masih tetep diambil dari suatu sumber... Tolong Pegangan yang Erat Udin mengantarkan neneknya berobat ke dokter, naik sepeda motor. Udin : "Ayo Nek, naik boncengan, jangan lupa pengangan yang erat ya." Nenek : "Iya, ini juga Nenek sudah pegangan erat koq." Udin : "Jangan lupa pengangannya yang erat ya, Nek!!!!" (kata Udin lagi mengingatkan) Nenek : "Iya, Nenek sudah pegangan yang erat, cerewet amat." Udin : "Ok, kalo begitu kita berangkat ya, Nek." Udin lalu mulai menarik gas motornya. Tiba-tiba terdengar benda jatuh. BRUAAAAKKKK!!!!! Udin kaget, lalu menoleh ke belakang, ternyata si nenek terjatuh dari motornya. Udin : "Lho koq bisa jatuh sih, Nek? Nenek gak pengangan ya? Nenek : "Nenek malah pegangan yang erat koq!!!!" Udin : "Memangnya Nenek pengangan di mana?" Nenek : "Di pagar rumah." Mengisi Formulir Lamaran Pekerjaan Bakri dari kampung hendak melamar kerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta. Padahal Bahasa Inggrisnya asli pas-pasan menuju babak belur. Tapi dasar nekat, si Bakri melamar juga. Ia disodori formulir berbahasa Inggris. "Euleuh ... euleuh ... bahasa Inggris, euy!" Bakri langsung mengisi formulir .... NAME : Bakri Karjono ADDRESS : Jl. Kalimanatan No. 70 PHONE : 34598756 AGE : 28 SEX : Sejenak si Bakri berpikir mengernyitkan dahinya, "Walah ... kata Pak Ustad juga tidak boleh ini mah ... pamali! Waduh apaan ini yaah jawabnya?" Akhirnya Bakri yang polos itu mengisi dengan sejujur-jujurnya ... SEX : NEVER! Kehilangan Keranjang Dorong Seorang anak kecil menangis berteriak-teriak sambil berlari-lari berkeliling di antara rak-rak pasar swalayan "Uuuuuu....uuuu....uuuu....mana keranjang dorong saya? Mana keranjang dorong saya?" jeritnya. Kepala Pramuniaga datang menghampirinya dengan senyum yang ramah. "Apa isi keranjangmu, Dik?" tanya Kepala Pramuniaga itu. "Kosong, Tante. Nggak ada isi apa-apa..." "Oh, kalau kosong, ambil saja keranjang lain yang kamu suka untuk gantinya." kata Kepala Pramuniaga. "Tidak mau, Tante. Harus keranjang dorong yang tadi." "Keranjang itu sama saja, Dik. Lihatlah keranjang ini. Apa bedanya dengan keranjangmu yang hilang itu? Pakailah ini...." bujuk Kepala Pramuniaga itu. "Tidak sama, Tante. Keranjang tadi didorong Ibu saya. Kalau keranjang itu ketemu, pasti saya bisa ketemu Ibu saya." Pocong dan Kijang Pada suatu ketika ada sekeluarga pergi kepuncak yg kononnya angker, mereka menggunakan mobil kijang pd malam hari: Anak :"Pak, ada yg mengikuti kita kayaknya setan pocong." Bapak:"mana nggak ada." (si bapak yg melihat dari spion mobil. Selang beberapamenit sang anak menengok kebelakang. Anak :"Pak, setan pocongnya mengikuti lagi di blk." Bapak:"Oh, ya Nak." (dgn melihat di kaca spion) Dengan begitu sang bapak langsung tancap gas. Tikungan belokkan sang bapak lalui dengan gesit. Dengan tiba-tiba si setan pocong tersebut dilihat sang anak tersebut berhenti dari terbangnya sambil ngos-ngosan. Setan pocong:"Uh, kesal sekali Kijang memang tiada duanya." Robby Nuzly, S.Si., Apt. Direktorat Pengawasan Produksi Produk Terapetk dan PKRT Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta E-mail:[email protected] [Non-text portions of this message have been removed]
