Artikel: Setia Serta Seia Sekata Saat Situasi Sedang Sulit

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Apa yang anda lakukan seandainya mengetahui bahwa perusahaan anda 
tengah menghadapi situasi sulit? "Cepetan pindah, deh."  begitu 
nasehat yang sering kita dengarkan. Itulah sebabnya, banyak orang 
yang segera hengkang begitu tahu bahwa perusahaan sedang berada dalam 
kesulitan. Padahal, justru pada situasi seperti itu perusahaan sangat 
membutuhkan peran orang-orang kunci. Memang sangat mudah untuk 
mendapatkan kesetiaan ketika segala sesuatunya tengah indah. Namun, 
dalam keadaan sulit; apakah kita bisa mendapatkan orang-orang setia 
semudah itu? Boleh jadi, kesulitan yang tengah dihadapi oleh 
perusahaan itu merupakan saat paling tepat bagi kita untuk menentukan 
apakah kita ini benar-benar setia atau tidak.  

Dimasa lalu, kita tidak pernah tahu suatu perusahaan akan bangkrut 
kecuali sudah tidak ada waktu lagi untuk melakukan apapun. Semuanya 
sering sudah terlambat. Dimasa kini, indikasi kebangkrutan sebuah 
perusahaan nyaris tidak bisa disembunyikan. Bahkan, dalam media dunia 
akhir-akhir ini kita membaca begitu banyak nama besar yang 
diperkirakan memasuki masa-masa sulit ditahun ini. Hal ini 
mengindikasikan banyak hal. Tetapi, yang terpenting adalah membuka 
mata hati kita dengan kenyataan bahwa 'perusahaan sedang membutuhkan 
kita untuk membantunya keluar dari sitasi sulit yang sedang 
dihadapinya'.

Hubungan kerja itu hampir menyerupai pernikahan. Janji apa yang anda 
ucapan ketika menikah? Anda berjanji untuk tetap setia baik dalam 
keadaan senang maupun dalam keadaan susah. Ketika perusahaan kita 
dalam keadaan sehat, kita selalu senang bekerja untuknya. Kita selalu 
setia kepadanya. Seolah tak mungkin bisa goyah. Jika sekarang 
perusahaan anda sedang berada dalam situasi sulit; apakah anda 
mempunyai tingkat kesetiaan yang sama? 

Banyak orang yang resah ketika manajemen puncak mengumumkan kesulitan 
perusahaan. Dan keresahan itu sering berubah menjadi kemarahan ketika 
pengumuman itu diikuti oleh keputusan yang menyebalkan. Misalnya, 
manajemen memutuskan untuk menunda kenaikan gaji. Atau merevisi paket 
kompensasi dan benefit untuk jangka waktu tertentu. Kita marah karena 
semuanya itu mengganggu kenyamanan diri kita. Namun, jika kita ingat 
bahwa hubungan kerja itu nyaris seperti pernikahan, maka kita akan 
sadar bahwa pada situasi yang sulit memang perusahaan harus melakukan 
tindakan penyelamatan. Dan seperti pasangan pernikahan kita, dia 
membutuhkan dukungan kita. Terutama ketika memasuki masa-masa sulit 
dalam hidupnya.

Sebaliknya, sebagian besar orang bereaksi secara negatif. Padalah, 
itu akan membuat situasinya semakin memburuk. Perusahaan sedang 
membutuhkan dukungan tertinggi. Kinerja terhebat. Prestasi terbaik, 
dari semua karyawannya agar bisa segera pulih dan keluar dari 
kesulitan. Bayangkan jika apa yang didapatkan  malah sebaliknya? 
Sebenarnya, siapa sih yang diuntungkan jika kita bekerja dengan 
mengerahkan seluruh kemampuan? Tentu perusahaan beruntung. Karena 
kita membantunya keluar dari kesulitan. Tetapi, yang paling 
diuntungkan sebenarnya adalah diri kita sendiri. Mengapa? Karena, 
dengan begitu perusahaan bisa terus mempertahankan karyawan. Bukankah 
jika perusahaan semakin terpuruk maka dampaknya akan ikut kita 
rasakan?

Bayangkan seandainya semua karyawan diperusahaan anda mempunyai sikap 
posistif dan dedikasi yang tinggi seperti itu. Tentu semua elemen 
perusahaan akan bahu membahu mengayuh perahu bisnis ini untuk 
menaklukan topan, melewati badai dan menyelamatkan diri dari 
gelombang besar. Sebaliknya, jika semua orang sibuk menyelamatkan 
diri masing-masing; siapa yang akan peduli akan keberlangsungan hidup 
perusahaan?

Bisa saja anda mengira bahwa cara paling cerdas adalah meninggalkan 
perusahaan yang tengah berada dalam situasi sulit  dan pindah kepada 
perusahaan lain yang sedang sehat. Mungkin anda benar. Tetapi, 
seseorang yang berdedikasi tinggi tidak meninggalkan perusahaan dalam 
situasi sulit. Sebaliknya, kita bisa melihat contoh nyata orang-orang 
besar yang keluar dari perusahaan justru pada saat perusahaan tengah  
mencapai puncak prestasinya. Bukan ketika tengah terpuruk. Tidak 
banyak orang yang seperti itu memang. Tetapi, bukankah ini saatnya 
bagi kita untuk menunjukkan dedikasi kita? Jadi, jika anda mengetahui 
bahwa perusahaan tengah berada dalam situasi sulit; hendaknya anda 
tidak hengkang dari sana. Sebaliknya, singsingkan lengan baju anda. 
Dan ajaklah teman-teman anda untuk bahu membahu bersama para pimpinan 
puncak perusahaan dalam usaha penyelamatan.

Memangnya apa yang akan anda dapatkan jika anda melakukan itu? Banyak 
hal. Contoh, jika perusahaan itu kembali pulih, maka manajemen akan 
melihat siapa saja orang yang berkontribusi optimal, sehingga layak 
mendapatkan imbalan. Jika perusahaan terpaksa harus merumahkan 
karyawan, maka anda yang berdedikasi tinggi akan masuk kedalam daftar 
orang-orang yang pantas untuk dipertahankan. Bagaimana jika 
situasinya semakin sulit? Tak perlu panik; karena dalam situasi 
ekonomi global yang semerawut ini kesulitan tidak hanya dialami oleh 
perusahaan anda. Tetapi, sejauh kita sudah mengoptimalkan semua 
potensi diri yang Tuhan berikan kepada kita; maka selebihnya kita 
serahkan saja kepada sang Maha Kuasa. Dan kita boleh bilang; "Tuhan, 
saya mempersembahkan semua bakti saya kepada Engkau dengan cara 
mengerahkan semua potensi diri yang telah Engkau berikan. Dan 
sekarang, saya menyerahkan diri kepadaMu....."

Sebaliknya, jika dalam situasi sulit ini kita tidak peduli kepada 
nasib perusahaan. Lantas mengurangi kontribusi kita. Dan membiarkan 
potensi diri terbengkalai; maka kita akan rugi dua kali. Kita rugi 
karena kondite kita dimata perusahaan tidak bagus. Kita juga rugi 
karena Tuhan kesal ketika mengetahui kita telah menyia-nyiakan 
seluruh daya hidup yang telah Dia berikan. 

Jadi, tidak ada cara lain selain meningkatkan kontribusi dan 
dedikasi. Dengan cara mencurahkan segenap kemampuan, untuk menolong 
perusahaan yang sedang berada dalam kesulitan. Sebab, seperti 
pernikahan; ketika pasangan kita tengah menghadapi kesulitan, kita 
akan tetap setia mendapinginya. Sampai kita sama-sama bisa keluar 
dari semua cobaan, dan kembali memasuki kehidupan yang menyenangkan. 
Anda siap melakukannya? Tentu. Karena badai pasti berlalu, teman.


Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/ 
Business Administration & People Development 
Business Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio 

Catatan Kaki: 
Orang yang berdedikasi tinggi tidak meninggalkan perusahaan dalam 
situasi sulit. Sebaliknya, dia bertahan dengan mengerahkan seluruh 
kemampuan yang dimilikinya untuk berontribusi dalam usaha 
penyelamatan.  


Kirim email ke