seperti biasa..diambil dari berbagai sumber...semoga bisa menghibur...
Cabin Anouncement Oleh Waria yang Jadi Flight Attendant atau Pramugari

Ledis en jentelmen, bekudis tempel semen, sesuai peraturan
penerbangan, jadi eike mawar kasi liat cara pake itu sabuk yang ada di pinggang
yey, baju buat mengapung-apung, dan masker oksigen dikala napas sesek.


Biar yey nantinya bisa selamet, coba sini diliat dulu cara pasang itu sabuk
yang melilit di pinggang yey, cara ngunci biar gak gampang lepas, ngencengin,
dan ngelepasinnya.


Baju ngapung ada di bawah kursi yang yey dudukin, jangan dipake kecuali nanti
mas kapiten ngajak berenang bareng. Eit..jangan lupa, itu barang jangan yey
pindah-pindahin yaa, apalagi dibawa pulang buat pajangan salon. Yang ketauan 
sama eike, bakalan ditabok kanan kiri
atas bawah depan belakang deh ih...



Cara make'nya, itu baju dikalungin di leher yey, ati ati kekencengan tar gak
bisa napas. Makanya kudu ati-ati deh yah.



Biar bisa ngapung, yey tarik itu pencetan warna merah delima, atau yey tiup itu
pipa nya. Kalo nanti keluar lewat jendela darurat, itu baju apung dikembangin
pas di luar aja deh, nanti mampet di jendela karena gak muat.



Aihh.. ampe kritiing tangan eike narikin pencetannya keras amirr...gimana sih
nih...



Eh, asal yey semua pada tau ya, ini pesawat ada dua pintu darurat di depan, ada
dua di belakang, dan ada dua lagi jendela darurat di tengah-tengah. Jadi
keluarnya jangan rebutan ya.



Kalo nanti tiba-tiba napas sesek dan bukan karena sabuk yang di pinggang
kekencengan bukan pula karena salah masang pelampung, masker oksigen bakalan
nongol dari atas kepala yey, tarik aje dah trus napas kayak biasa.



Kalo ada anak kecil, yey yey yang ude tuwir mesti nolongin anaknya dulu
baru yey pake sendiri.


Kartu gambar biar selamet ada di kantong kursi di depan yey duduk, silakan
dibaca dan dihayati dengan seksama yaaah. Endang sukamti cintya lamusu,
terimakasi God blesss...yuuu... mariii.




 

 

 Lubang Yang Bikin Ngos-ngosan



Dua orang cowok sedang mabuk lagi main tebak-tebakan...

Cokhy : Hei man gua punya tebakan!



Cokho : Apaan man??...


Cokhy : Lubang apa yang bikin kite ngos-ngosan?


Cokho : Lubangnya cewek kali!


Cokhy : Loe ini mabuk ya? Salah bego!!


Cokho : Loe kan
juga mabuk, apa donk??...


Cokhy : Jawabnya, lubang-un tidur mimpi dikejar setan bego!!!


Cokho : ????????????









 

 

Kenapa Mayat Dibungkus Kain Putih

Seorang anak kurang ajar berkata pada ayahnya:


Anak: "Yah kenapa mayat koq dibungkus kain putih?"

Ayah: "Ya.... karena kain putih itu murah, lagipula hanya untuk
mayat..."

Anak: "Salah yah."

Ayah: "Lalu???"

Anak: "Karena kalo dibungkus kain hijau dikira arem-arem"


 

Kuda dan Koboy yang Tak Hanya Bicara

Pada suatu hari ada seorang koboy yang melarikan diri
kedalam hutan setelah merampok bank dengan mengendarai kuda,pada saat dia baru
masuk hutan sang koboy bertemu dengan seekor macan,lalu simacan menyapa
"Halo boy", dengan spontan sikoboy menjawab "Halo juga". 


Lalu sikoboy melajukan perjalanannya kedalam hutan dan tak lama kemudian
sikoboy bertemu dengan seekor ular,lalu siular menyapa sangkoboy lagi"Halo
Boy",lalu sikoboy menjawab dengan sepontan "Halo-halo",sambil
bingung (kenapa binatang disini pada bisa ngomong)sikoboy melanjutkan
perjalanan. 


Tak lama kemudian sikoboy bertemu lagi dengan seekor monyet,dengan sapaan yang
sama simonyet

"Halo Boy" lalu sikoboy menjawab "Halo-halo-halo". 


Sambil melanjutkan perjalanannya sang koboy bertambah bingung,lalu dengan
tiba-tiba sikoboy menghantikan laju kudanya,karena bingungnya sikoboy bicara
sendiri,


"Gua bingung kok kenapa binatang yang ada dihutan ini pada bisa
ngomong????"


Setelah sikoboy bicara sendiri lalu sikuda menoleh sambil nyengir kearah
sikoboy dan berkata,

"TAU NIH GUA JUGA BINGUNG hihhihihihih". 






??????????????????????????????????



  


Maaf Pak Pendeta sama pak Kiai

Suatu hari
seorang pendeta dan seorang kiai pergi bareng ke kota. Tiba-tiba turun
hujan yang disertai badai dan angin puyuh serta petir. Kemudian terdengar petir
menggelegar. 

Pendeta : "Haleluyah..." (karena kaget dia berdoa ke Tuhannya) 

Karena kaget juga mendengar ucapan ini, kiai berkata ke sang pendeta 

Kiai : "Maaf pendeta... tadi bukan haleluya, tapi halilintar..."

Tibalah keduanya di terminal menuju suatu kota,
sehingga keduanya akan menaiki bis... Pada saat akan naiki bis. 

Kiai : "Bismillah..."

Pendeta : "Maaf kiai... ini bukan bismillah,... ini bis kota..."

 

 
Robby Nuzly, S.Si., Apt. 
Direktorat Pengawasan ProduksiProduk Terapetik dan PKRTBadan Pengawas Obat dan 
Makanan RIJL. Percetakan Negara No. 23 JakartaE-mail:[EMAIL PROTECTED]





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke