Niccolo Paganini, seorang pemain biola terkenal di abad 19 tengah memainkan 
konser tunggalnya yang dipadati oleh para penggemarnya. Di tengah suasana 
konser yang kian menghangat, celaka, tiba-tiba salah satu senar biolannya 
putus! Keringat dingin mulai membasahi dahi Paganini, tapi dia tetap meneruskan 
permainan lagunya dengan senar yang tersisa. 

Kejadian selanjutnya sangat mengejutkan. Senar biola yang lainnyapun mulai 
putus satu per satu, hingga hanya tertinggal satu senar… Ketika para penonton 
melihat dia tetap memainkan lagunya dengan satu senar, merekapun berdiri, 
bertepuk tangan, & berujar "hebat... hebat...". 
Namun para penonton menyadari bahwa tidak mungkin Paganini dapat memainkan 
bagian akhir lagunya hanya dengan satu senar yang tersisa. Dan Paganini pun 
tahu betul akan hal itu, namun senar-senar yang putus tadi tidak mungkin 
tersambung kembali. 
http://www.AsianBrain.com/index.php?aff_code=986035
Akhirnya Peganini menarik napas dalam-dalam, memberi hormat pada penonton dan 
memberi isyarat kepada dirigen orchestra. Ia telah memutuskan untuk memainkan 
bagian akhir lagunya hanya dengan satu senar! Dengan mata berbinar ia berteriak 
"Paganini dengan satu senar.!!!" Kemudian ia menaruh biola di dagunya, dan ….ia 
berhasil memainkan bagian akhir lagu tersebut dengan sangat indah….. 

Hidup kita terkadang bagai senar yang putus, dipenuhi oleh persoalan, 
kekhawatiran, kekecewaan & kegagalan. Dan kita seringkali mencurahkan banyak 
waktu untuk memikirkan kembali senar yang putus tadi. 

Apakah Anda masih memikirkan "senar-senar" yang putus dalam hidup Anda? . 
Apakah senar terakhir nadanya tidak merdu lagi?? 

Jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya tadi. 
Mainkanlah senar terakhir itu semerdu mungkin……..
  Diambil dari "Secangkir Kopi" Leadership Mass Market PT. Bank Danamon 
Indonesia, Tbk
  http://www.AsianBrain.com/index.php?aff_code=986035
   

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke