Dear anggota milis Taman Bintang,

Saya mulai menyadari bahwa sdr. Leonardo Rimba ini sdh banyak mengirimkan
emailnya ke milis ini dan hampir semua bersifat SARA, terutama memojokkan
Islam. Setelah komentar saya pada email terdahulu, saya menemukan beberapa
email lagi dari sdr. Leonardo ini yang perlu saya komentari.

Salah satunya dari email yang berjudul CARA BERSANDAR. Saya kutip
tulisannya:

Ketika kita asumsikan KIBLAT itu adanya di Mekkah, kita akan mencak2
ketika
banyak orang ternyata berkiblat ke New York City, atau London, atau Paris,
atau Jakarta, Surabaya, Pantai Kuta, Pantai Senggigi, Pantai Ancol, dsb...

Kalau kita asumsikan KIBLAT itu adanya di dalam diri / jiwa setiap
manusia,
maka kita akan merasa oke2 saja ketika orang2 menemukan dirinya yang
sejati.

Nah, what is KIBLAT itu, by the way ? Kiblat is ORIENTATION
(orientasi, cara
pandang, cara melihat, sudut pandang). Cuma sudut pandang belaka, cuma
kiblat belaka. So, biarkan saja orang2 itu berkiblat kemana-mana. Mereka
punya mata tho ?

Sdr Leo ini mungkin belum pernah membaca Al Quran, walaupun dalam
pengakuannya dia bilang bawa "I am not a moslem anymore" yang artinya dia
tadinya Islam. Kiblat memang jelas-jelas orientasi tapi dalam beragama
kita
membutuhkan orientasi ini walaupun lokasinya tidak perlu disakralkan
berlebihan. Buktinya kiblat Islam tadinya diarahkan di Jerusalem (baitul
maqdis) dan kemudian dipindahkan ke Mekkah. Saya kutip salah satu ayat
dalam
al Quran:

[2:142] Orang-orang yang kurang akalnya {93} diantara manusia akan
berkata:
"Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul
Maqdis)
yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan
Allah-lah timur dan barat; Dia memberei petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus {94}". (AL BAQARAH  ayat 142)

Ini menunjukkan bahwa tidak ada pensakralan lokasi dan kiblat MEMANG untuk
ORIENTASI. Cuman sayangnya interpretasi kiblat yang dituliskan di Al Quran
sangat berbeda dengan interpretasi sdr Leo ini. Jadi saran saya, cobalah
banyak-banyak membaca supaya tidak salah dalam membuat

Satu lagi dari email yang berjudul: DI TAMAN FIRDAUS TAK ADA PERNIKAHAN

Email ini sangat MERENDAHKAN Tuhan. Saya jadi sangat yakin sdr. Leo ini
tidak pernah membaca Al Quran, apalagi mengamalkannya. Karena yang ditulis
itu sama sekali tidak menjelaskan kondisi Adam dan Hawa seperti tertulis
dalam Al Quran. Jadi kalau kita tidak pernah membaca kitab suci, sebaiknya
tidak mereka-reka dengan fantasi sendiri. Sekali lagi, saran saya, cobalah
banyak-banyak membaca supaya tidak salah interpretasi. Dan kalau tidak
sependapat dengan apa yang tertuang dalam agama janganlah memaki,
menjelek-jelekkan agama, karena mungkin anda yang salah dalam
menginterpretasikannya.

Salam 

Rayi

Kirim email ke