Kehidupan ini seperti air yang mengalir. Mengalir sampai titik batas akhir dia 
mengalir. Sebagian orang hanya sekedar mengikuti arus kehidupan ini tanpa tahu 
untuk apa semestinya dia dilahirkan di muka bumi ini. Mereka hanya mengalir, 
mengalir dan mengalir. Sampai ketika mereka sampai pada muara kehidupan 
masing-masing, aliran itupun berhenti seiring dengan hembusan nafas terakhir 
tanpa dia mengerti kenapa aku diciptakan. 
Sebagian yang lain mulai bertanya-tanya. Seiring dengan berkembangnya organ 
berpikir, dia pun bertanya-tanya, kenapa aku berada di sini mengalir bersama 
yang lainnya. Pasti ada hikmah sehingga Tuhan menciptakan dia bersama-sama 
orang yang mengalir tadi. Suatu proses berpikir yang menunjukkan kelebihan 
seorang manusia dibandingkan ciptaan Allah yang lain.
Proses pencarian pun dimulailah. Dengan cara yang macam-macam sesuai 
perkiraannya bahwa ini adalah cara yang paling tepat untuk mencari jati dirinya 
sebagai manusia. 

Selengkapnya:
http://oaseilmu.wordpress.com/2008/05/25/kenapa-aku-hidup/



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke