita semua tahu bahwa ada satu hukum alam yang tidak mungkin 
kita hindari yaitu hukum proses. Coba ingat ketika kita masih bayi. Kita pun 
mulai dari belajar merangkak. Lewat proses jatuh bangun beberapa kali. Mungkin 
bisa juga ratusan kali. Kita baru bisa belajar berdiri. Setelah kedua kaki kita 
kokoh dan kuat. Barulah kita mulai melangkah. Mulai dari satu, dua, tiga sampai 
proses melangkah lancar. Barulah kita mulai bisa berjalan. Setelah kita lancar 
berjalan, maka kita berlari, memanjat, melompat dan semua aktivitas lainnya 
yang bisa kita lakukan. Apakah semuanya secara instan? Jawabnya pasti. Tidak!. 
Semuanya lewat sebuah proses perjuangan.  
  Pertanyaan saya, bagaimana supaya kita bisa melewati proses kehidupan ini 
secara kuat dan kokoh? Tentu saja kita harus siap menghadapi setiap kesulitan 
yang datang. Bukan menghindarinya. Lihat saja batu karang yang keras. Bisa 
tembus lewat proses tetesan air secara terus menerus. Dengan diuji membuat  
mental kita menjadi kuat. Disinilah timbul kekuatan mental kita seperti 
keberanian, keuletan, kesetiaan, dll. Dan satu lagi yang membuat kita kuat 
adalah kita harus mempunyai mentor. Orang yang siap memberikan masukan bagi 
setiap kemajuan kita. Mentor yang paling setia adalah orang tua kita. Merekalah 
pendorong buat kita lebih maju. Kita pun bisa memilih mentor, orang yang sudah 
mempunyai prestasi dan reputasi dibidang yang kita geluti. Tidak hanya 
memberikan kritikan. Tapi dia juga mampu membimbing kita menjadi sukses. Dan 
tak lupa sang mentor sejati adalah Sang Pencipta sendiri. Kita harus selalu 
mendengarkan nasehatnya. Melalui doa secara rutin. Tak lupa kita bersyukur
 atas permberiannya setiap hari.
  Sudah siapkah anda mengarungi samudera kehidupan di tahun 2008?  
 
 
 

Daniel Kurniawan
[Mind Educator]
www.rumahmotivasi.com
       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke