Berartikah Yesus Bagi Anda ?


Di dalam bukunya yang terkenal Mere
Christianity (Tak Sekedar Kekristenan), Lewis membuat pernyataan,
"Seorang manusia biasa saja yang mengucapkan sebagian kecil dari apa
yang dikatakan oleh Yesus Kristus, dengan mengucapkan saja,  tidak akan 
menjadikan Dia seorang guru moral yang
besar. Bisa jadi Dia adalah seorang gila - setaraf dengan seorang yang
mengatakan Dia adalah sebuah telor rebus - atau Dia adalah setan dari
neraka, atau ada yg menjulukiNya penghojat Allah atau Tuhan kok diperanakan 
atau Tuhan kok disalib ? dll. 

Anda harus mengambil keputusan sendiri, untuk Keselamatan Anda, bukan orang 
lain sebab orang lain biarlah mengurus dirinya masing2; Oleh karena itu apakah 
Dia dulu dan
sekarang adalah Anak Allah, atau seorang gila atau yang lebih buruk
dari itu. Anda dapat menganggap Dia adalah orang bodoh atau anda dapat
jatuh di bawah kaki-Nya dan memanggil Dia, Oh Tuhanku dan Allahku. Semua ini 
Anda yang memutuskan!

Siapakah Yesus dari Nasaret bagi
anda? Hidup anda di dunia ini dan sepanjang kekekalan tergantung dari
jawaban anda terhadap pertanyaan tersebut, sebab semua itu menyangkut kehidupan 
Anda, Hidup Yang Kekal.
Keputusan ada ditangan Anda, jikalau Anda percaya maka Anda masih ada harapan 
untuk diselamatkan, tapi jika Anda tidak percaya maka tidak ada kata 
"Keselamatan" yang diharapkan dari-Nya untuk Anda sebab Anda tidak percaya 
kepadaNya, semua itu terserah Anda !Semua itu akan dibuktikan pada Pengadilan 
Terakhir di akhir zaman oleh Hakim Agung Yang Adil dan kemampuan serta kuasaNya 
membawa kita kekhidupan yang kekal!

Oleh karena
itu marilah bagi kita orang percaya, tidak merendahkan Dia dengan memandang-Nya 
sekedar
sebagai seorang guru yang agung atau Tuhan kok disalib atau Tuhan kok beranak, 
atau Tuhan kok tiga !

Semua agama didirikan
oleh manusia berdasarkan
filosofi, peraturan-peraturan dan norma-norma tingkah laku. Kalau kita
menghilangkan para pendiri agama tersebut dari disiplin dan praktek
ibadahnya, hanya akan terjadi sedikit perubahan. 

Tapi kalau nama Yesus Kristus
dihilangkan dari Kekristenan, maka tidak ada sesuatupun yang tersisa
dalam Kekristenan, kosong & hambar !
Kekristenan yang Alkitabiah tidak hanya sekadar
falsafah hidup ataupun standar-standar etis atau ketaatan pada
ritualitas agama. Kekristenan sejati didasarkan pada hubungan yang
vital dan sangat pribadi dengan seorang Juruselamat, Tuhan yg sudah
bangkit dan hidup selama-lamanya. (eddytg)

Salam,
Eddy TG





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke