----- Forwarded Message ----- "setyawan_abe" <setyawan_...@...> setyawan_abe wrote @behalf in keadilan4all PKS . (Unofficial)
Indonesia Menikah 2009 (????) Ketika kita bicara tentnag IPTEK, modernisasi, dan globalisasi misalnya, maka secara `tak sadar' sering kita terbawa ke persepsi westernisasi. Dan sebaliknya, jika kita bicara budaya timur, kita seolah gengsi, karenapersepsikita tentang budaya timur adalah budaya budaya yang primordial, kampungan dsb. Betulkah selamanya demikian? Lalu bagaimana dengan Jepang, yang mampu mengawinkan kemajuan IPTEK dengan kekokohan memegang budaya local nya? Bagaimana dengan kita dan kekitaan kita Indonesia? IPTEK yangkeponthal-ponthal, budaya hancur. Jadilah jurus "Cinta Ditolak Dukun Bertindak" jadi andalan, sedangkan menyekutukan Tuhan adalah dosa tak terampunkan. Atau yang lebih sedikit intelek mungkin, : menguji coba bom rakitan sendiri di rumah tetangga sebelah; Seperti BALITA ingusan menyanyikan lagu cinta yang tak paham makna, karena ia sekedar latah. Atau salam yang pada hakikatnya adalah do'a bagi saudara namun digemakan kasar kem(a/e)rahan. Bukankah Jepang saja perlu waktu 30tahun untuk membuat Kanon seperti yangdimiliki Barat? Lalu kalau kita saja masih enggan memulai, kira-kira kapan kita bisa adaptif terhadap Zaman? Tentang Perubahan Kita sering bicara perubahan; perubahan apa, seperti apa dan kemana?. Perubahan apapun, baik yang menyangkut SDM maupun institusi atau lembaga tak bias begitu saja memutus kaitan dengan tatanan dan system nilai, karena disana ada penghubung antara kemarin dan esok. Jika ada sebagian yang berniat baik untuk mengembangkan good governance, tapi menjadi ironis jika cara-carfa yang dipakai dalam prosesnya `tidak good'. Misalnya kamapnye hanya menjadi ajang pembodohan masyarakat, suap sana-sini, lha katanya anti korupsi Bung? Anehnya lagi sebagian mayarakat yang sering menghujat korupsi juga ikut terlibat, menerima dan ujung-ujungnya'Yes Sir'. Enggan antri dan akhirnya nyrobot nomer antrian. Bukankah Ibdak bi nafsik adalah memulai dari diri sendiri? Selanjutnya recruitment CPNS bukan karena bersandar pada kapabilitas tapi tipu-tipu uang saku. Jadilah pemerintahan hasil pemilihan masyarakat. Siapa salah? Hai Bung sepertinya `Iedul Qurban telah berlalu, tak perlu terlalu banyak cari kambing, apalagi kambing hitam. Karena yang kita sekarang cari adalah kambing putih (?). Sudut pandang pertanyaan-pertanyaan kita tentang kontras-kontras social semacam itu adalah fakta temuan social dalam keseharian, tidak rasional dan sering tidak bermoral. Terkesan lucu jadinya, sok kebaratan tapi gaptek. Atau minjem istilah Butet `Masih kental dengan peninggalan penjajah tapi sok nasionalis'. Bagaimana dengan krisis ekonomi dan moral bangsa(t). "Krisis ekonomi yang mengubah nalar perilaku bangsa atau sebaliknya, nalar perilaku bangsa yang mengakibatkan krisis multidimensi?" Sepertinya diperlukan sikap emosional-rasional yang seimbang, untuk berusaha meletakkan masalah dan solusi pada tempatnya, kontekstual. Sehingga akal-budi tidak bisa dipisah satu dengan yang lainnya. Akal semata bisa membekukan hati; Hati semata? Bukankah IPTEK adalah sarana memakmurkan dunia? Disinilah `Mind on-hearth on-hand on'dibutuhkan dalam satu paket yang integral. Sehingga muncul hasil : Cipta-Rasa-Karsa dalam pola hubungan vertical-horisontal-alam/Tuhan-Manusia-Alam dengan pertimbangan system nilai dari : Sains-Budaya-Masyarakat-Teknologi-SDA. Yang selanjutnya mungkin bisa kita sebut : Intellectual Wisdom : "Intellectual, is to be understood as often covering a much wider range of thoughts, belief, feelings and other intangibles than come to mind in such expressions as "the intellectual view of life" or "reasoning on an intellectual level" (Bartholomew, 1985). Yang lagi-lagi menjadi tanda tanya selanjutnya adalah, mengapa intellectual wisdom ini cenderung lebih diadaptasi oleh `Swasta' dibanding (-jauh-) dengan para pemegang amanah rakyat?bukankah di pundak para pemegang amanah tersebut hajat hidup bangsa dititipkan?. Atau justru masalahnya ada pada `pelabelan' Negeri-Swasta tersebut? CSR (Company Social Responsibilities) adalah contoh lain yang dicontohkan swasta dalam aksi cepat tanggap terhadap masalah-masalah social, mencoba membantu pemerintah. Dengan begitu apakah koruptor masih cukup pekak telinganya? Mungkin telinganya masih dua, tapi nuraninya entah kemana? Berangkat dari korupsi, pulangnya ke korupsi juga. Apakah kita masih juga membukakan pintu keberangkatan semacam itu? Kembali, bicara tentang intelektualitas dan SDM, yang tentu saja berkait dengan pendidikan. Merujuk pada Higher education long term strategic (HELTS) atau yang dikenal juga dengan kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang IV (2003-2010), dikatakan, "Universities will have develop a learning system which can help graduates learn beyond their skill and expertise: 1. The system must balance between the short-term needsof the labor market for specialized experts and the long-term benefit from soft skill as a future investment. 2. The learning system hasto bring into classroom not only factual knowledge or hardskill, but also soft skill derived from experiential knowledge, which can help students to familiarize with tension of innovation and motional difficulties during his/her interaction with society. Kalau kita mencoba menarik benang putihnya, maka muatannya ada pada : self knowledge dan self identity. Yang berarti berkait erat dengan'keyakinan' : Matematika-filsafat-bahasa, yang merupakan dasar dalam pembentukan kemampuan : pikir-moral-komunikasi. Dan terimplementasi serasi `unity in harmony' Lalu pernah juga diluncurkan issue : `Menuju kampus riset', tapi dalam implementasinya sepertinya masih setengah hati, pemerintahpun terkesan tak peduli. Why, what,whom, when,how dan seterusnya. Jika India, Pakistan sukses dengan bom atom maupun roket, atau China yang juga sukses dengan eksplorasi luar angkasanya. Bagaimana dengan Indonesia yangmasih suka berantem dan juga korupsinya? Jika Negara maju berangkat dari akar masalah guna mencari solusi dengan visi-nya. Mungkin bangsa ini masih berkutat dengan masalah, berangkat dari permukaan dan kental dengan azas (me)manfaat(kan). Dengan apa kita bisa? mungkin dengan semangat (ke)keluarga(an). Sebuah kekuatan bernama keluarga, mungkin lebih memotivasi kebangkitan bersama. Apakah Indonesia sudah berkeluarga? Jika dalam keluarga, ada ayah dan ibu. Mungkin hampir mirip juga begitu, akan sebuah bangsa. Pemimpin adalah seorang ayah, dan ilmuwan,ulama,cendekiawan, budayawan, pengusaha, dkk adalah ibu bagi anggota keluarga yang lain. Bernaung bersama di rumah bangsa. Baitii jannatii, semoga bukan lagi mimpi. QS. 6 : 132 QS. 34 :37 QS. 13 : 4 QS. 29 : 49 Panggung Sandiwara Dunia ini panggung sandiwara ceritanya mudah berubah kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan ada peran wajar dan ada peran berpura-pura mengapa kita bersandiwara ? peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak peran bercinta bikin orang mabuk kepayang dunia ini penuh peranan dunia ini bagaikan jembatan kehidupan mengapa kita bersandiwara ? SEKITAR KITA Selama dunia masih berputar perbedaan tak pernah pudar terbawa keangkuhan manusia tak ingin membagi rasa bukalah mata hati kita bayangkan masa depan dunia bersatu rasa untuk melangkah demi meraih harapan dunia yang indah bayangkanlah kita semua berjalan bersama menuju hidup damai sejahtera sempatkanlah untuk melihat di sekitar kita ada kesenjangan antara manusia lihat sekitar kita .. adakah sepercik bahagia yang tersisa di hati kita bergandeng tangan dekatkan hati tiada perbedaan dalam cinta dan kasih Don't Sleep Away The Night Tomorrow's near, never I felt this way Tomorrow, how empty it'll be that day It tastes a bitter, obvious to tears to dried To know that you're my only light I love you, oh I need you Oh, yes I do Don't sleep away this night my baby Please stay with me at least 'till dawn It hurts to know another hour has gone by And every minute is worthwhile Oh, I love you How many lonely days are there waiting for me How many seasons will flow over me 'till the motions make my tears run dry at the moments I should cry for I love you, oh I need you Oh, yes I do Don't sleep away this night my baby Please stay with me at least 'till dawn It hurts to know another hour has gone by And every minute is worthwhile It makes me so afraid Don't sleep away this night my baby Please stay with me at least 'till dawn It hurts to know another hour has gone by The reason is still I love you -------------------------------------------------------------------------------- "...Bila engkau penat menempuh jalan panjang, menanjak dan berliku.. dengan perlahan ataupun berlari, berhenti dan duduklah diam.. pandanglah ke atas.. 'Dia' sedang melukis pelangi untukmu.." " Duhai mungkinkah masa lalu itu kembali lagi. Sesungguhnya aku larut dalam kerinduan padanya. Dulu dalam rentang yang lama, kita pernah membangun kerajaan di bumi ini. Yang dipanggul oleh pemuda yang hebat. Mereka adalah pahlawan yang mengguncangkan benteng. Dan jika malam telah larut kalian akan dapati mereka bersujud karena takut pada Alloh swt." www.ikhwati.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed]
