Tolong, Kami Kekurangan Karyawan Handal...  

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Perlu saya tegaskan bahwa ini bukan iklan lowongan kerja. Tapi, 
memang benar bahwa saat ini, begitu banyak perusahaan yang lapar dan 
dahaga atas keberadaan tenaga kerja terampil. Sehingga, pencarian 
talenta-talenta hebat tidak pernah ada hentinya. Kita seringkali 
mendengar bahwa jumlah lapangan kerja sangat terbatas. Namun, jumlah 
tenaga kerja terampil lebih terbatas lagi. Sehingga meskipun disatu 
sisi ada surplus tenaga kerja, namun disisi lain ada begitu banyak 
jenis posisi yang teramat sulit untuk dicarikan orang yang tepat 
untuk mendudukinya.

"Punya teman yang bagus nggak?" teman saya bertanya.
"Untuk apa?" saya balik bertanya padanya. Lalu dia menjelaskan 
beberapa posisi penting yang katanya;"sudah hampir setahun ini kosong 
karena belum ditemukan kandidat yang tepat."

Ada banyak perusahaan papan atas yang seperti itu. Mereka membiarkan 
posisi penting kosong sampai mendapatkan orang yang benar-benar 
tepat. Karena, mereka percaya bahwa orang-orang yang tepat itulah 
yang akan berhasil membawa perusahaan kepada pencapaian tinggi. Oleh 
karena itu, meskipun teramat banyak orang berseliweran dipasar tenaga 
kerja kita, namun ada banyak posisi yang tetap dibiarkan tak terisi. 

Secara teoritis, perusahaan memang harus melakukan pengembangan calon-
calon tenaga kerja handal itu. Mereka harus mempersiapkan bakat-bakat 
muda untuk menjadi pemimpin masa depan. Orang-orang muda yang bagus 
ini menjadi generasi penerus atau pemain utama bagi posisi-posisi 
baru yang muncul sesuai dengan dinamika organisasi. Namun, bahkan 
perusahaan yang sudah sedemikian cermatnya seperti inipun kadang-
kadang masih kekurangan karyawan-karyawan handal itu. Terutama, 
ketika genderang perang bertajuk 'Talent War' ini ditabuh diseantero 
dunia. Dimana setiap perusahaan bisa dengan leluasa membajak karyawan-
karyawan hebat dari para pesaing utamanya.

Fakta ini menyiratkan dua hal. Pertama, perusahaan harus sadar betapa 
pentingnya membangun kemampuan organisasi untuk mengembangkan 
karyawan-karyawan andalan masa depan. Cara terbaiknya adalah dengan 
membentuk institusi atau fungsi khusus semisal Program Management 
Trainee atau Future Leader Development Center. Tapi, ini tentu 
tidaklah mudah. Misalnya, seingat saya; dibutuhkan waktu tidak kurang 
dari dua setengah tahun sejak usulan program management trainee saya 
diterima menejemen puncak sampai 'iklan' pencarian trainee muncul 
untuk pertama kali dimedia masa. 

Bagi organisasi yang tidak memungkinkan untuk membuat program 
sistematis seperti itu, praktis tantangannya terletak dipundak para 
manager. Manager level mana? Itu tidak penting. Sebab, inisiatif 
seperti ini bisa muncul dari level Direktur terus turun kebawah. 
Atau, sebaliknya justru datang dari para menejer lini yang terjun 
langsung dilapangan karena mereka mengetahui betul kebutuhan 
operasionalnya seperti apa. Contoh sederhana yang bisa dilakukan 
adalah; jika hendak merekrut orang untuk posisi-posisi tertentu 
misalnya. Kita mempunyai 2 pilihan; membajak orang yang sudah jadi 
dari luar, atau mengijinkan bakat-bakat muda didalam organisasi untuk 
mencobanya. Tidak harus langsung diberi gelar manajer karena gelar 
bisa didapatkan kemudian; jika mereka benar-benar bisa mengembangkan 
diri, dan kemudian menunjukkan hasilnya.

Adalah benar bahwa membajak orang yang sudah jadi merupakan cara yang 
paling praktis. Dengan sejumlah uang dan sejumput kompensasi sebagai 
daya tarik, orang itu bisa berpindah kursi hanya dalam waktu satu 
atau dua bulan saja. Sekedar menulis 30 days notification; orang itu 
sudah bisa terbang ke kantor lain. Tidak jarang masih digedung 
perkantoran yang sama. Sedangkan, memberi orang-orang muda kesempatan 
untuk belajar, sangat lama dan melelahkan. Namun, menurut pendapat 
anda; cara manakah yang merupakan langkah  strategis jangka panjang? 

Hal kedua yang juga sangat penting adalah; sikap kita sebagai 
karyawan itu sendiri. Kita, sebagai seorang karyawan; sudahkah bisa 
menjadi seseorang yang berharga bagi perusahaan? Dengan kata lain; 
apakah kita sudah menjadi satu dari bakat-bakat yang akan dengan 
berbagai cara dipertahankan oleh perusahaan? Jika kita belum menjadi 
orang yang seperti itu, maka itu menandakan bahwa kita belum benar-
benar menunjukkan kemampuan sesungguhnya yang kita miliki. Kecuali 
jika anda orang yang memang  tidak berguna; anda pasti memiliki 
sesuatu yang sangat langka. Yang unik. Yang berbeda secara positif. 
Sesuatu. Yang perusahaan anda tidak dapat menemukannya dari orang 
lain. Sesuatu itulah yang harus anda tunjukkan. Sehingga, untuk 'hal 
yang satu' itu, perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain 
mengandalkan anda. Temukan itu. Dalam diri anda masing-masing.

Dan untuk memastikan bahwa 'sesuatu' itu bernilai bagi perusahaan; 
kita perlu membungkusnya dengan sikap positif. Kita semua sudah 
menyaksikan betapa banyaknya orang-orang pintar yang tidak maju, 
hanya gara-gara sikapnya. Dan diantara sikap yang merusak kualitas 
diri kita itu adalah; tidak kooperatif baik dengan atasan, bawahan 
atau teman sekerja. Juga menggunakan waktu kerja untuk hal-hal yang 
tidak produktif. Berapa banyak orang bahkan dilevel manajer dan 
direktur yang bermain game komputer pada saat seharusnya mereka 
bekerja atau mempelajari suatu keterampilan baru, misalnya? Lemahnya 
loyalitas, juga sering menjadi hambatan. Ini memang agak subjektif. 
Tetapi, atasan yang jeli biasanya dapat 'merasakan' hal itu. Tidak 
sedikit orang berbakat yang dimasukan kedalam daftar orang-orang 
yang 'loyalitasnya perlu dipantau'. Jika kita masuk kedalam daftar 
itu, bagaimana? Ya, sekurang-kurangnya, kita tidak akan menjadi 
pilihan pertama jika sebuah kesempatan muncul suatu ketika.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah diri kita dari 
karyawan biasa. Menjadi seorang bintang ditempat kerja. Dan jika kita 
sudah bisa menjadi karyawan seperti itu, maka menejemen puncak akan 
menempatkan kita didalam sebuah daftar 'khusus'. Daftar itu disimpan 
didalam deposit box dan dikunci serta dijaga ketat. Bahkan ketika 
membicarakannya pun mereka menggunakan kode rahasia yang disepakati 
diseluruh dunia. Sekarang saya akan membisikkan kode rahasia itu 
kepada anda. Kode itu disebut "236". Maukah anda masuk kedalam daftar 
karyawan dengan kode itu? 

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/ 

Catatan Kaki: 
Ada banyak alasan untuk menjadi pekerja gagal. Dan ada lebih banyak 
lagi alasan untuk menjadi karyawan  handal.


Kirim email ke