asep_s <[EMAIL PROTECTED]>  wrote

Posted by: atikah muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                           
    terima kasih kang abu

tapi...bukan masalah pribadi yang kuangkat
tapi...yang tampak dihadapan mata atas apa yg terjadi dgn pelaku dakwah.

hanya harapan tinggi dan doa...untuk diri ini dan teman2x
kiranya mengingat lagi terus mengingat bahwa adab kita sgt penting.
kiranya rasul kita berdakwah dgn akhlaknya yg penuh pesona. bahasa tubuh yg 
menyenangkan dan terbuka, tutur kata yg menyejukkan, diam kala marah saat 
kebersinggungan terjadi, dan bukan makian atau umpatan.
berat memang....!

kalau gak berat...tentu hadiahnya juga bukan surga !

Ya allah...muliakan akhlak kami 
tetapkan hati ini diatas dinMu.

abu fauzan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                          
Salam keprihatinan,
 Betul mba Atikah,
 kalau saya sih, berprinsip...
  
 "Untuk apa pandai ilmu agama, bila bicara saja sering menyakiti hati orang...
  Untuk apa pandai bicara, bila sikap dan prilakunya sering menyakiti hati 
orang...
  Untuk apa jadi ikhwan atau akhwat, kalau masih seperti itu...
  Untuk apa dakwah, kalau malah memperburuk citra dakwah itu sendiri...
  Sungguh, seharusnya para pendakwah, dai, ustadz, dll. seharusnya benar2 peka 
dan menjaga hal yang satu itu."
  
 mba Atikah,
 Semoga, siapapun yang pernah menyakitimu,
 Tidak lain, dan tidak bukan, karena mereka masih belajar, dan belum  paham...
 Semoga, bukan kesengajaan...
 Karena saya yakin, mereka adalah juga orang2 yang baik dan sholih/ah...
  
 Maaf, kalau ada yang salah..
 Maaf, kalau ada yang tersakiti..
 Mari selaing menasehati dalam kebaikan dan kebenaran. Amiin...
  
 Sincerely Yours,
 Abu Fauzan.


 ----- Original Message ----
From: atikah muhammad [EMAIL PROTECTED]
To: 
Sent: Saturday, December 22, 2007 7:33:27 PM
Subject: Tar-Com>> Duh Gusti Yang Penuh Pesona

   
Duh Gusti Yang Penuh Pesona
 Kemana indahnya adab2x itu ?
  
 Alih2x menyampaikan yang benar, tp yang keluar menyakitkan.
 Berjalan tak menyapa, menegur pun enggan, memberi salam apalagi.
 Senyum seperti ada tarifnya....
  
 Kemana akan berada dakwah ini Gusti...
 padahal kekasihMu, terhadap yahudi saja penuh  kasih dan penghormatan. ..
  
 Lidah ini...kadung sering nyakiti Gustiku....
 Bahasa tubuh ini kadung sering mengusir orang hingga mereka enggan dengar 
kebenaranMu. 
  
 Kemana akhirnya dakwah ini Gusti...
 Jika krn kesal sedikit...kami enggan bersabar dan tetap mengurai senyum.
 Jika terhadap saudara kami sering hasut sering dengki sering ketus sering 
memojokkan demi sebuah argument.
  
 Kemana Dakwah ini akan pergi Duhai Gusti...
 tentu...bukan kepada hati yang keras dan bebal...
 bukan pada ilmuwan dan nglindur pandai berkata pandai pula menjelekan.
  
 Biar hati yang lembut jiwa yang penuh pesona Lidah yang membuat rasa aman dan 
adab2x yang mempesona lainnya. hingga orang tak lari dari kami.
 jadikan kami disini....yang pantas didatangi kebaikan2xMu Gusti...!
  
  
   

---------------------------------
 Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.  


 



       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?   Find them fast with Yahoo! Search.
     
            
           

---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.  
     
                               

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke