masih tetep dari suatu sumber..
Aku Butuh Laki-Laki

Orang tua Joni
baru bercerai beberapa bulan yang Lalu. Suatu hari, ketika Joni pulang sekolah
dan melewati kamar ibunya, ia mendengar ibunya merintih dan mengerang...



Si Joni pun mengintip dan ia melihat ibunya sedang meremas-meremas tubuhnya
sendiri, dan menggelinjang sambil berkata...



"Ohhhhh.... aku butuh laki-laki...."



Si Joni pun hanya diam saja, dan kembali ke kamarnya...



Dua hari kemudian, Joni
pulang sekolah dan mendengar ibunya merintih dan mengerang lagi. Ia lalu
berjingkat-jingkat mengintip kamar ibunya. 



Didalam ia melihat ibunya sedang ditindih oleh seorang laki-laki dan merintih
lagi dengan ekspresi kenikmatan luar biasa. Joni lalu berfikir dengan cepat dan
bergegas ke kamarnya sendiri



Ia lalu membuka baju sekolahnya dan telanjang bulat diatas ranjang.. Sambil
mengelus-elus tubuhnya ia berkata...



"OOOOOhhhh..... Aku butuh sepeda... Aku butuh sepeda"

Gara-gara Nasehat Dokter

Akhir-akhir iini
Dupri stress karena mengalami problem seks yang mengkhawatirkan. Ejakulasi
dini tepatnya. Putus asa, dia mengunjungi dokter. Setelah menceritakan
masalahnya sang dokter berkata, "Ada


"Apa itu Dok?", tanya Dupri bersemangat.


"Dengan kaget", jawab si dokter. Ketika Dupri bilang kurang faham, si
dokter menyarankan agar ketika sedang bercinta dan rasanya sudah mau keluar,
Dupri harus bisa membuat dirinya kaget. Dupri bilang kalau dia gampang kaget
oleh suara keras.


"Nah, kalau begitu Bapak belilah sesuatu yg bersuara keras, lalu ketika
Bapak sudah terasa mau keluar, bunyikanlah benda itu. Nanti Bapak tidak
jadikeluar dan bisa melanjutkan bercinta".


Besok harinya sang Dokter kedatangan Dupri yang terlihat lesu dan jalannyapun
tertarih-tatih.

"Ada apa Pak?" tanyanya
prihatin.



"Ini semua gara-gara nasehat Dokter. Kemarin saya langsung beli pistol
kayak yg dipakai untuk aba-aba di lomba lari. Langsung saya ke rumah dan
bercinta dengan istri saya. Waktu terasa mau keluar, saya tembakkan pistol
itu"



"Berhasil kan cara itu?" tanya si dokter



"Berhasil apanya! Saat itu kami lagi posisi 69. Istri saya kaget sekali,
'burung' saya tergigit hampir putus. Dan lebih parahnya lagi, si Joko supir
saya keluar dari bawah tempat tidur dalam keadaan telanjang bulat!"
cara yang cukup efektif untuk menahan supaya Bapak tidak cepat keluar"







Memberi Nafas Buatan

Seorang Ibu dan
anak saat berada di lobby hotel Puri Artha Jogyakarta,dan mereka ber dua
melihat ada sepasang turis asing sedang asyik ber ciuman disitu.



Dan si anak bertanya sama Ibunya,sedang mengapa mereka ber dua di kolam
renang.


Anak : "Mamak,lagi ngapain sih mereka berdua itu...?."


Ibu : "Oh itu si turis yang laki laki sedang mem beri napas buatan sama
yang perempuan karena kasihan habis tenggelam di kolam renang."


Anak : "Ooo,kasihan ya."


Setelah 2 bulan berlalu peristiwa tersebut,si anak bilang sama Ibunya.


Anak : "Mamak,kasihan ya si Inem pembantu kita."


Ibu : "Kenapa dia...?"


Anak : "Tadi malam mungkin habis tenggelam di kolan renang."


Ibu : "Memangnya kenapa...?"


Anak : "Tadi malam saya lihat sendiri,Bapak sedang memberi napas buatan
pada si Inem."


Ibu : "Ggggrrrrhhhh.....!!











Karyawan Baru Kena Marah

Seorang supervisor marah-marah melihat kulit kacang
berserakan di lantai kantor.


Seorang pekerja memberitahukan bahwa yang melakukan hal itu adalah Paijo,
karyawan baru dari kampung.


Si Paijo pun dipanggil dan diintrogasi oleh supervisor, "Hei Paijo, kamu
tadi makan kacang disini yah?"


"Be..be..benar, pak..." jawab Paijo dengan gugup.


"Kenapa kok kulitnya dibuang ke lantai?" Tanya sang supervisor
sedikit melunak karena gak tega melihat si Paijo gugup.


Dengan muka heran, Paijo menjawab "Emangnya kulitnya dimakan juga ya
pak???"






Melempar Granat Dari Helikopter

Tiga orang sedang
duduk di dalam helikopter yang sedang mengudara. Orang pertama menggigit sebuah
apel. Merasa terlalu manis, ia melemparkan apel tersebut keluar.



Orang kedua menggigit jeruk, tapi karena terlalu asam, ia pun membuangnya
keluar. Orang ketiga menggigit granat dan karena terlalu keras, ia pun
melemparnya keluar. Ketika heli mendarat, ketiga orang tersebut berjalan
bersama-sama.



Mereka bertemu dengan seorang anak perempuan yang sedang menangis.



"Kamu kenapa menangis?" tanya mereka.

"Sebuah apel jatuh dari langit, menimpa anak kucingku, dan mati,
hu.hu.hu."



Mereka pun meneruskan perjalanan dan bertemu dengan seorang anak lelaki yang
sedang menangis.



"Kenapa menangis?" tanya mereka.

"Sebuah jeruk jatuh dari langit, menimpa anak kelinciku, lalu mati,
hu.hu.hu."



Akhirnya mereka bertemu dengan seorang perempuan gendut yang tertawa
terpingkal-pingkal sambil duduk jongkok.



"Ibu, kenapa tertawa?" tanya mereka.

"Tadi itu, saya kentut, eeee. bangunan di belakang saya langsung meledak,
ha..ha..ha.."

Robby NuzlyDirektorat Pengawasan ProduksiProduk Terapetik dan PKRTBadan 
Pengawas Obat dan Makanan RIJl. Percetakan Negara No. 23 JakartaE-mail:[EMAIL 
PROTECTED]


 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke