Maaf Pak Agus, dalam kisah ini kok saya menangkap kalau si ibu hanifah ini 
kurang profesional ya? (apa hanya perasaan saya sendiri saja?) Misalnya ketika 
si ibu ini menyatakan, gajinya sudah cukup besar, sayang bekerjanya sama org 
Cina...apa salahnya bekerja dengan orang Cina, apakah itu dosa? Bagaimana 
dengan jutaan umat Muslim lainnya yang bekerja dengan org dengan org Cina? 
Kalau si ibu sebagai seorang pimpinan bank mau menarik seorang karyawan menjadi 
staffnya, saya rasa bukan begitu caranya, masih banyak kata2 'pantas' 
lainnya....  Pantas saja negara kita ga pernah akur satu sama lainnya, selalu 
saja membeda2kan suku ini, ras itu, agama itu dan ini.... Mungkin ini sebagai 
cermin dan pelajaran juga buat kita semua agar mindset kita dirubah untuk ke 
depannya, jangan memandang sesuatu dari satu sisi saja. Untuk Pak Agus, maaf 
ini hanya sedikit opini dari saya saja, bukan saya memihak ras tertentu karena 
saya berasal dari ras tsb, karena saya juga wong jowo asli n muslim
 ...terima kasih...


agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Saat Cinta 
Berlabuh di Bank Syariah
 
 Sumber, http://alihozi77.blogspot.com
 
 (Kisah nyata perjalanan penulis bergabung dengan bank syariah)
 
 Oleh : Alihozi
 
 Pada bulan Juni 2001,saya mendapat panggilan untuk mengikuti test
 kerja di salah satu bank syariah ternama di daerah Jakarta, waktu itu
 saya masih bekerja di perusahaan retail besar milik etnis tionghoa
 yaitu Indomaret sebagai senior staff accounting & tax. Saya
 mempersiapkan sebaik mungkin untuk mengikuti test di bank syariah tsb,
 dengan membaca buku – buku yang membahas bank syariah dan buku pertama
 mengenai bank syariah yang saya baca berjudul "Pengantar Ekonomi
 Islam" karya Ibrahim Lubis.
 
 Sebelum membaca buku tsb saya termasuk orang yang masih meyakini bahwa
 bunga bank adalah bukan riba yang diharamkan Allah, SWT karena waktu
 itu saya sudah membaca tulisan – tulisan karya sebagian Ulama yang
 tidak mengharamkan bunga bank. Setelah membaca buku karya Ibrahim
 Lubis tsb, fikiran dan hati saya menjadi sadar , dengan argumentasi
 yang meyakinkan Pak Ibrahim Lubis menjelaskan bahaya bunga bank bagi
 ummat manusia. Beliau mengatakan "Bahwa orang yang menghalalkan bunga
 bank dengan dalih bunga bank untuk membayar biaya operasional bank
 seperti untuk membayar gaji karyawan , biaya sewa kantor adalah tidak
 tepat karena bunga bank bisa menimbulkan masalah besar bagi ummat
 apabila situasi ekonomi tidak stabil misalnya bencana alam, kebakaran
 atau krisis ekonomi.
 
 Adalah tidak adil apabila orang yang sedang mengalami musibah karena
 bencana alam atau karena hal lainnya harus terus menerus membayar
 bunga keterlambatan pembayaran (compund interest ) kepada bank tempat
 ia meminjam"
 
 Pada hari yang ditentukan kira – kira sekitar bulan Juni 2001, saya
 mengikuti test perbankan syariah ,setelah saya dinyatakan lulus test
 tertulis mengenai perbankan syariah , saya mengikuti test wawancara
 pada sore hari sekitar awal bulan febuari 2002 dengan pimpinan bank
 syariah cabang fatmawati yang waktu itu dipegang oleh Ibu Hanifah
 Hussein. Ada hal yang berkesan pada saat itu yang selalu saya ingat
 sampai sekarang, pada saat saya menunggu dipanggil wawancara oleh Ibu
 Hanifah Hussein, saya dibelikan makan malam oleh bank syariah. Selama
 ini saya sudah sering mengikuti berbagai test wawancara di perusahaan
 – perusahaan, baru saat itu saya dibelikan makan malam oleh bank
 syariah, memang kalau dilihat harganya tidak mahal tetapi perhatiannya
 itu yang sangat membuat saya berkesan karena waktu itu saya memang
 lapar setelah kesasar waktu mencari alamat bank syariah tsb di jalan
 RS Fatmawati.
 
 Berikut ini wawancara saya dengan Ibu Hanifah Husein yang masih saya
 ingat :
 
 " Saudara Ali , sebelum ini kamu bekerja di mana " kata bu hanifah
 memulai wawancaranya.
 
 "Saya bekerja di Indomaret"
 
 "Kamu disana sudah di gaji berapa ?" ucap bu hanifah sambil
 memperhatikan saya
 
 " Rp.1.100.000.-" jawab saya
 
 " Sudah lumayan besar ya, tetapi sayang kamu bekerja dengan orang cina
 kalau kamu bekerja di sini kami hanya bisa menggaji kamu Rp.590.000,-
 tetapi kamu disini bisa ikut berjuang menegakkan ekonomi syariah di
 Indonesia"
 
 Setelah selesai wawancara , sepanjang perjalanan pulang saya menjadi
 bimbang karena gaji yang diberikan di bank syariah sangat kecil
 padahal istri saya sedang hamil anak yang kedua. Hal ini saya
 bicarakan dengan keluarga di rumah, atas saran istri dan mertua saya
 akhirnya saya memutuskan untuk pindah kerja dari Indomaret ke Bank
 Syariah pada tanggal 7 Febuari 2002. Bagian personalia bank syariah
 seperti tidak percaya kalau saya memutuskan pindah dari Indomaret ke
 bank syariah alasannya karena gaji yang diberikan bank syariah lebih
 kecil daripada gaji di Indomaret. Saya bilang kepada bagian personalia
 untuk meyakinkannya kalau Allah, SWT memberikan rezeki itu tidak hanya
 dari gaji bekerja di perusahaan.
 
 Memang tahun – tahun awal saya bekerja di bank syariah agak berat
 dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Tetapi sekarang tahun
 2008, setelah saya menjalani pekerjaan di bank syariah selama 6 tahun
 seiring dengan pertumbuhan bank syariah tempat saya bekerja semakin
 pesat saya merasakan keberkahan hidup dan kesejahteraan hidup saya dan
 keluarga saya meningkat, bisa memiliki rumah yang diberikan bank
 syariah dan kendaraan motor yang diberikan koperasi karyawan tempat
 saya bekerja. Walaupun saya masih membayar dengan mencicil ke bank
 syariah yang terpenting adalah saya dan keluarga saya sudah tidak lagi
 tinggal di rumah kontrakkan yang sering bocor waktu musim hujan dan
 banyak binatang kelabangnya
 
 Sebenarnya ada yang paling berharga daripada gaji , rumah dan motor
 itu semua yakni kepuasan batin yang tidak bisa diukur dari besarnya
 gaji ataupun materi lainnya karena di bank syariah saya lebih leluasa
 menjalankan ibadah agama islam di kantor, suasana kekeluargaan yang
 sangat erat antara sesama teman di kantor., bisa menimba ilmu
 perbankan syariah dan bisa membantu mensosialisasikan perbankan
 syariah di tanah air. Hal – hal inilah yang menyebabkan rasa cinta
 saya bekerja berlabuh di bank syariah, yang mana rasa cinta itu tidak
 ada ketika saya bekerja di Indomaret selama 6 tahun juga,dari tahun
 1996-2002.
 
 Saya memanjatkan puji syukur kepada Allah, SWT atas segala nikmat yang
 telah diberikan kepada saya dan keluarga selama saya bekerja di bank
 syariah dan memohon kepada Allah, SWT agar selalu bisa mensyukuri
 nikmat – nikmat-Nya. Amiin
 
 Sumber, http://alihozi77.blogspot.com
 
 Salam Cinta,
 agussyafii
 
 
     
                                       

       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke