LUPAKAN hari Valentine yang katanya hari menebar cinta! Sekaranglah 
saatnya kita belajar cinta sesungguhnya. Sungguh, inilah, Idul Adha, 
adalah hari yang penuh dengan pelajaran cinta yang sebenarnya.
Sebuah pelajaran yang langsung diajarkan oleh Sang Maha Pencinta 
melalui nabinya, Ibrahim Alaihissalam. Apa yang namanya kalau bukan 
cinta yang agung, ketika sang Nabi tanpa reserve menerima perintah 
Allah untuk menyembelih anaknya terkasih, Ismail.
Dan, apakah bukan karena cinta, ketika Ismail, dengan penuh 
keikhlasan meminta ayahnya terkasih untuk melaksanakan perintah Allah 
tersebut. Inilah sebenarnya makna cinta yang agung. Kata kuncinya 
adalah pengorbanan tanpa sekat dan batas dilandasi kekuatan tauhid 
yang kokoh.
Pembaca, Alhamdulillah, sebentar lagi kita akan dipertemukan oleh 
Allah dengan salah satu bulan yang istimewa. Rasanya, tak ada 
habisnya kita belajar arti kehidupan ini melalui kisah-kisah dan 
syariat para Rasul Allah.
Maka, tatkala kita diperintahkan Allah, untuk mengikuti syariat Nabi 
Ibrahim tersebut, sesungguhnya Allah tengah mempertebal kembali 
ghirah cinta kita kepada Allah melalui penanaman tauhid. 
Dalam dimensi sosial, Allah juga tengah mengkader kita untuk menjadi 
hamba-hamba yang peka terhadap realitas sosial. Lantas, mengapa kita 
tidak segera mengecap rasa cinta yang nikmat dengan berkurban? Nang

Kirim email ke