Menjaga Ikatan Emosional Nasabah Bank Syariah
Untuk Memperbesar Pangsa Pasar Bank Syariah

Oleh : Alihozi (Hp:0813- 882- 36405)
http://alihozi77.blogspot.com


Saya teringat akan pertemuan saya pada tahun 2002 dengan seorang ibu
separuh baya yang menjadi nasabah bank syariah tempat saya bekerja,
orangnya mudah diingat karena memang berpakaiannya berbeda dengan
nasabah yang lain. Ia selalu memakai jilbab dan baju yang serba hitam
walaupun begitu ia sangat ramah , pernah suatu ketika ia mengatakan
kepada saya mengapa ia memilih bank syariah,

" Pak Ali saya memilih bank syariah untuk tempat saya menabung uang
saya karena saya percaya orang-orang yang bekerja di bank syariah ini
adalah orang-orang yang amanah dan jujur, walaupun pada krisis moneter
& perbankan tahun 1998 suku bunga perbankan mencapai 70% saya tetap
memilih bank syariah yang bagi hasilnya jauuuh lebih kecil karena saya
yakin uang saya akan aman di bank syariah, waktu itu saya khawatir
kalau saya menyimpan di bank konvensional uang saya akan sulit ditarik
kembali kalau saya butuhkan dan sekarang pemikiran saya tsb terbukti
kan di saat bank-bank konvensional banyak yang harus disuntik dana
likuiditas oleh pemerintah melalui bunga obligasi rekap karena
mengalami negative spread, bank syariah tidak menerima dana sepeserpun
dari pemerintah dan uang saya tetap aman di bank syariah."

Dari kisah di atas dan kisah – kisah nasabah lain yang terjadi di
lapangan tentang mengapa anggota masyarakat memilih bank syariah, saya
mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar nasabah bank syariah yang
loyal adalah orang – orang yang mempunyai ikatan emosional yang kuat
dengan bank syariah, bukan hanya karena ikatan emosional agama yakni
takut akan bahaya riba tetapi juga karena ikatan emosional percaya
kepada orang-orang yang bekerja di bank syariah adalah orang-orang
yang amanah dan jujur serta ikatan emosional dengan sebagian
orang-orang yang bekerja di bank syariah yang dalam melayani mereka
penuh dengan rasa kekeluargaan.

Ikatan-ikatan emosional seperti inilah yang ada dalam masyarakat bisa
dijadikan modal besar bagi dunia perbankan syariah untuk mencapai
pangsa pasar yang lebih besar karena saat ini pangsa pasar bank
syariah baru 2% dari pangsa pasar perbankan nasional. Menurut Dirut
salah satu bank konvensional terbesar di Indonesia, bank yang tetap
survive saat ini adalah bank yang memiliki nasabah-nasabah yang loyal
yakni nasabah yang tidak mudah terpengaruh dengan fluktuasi tingkat
suku bunga

Adalah suatu yang mustahil bisa mencapai pangsa pasar yang lebih besar
kalau bank-bank syariah yang ada sekarang tidak menjaga ikatan-ikatan
emosional masyarakat tsb di atas atau tidak bisa menjaga kepercayaan
masyarakat , suatu yang mustahil bank syariah menjadi lebih besar
kalau misalnya bank syariah tsb tidak amanah/tidak jujur dalam
mengelola dana ummat (masyarakat) atau misalnya dalam pelayanan di
bank syariah petugas front linernya hanya duduk-duduk saja (tidak
sigap) atau tidak dengan rasa kekeluargaan melayani nasabah bank
syariah yang datang.
Tanpa mengesampingkan aspek-aspek lainnya seperti tekhnologi, jaringan
dan tingkat bagi hasil yang diberikan bank syariah, saya yakin dengan
menjaga ikatan emosional nasabah bank syariah tsb maka pangsa pasar
bank syariah akan semakin besar.

Waktu saya bertugas di kawasan bintaro saya pernah diberikan wejangan
oleh seorang ulama yang cukup ternama yang kalau tidak salah beliau
juga salah satu anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI yang tinggal
di daerah bintaro, agar saya sungguh-sungguh (amanah) dalam melayani
nasabah bank syariah dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam
menjalankan ajaran agama Islam, karena menurutnya masyarakat telah
menganggap orang-orang yang bekerja di bank syariah adalah ustadz
semua, beliau merasa sangat prihatin kalau karyawan bank syariah masih
ada yang belum bisa baca Al-Qur'an.

Nasehat ulama tsb sangat berbekas kepada saya sampai saat ini sehingga
mendorong saya untuk menulis judul tulisan ini, mudah-mudahan ke depan
bank syariah tidak hanya menjalankan system ekonomi syariahnya saja
tetapi juga bisa menjaga ikatan-ikatan emosional dalam masyarakat tsb
di atas sehingga bank syariah bisa tetap survive dan menjadi lebih
besar pangsa pasarnya, dan hal terakhir yang perlu diingat adalah
bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sebagian besar masyarakatnya
lebih mudah tersentuh sisi emosionalnya (Nb:Yang Positif) dibandingkan
dengan sisi rasionalnya

Maju terus bank syariah/We love bank syariah

Wallahu'alam
Al-Faqir


Alihozi (Hp:0813- 882- 36405)
http://alihozi77.blogspot.com

Kirim email ke