Mengapa Muslim Tidak Bisa Bersatu?
Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS
Jakarta, 28 Januari 2002 / 14 Zulqaidah 1422
 
 
A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina 
Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin
 
Ati’ullaha wa ati’ur rasula wa ulil amri minkum. ” (An-Nisaa 4:59) “Patuhlah 
kepada Allah SWT, patuhi Rasulullah SAW, dan patuhi pemimpin kamu.” Wa 
minallahit tawfiq

“Keberhasilan hanya datang dari Allah SWT.”
Mengapa umat Islam sekarang tidak bersatu?
 
Kalimat tauhid, La ilaha ilallah Muhammadan Rasulullah yang kita ucapkan 
mengandung pengertian yang sangat dalam. Dengan mengucapkan kalimat itu, kita 
berarti mengadakan hubungan dengan Allah SWT dan kepada Rasulullah SAW. Kalimat 
inilah yang menyatukan umat Islam, jika hal ini dilanggar akan mendapat hukuman 
dari Allah SWT. Tidak hanya di mulut saja, sebenarnya semua yang terkandung 
dalam sunnah Rasulullah SAW menjadikan umat Islam bersatu.
 
Ketika kita salat, di lain waktu kita menipu orang, bagaimana Muslim bisa 
bersatu. Pada saat naik haji di mana setiap orang berpakaian putih. Semua 
mengatakan bahwa kita sama. Padahal tidak demikian. Awliya Allah mengetahui 
bahwa pakaian itu hanya untuk menutupi tubuh kita saja, mereka tahu apa yang 
ada di dalam hati kita. Itu bukan pakaian ihram namanya. Namun Allah SWT 
membersihkan mereka dan juga padang Arafah ikut mensucikan mereka dari segala 
macam kotoran dalam hatinya.
 
Jika kita mengucapkan kalimat tauhid dengan sebenarnya kita akan memperoleh 
Samudra Ketauhidan, bahrul tauhid yang sebenarnya. Inilah yang menyatukan umat 
Islam.
 
Sekarang ini pemerintah Arab Saudi memberlakukan peraturan haji yang 
bermacam-macam. Mereka memilah-milah padang Arafah sesuai dengan ongkos naik 
hajinya. 
Yang ini untuk ONH biasa, yang itu untuk ONH plus, dan yang lain untuk ONH 
plus…plus dan seterusnya. Apakah kamu pikir Allah SWT menilai mereka 
berdasarkan hal itu, apakah ini suatu keadilan?
 
Selain itu mereka juga menetapkan suatu kuota haji yang membatasi jumlah jemaah 
dari suatu negara untuk melaksanakan hajinya. Siapa yang bisa menjamin mereka 
akan dipanjangkan umurnya hingga tahun depan, sementara itu haji merupakan 
rukun Islam kelima yang harus dipenuhi oleh mereka yang mampu. Allah SWT Yang 
Mahaagung telah mencukupkan padang Arafah sebagai tempat berkumpul dalam 
menunaikan haji.  
Tempat itu tidak akan pernah kekurangan walaupun 10 juta orang memenuhinya.
 
Pada masa Rasulullah SAW segala peraturan itu tidak ada. Tidak ada kelas-kelas 
tertentu, semua orang sama dan dengan demikian Muslim dapat bersatu. Kalimat 
tauhid adalah bendera persatuan umat Islam, bersama-sama dengan hati yang 
teguh. Pada saat itu Allah SWT mengangkat derajat kita. Pada awal penciptaan 
manusia, malaikat merasa keberatan, untuk apa Allah SWT menciptakan makhluk 
yang akan berbuat kerusakan di muka bumi. Namun Allah SWT memerintahkan mereka 
untuk bersujud kepada Adam AS dan mereka langsung bersujud.
 
Mereka begitu suci. Bila kita bersih seperti malaikat, kita mendapat cahaya 
Ilahi, maka kita akan bersatu. Bayangkan, dua orang saudara di tempat yang 
sama, mereka saling bertengkar, berselisih paham.Hal ini juga terjadi pada 
pasangan suami-istri, ayah dan anak tidak bisa akur. Ego menguasai mereka.
 
Rabiah al-Adawiyyah QS menjadi wali bukan karena ibadahnya, tetapi karena 
kemampuannya mengontrol ego. Suaminya biasa pulang dalam keadaan mabuk, namun 
ia tetap menyambutnya dan membersihkan tubuhnya. Ketika suaminya minta air, ia 
mengambilkannya, tetapi ketika ingin diberikan, suaminya telah tertidur oleh 
karena itu ia tetap menunggu sampai suaminya bangun dan ia dapat memberikan air 
itu kepadanya.
 
Demikianlah ia menjadi suci dari pengaruh ego. Ia mematuhi Allah SWT dan sangat 
memahami arti dari surat an-Nisa': 34. Allah SWT memberinya berkah yang lebih 
banyak dibandingkan yang didapat suaminya. Sekarang para wanita bertanya 
mengapa pria diciptakan dengan status yang lebih tinggi daripada wanita.
 
Tidak seperti Rabiah al-Adawiyyah QS. Dan ucapan seperti itu akan mempengaruhi 
kita.
Allah SWT menguji mereka dengan mengirimkan kesulitan. Dan dibalik ujian ini, 
sebenarnya Allah SWT sangat menyayangi kita. Ujian itu adalah untuk melihat 
keteguhan hati kita dan tanpa ujian, bagaimana kita bisa mengalami kemajuan.
 
Allah SWT mengirimkan Iblis untuk menggoda manusia, bukan para wali. Bila wali 
yang diturunkan itu terlalu mudah, seperti halnya ketika Allah SWT mengirim 
Iblis kepada Nabi Adam AS, bukannya malaikat. Nabi Adam AS mewakili seluruh 
umat manusia.
Allah SWT mengujinya dengan memberi hubbul khulud
.
Umat manusia senang sekali dengan umur yang panjang dan keinginan untuk 
menggapai apa saja. Allah SWT mengetahui bahwa manusia selalu menginginkan 
lebih bahkan mereka ingin hidup selamanya. Bahkan ketika Allah SWT telah 
memberikan seluruh Surga pun, Nabi Adam AS masih menginginkan pohon itu, 
sehingga tidak ada artinya seluruh Surga bila pohon itu belum dimilikinya.
 
Kelemahan kita adalah, kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah kita 
dapat dan lebih menginginkan yang dimiliki orang lain. Kalau begitu bagaimana 
Muslim bisa bersatu. Setan selalu berusaha mendatangi dan menggoda manusia 
sebagaimana yang telah dilakukannya kepada Nabi Adam AS.
 
Ketika Allah SWT menyuruh malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam 
AS, malaikat langsung bersujud walaupun pada awalnya mereka keberatan mengenai 
penciptaan manusia ini. Mereka tahu makhluk ini nantinya akan berbuat kerusakan 
di bumi. Begitu Allah SWT memberi perintah, mereka langsung mengerjakannya.
 
Dengan demikian segala persoalan menjadi selesai. Kita juga bisa meniru hal 
itu, yaitu dengan menerima perbedaan yang ada pada orang di sekitar kita. Kita 
harus bisa menerima kekurangan orang lain, saling menghormati dan memberi 
nasihat. Dengan demikian kita akan bersatu.
 
Mengapa awliya bisa bersatu? Karena mereka tidak pernah berselisih satu sama 
lain.
Mereka mengerti betul makna kalimat tauhid yang pada dasarnya merupakan sebuah 
kontrak antara roh dengan Tuhannya. Jika kita juga bisa memahami makna kalimat 
tauhid dengan benar, Allah SWT akan menyatukan kita.
 
Allah SWT akan selalu menyelamatkan Islam sebagaimana janji-Nya terdahulu, 
bahwa Islam tidak akan pernah hancur. Setiap Muslim harus menghormati kontrak 
antara roh dengan Tuhan, ketika Allah SWT bertanya, “Siapa Aku dan Siapa 
engkau?” Dan semua menerima bahwa Allah SWT adalah Tuhan mereka dan mereka 
adalah hamba-Nya.
 
Awliyaullah tidak akan membiarkan muridnya berputus asa. Setiap malam mereka 
selalu mendatangi rumah pengikutnya. Sadarilah bahwa setiap murid yang telah 
berbay’at, rumahnya akan selalu dikunjungi awliya. Bagaimana kamu bisa 
mengunjungi makam Rasulullah SAW, namun kalian tidak menghormati orang lain? 
Jika kalian mempunyai pikiran buruk terhadap sesama Muslim, Kamu masih saling 
benci, saling dengki, dan membicarakan keburukan orang, bagaimana mungkin umat 
Islam akan bersatu?
 
Di masa Rasulullah SAW ada seorang yang dijanjikan akan masuk Surga. Sayyidina 
‘Umar RA mengamati orang itu selama 3 hari. Dari pengamatannya Sayyidina ‘Umar 
RA menyimpulkan tidak ada yang istimewa dalam ibadahnya, beliau jadi heran dan 
bertanya kepada orang itu, apa yang dilakukannya sehingga ia dijamin akan masuk 
Surga. Orang itu menjawab bahwa setiap hari sebelum tidur ia selalu berniat 
untuk memaafkan semua orang yang telah menyakitinya, tidak hanya dengan mulut 
tetapi juga dengan hati yang tulus.
 
Kita bisa melakukan hal yang lebih baik darinya, yaitu mendoakan mereka, 
beristighfar atas nama mereka dan berdoa kepada Allah SWT agar pahala yang 
didapatnya dianugerahkan kepada mereka, semuanya. Inilah adab yang diajarkan 
dalam tarekat. Jika tidak, kapan kita akan bersatu?
 
Mengapa para awliya mengajarkan tarekat? Sebenarnya adalah untuk menanamkan 
disiplin diri terutama untuk menghilangkan hasad, benci dan kemarahan. Semoga 
Allah SWT mengampuni kita dan membimbing kita ke jalan yang benar. Bi hurmatil 
habib, Bihurmati Faatiha!

Wa min Allah at Tawfiq

Wasalam, arief hamdani
www.mevlanasufi.blogspot.com
HP. 08881335003, 0816830748


      

Kirim email ke