Memang betul Anda tidak ada urusannya dengan meningkatnya angka 
perkosaan, meningkatnya penyimpangan seksual, meningkatnya angka 
kriminalitas, meningkatnya korupsi.

Tetapi tahukah Anda, acara acara yang Anda tayangkan berpotensi 
meningkatkan hasrat si pemuja syahwat, budak konsumtifisme, 
keserakahan dsb.

Anda bisa berkilah bahwa urusan moral adalah tanggung jawab masing 
masing atau urusan para PEMUKA AGAMA (yang sekarang lagi ngalami 
delegitimasi, akibat ulah ustad seleb). Tapi tahukah Anda bahwa Anda 
menggunakan fasilitas publik berupa FREKUENSI. 

Sekalipun Anda membayar pajak 100 kali lebih besar, hal tsb. tidak  
membebaskan Anda dari tanggung jawab MENDIDIK / MENCERDASKAN 
masyarakat, bukannya malah melakukan PEMBODOHAN PUBLIK. 

Mau contoh ?

1. Apa hubungannya antara wajah seorang presenter dengan background 
PAHA wanita ? Kalau dalam ilmu komunikasi artinya Anda mencoba 
mendongkrak RATING dengan mengeksploitasi hasrat bawah sadar syahwat 
kaum pria.

2. Ada JAWABAN yang disajikan dalam bentuk KUIS artinya Anda tidak 
peduli pemirsanya merasa sedang Anda bodohi / tidak dengan KUIS 
BODOH, yang penting pemirsa mengirim SMS sebanyak banyaknya.

3. Demikian juga dengan IDOL IDOL, mau siapapun pemenangnya (mau yang 
ecek ecek atau yang berkualitas yang penting pemenang sesungguhnya 
adalah si PEMULUNG SMS.

4. Ada banyak sinetron yang "MENDIDIK" cara membantah orang tua, cara 
bunuh diri, cara membentak, cara memukul, cara menghambur hamburkan 
uang dsb.

5. Ada acara yang mengusung usung masalah kesehatan, lari pagi, 
beasiswa pelajar tetapi dengan sponsor ROKOK.  

6. Ada banyak talkshow yang  mengangkat issue dengan tema waria, 
homoseksual, gay, transgender seolah sebagai sebuah kelaziman / gaya 
hidup. 

7. Belum lagi presenter dengan dandanan dan gayanya yang kemayunya 
sehingga berpotensi membuat bingung pada ABG yang lagi mencari 
jatidiri seolah seperti itulah JATIDIRI.

Wahai PEMUJA RATING (?) hanya sampai segitukah tanggung jawabmu ? 
Para orang tua bingung cara membesarkan anak anaknya sementara Anda 
sibuk mengumpulkan PUNDI PUNDI tanpa PEDULI generasi muda Indonesia 
makin hancur.

Ku .... lihat ibu pertiwi.... sedang bersusah hati ...... airmatanya 
berlinang....melihat anak cucunya kau HANCURkan .....

Kirim email ke