Dalam hidup dan kehidupan kita sering dinasehati tentang kepemilikan harga
diri. tiap manusia yang ada didunia ini pasti memiliki harga diri dan
tentunya masing-masing orang selalu menginginkan harga diri yang tinggi.

Dalam proses pertumbuhan dan proses kehidupan kita, ternyata tidak mudah
dalam membentuk sikap diri yang positif. Karena kita mungkin mempunyai
pandangan yang tidak menyenangkan terhadap diri kita sendiri karena pengaruh
komentar teman-teman, ortu, saudara atau orang lain. Bisa juga karena kita
merasa gagal, tidak dapat berbuat apa-apa, merasa tidak dapat bertanggung
jawab terhadap sesuatu yang ditugaskan, atau tidak bisa berkata jujur dan
sebagainya.

Harga diri ini sebenarnya tidak hanya menjadi masalah kita, tapi hampir
melanda semua orang di semua tingkatan umur. Harga diri pada tingkat apa pun
merupakan pengalaman paling pribadi yang berada dalam inti kehidupan kita.
Harga diri adalah apa yang kita pikirkan dan rasakan tentang diri kita
sendiri, bukan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain tentang
siapa kita sebenarnya. Tak seorang pun yang dapat mengendalikan kita dan
memercayai kepercayaan dan kecintaan kita terhadap diri sendiri.

Banyak orang yang beranggapan bahwa harga dirinya akan naik jika ia dapat
mengekspresikan kemarahannya. Menurutnya, dengan berani marah kepada siapa
saja maka orang-orang akan menilainya sebagai seseorang yang keras sehingga
setiap orang akan takut dan takluk kepadanya.

Harga diri merupakan penilaian dan penghargaan seseorang terhadap dirinya
sendiri. Penilaian orang lain dapat memengaruhi bagaimana seseorang
bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Tapi yang terutama adalah
penilaian terhadap diri sendiri.

Harga diri yang sesungguhnya adalah merupakan harga diri atas kemuliaan
karakter dari kita sendiri kita, yang meliputi keadilan, ibadah, kesetiaan,
kasih, kesabaran, dan kelembutan. Kita dituntut untuk memiliki hal-hal
tersebut agar bisa memiliki harga diri yang tinggi yang sesungguhnya.
Semuanya itu dapat kita wujudkan melalui pembelajaran setiap hari. Hari-hari
yang kita jalani, seharusnya dapat kita jadikan kesempatan untuk mengikis
karakter buruk dalam diri kita dan mengembangkan kebiasaan yang baik untuk
mewujudkan harga diri yang sesungguhnya. Dengan inilah kita bisa menjadi
orang yang benar-benar berharga.

Seorang yang memiliki harga diri akan lebih bersemangat, lebih mandiri,
lebih mampu dan berdaya, sanggup menerima tantangan, lebih percaya diri,
tidak mudah menyerah dan putus asa, mudah memikul tanggung jawab, mampu
menghadapi kehidupan dengan lebih baik, dan merasa sejajar dengan orang
lain.

Harga diri tidak dibawa sejak lahir, tetapi memerlukan proses yang dibentuk
sejak lahir karena itu dipengaruhi oleh banyak hal sepanjang hidup kita,
misalnya, pengasuhan orangtua atau keluarga, pendidikan yang diterima (baik
di sekolah ataupun di luar sekolah), pengalaman-pengalaman yang berarti,
prestasi-prestasi yang diraih, orang-orang terdekat (baik saudara maupun
orang lain), budaya, lingkungan sosial dan masyarakat.

Yang menyedihkan banyak orang mencari kepercayaan dan penghormatan diri ke
segala penjuru dunia selain dirinya sendiri sehingga mereka gagal dalam
pencarian ini. Kita akan melihat bahwa harga diri yang positif paling baik
dipahami sebagai salah satu bentuk dari pencapaian spiritual atau memahami
harga diri sebagai suatu kondisi kesadaran. Sehingga kita akan berhenti
mengatakan, "Kalau aku memiliki teman yang lebih keren, kalau aku punya
pacar lagi, kalau aku mendapatkan penghargaan lagi, kalau aku mendapatkan
mobil yang bagus, maka aku akan sungguh-sungguh berbahagia dengan diriku
sendiri". Kita akan menyadari bahwa pernyataan itu sangat tidak rasional,
maka "semakin banyak" keinginan yang akan mengusik hati kita.

Jika kita mendalami benar hakikat sejati harga diri, maka kita akan tahu
bahwa harga diri tidak bersifat kompetitif (persaingan) dan komparatif
(perbandingan). Harga diri yang sejati tidak diungkapkan melalui pemujaan
diri dengan mengorbankan orang lain atau dengan mengagungkan seseorang jauh
lebih unggul dari orang lain atau menyengsarakan orang lain untuk
membahagiakan seseorang. Arogansi (kesombongan) dan terlalu mengagungkan
kemampuan hanyalah menggambarkan betapa rapuhnya harga diri kita dan
bukannya mencerminkan kokohnya harga diri kita.

Sebuah harga diri yang tepat dapat menjadi semacam magnit yang menyedot
semua elemen kesuksesan. Harga diri itu semacam magma yang membangkitkan
kembali kekuatan dahsyat dalam diri kita. Hanya dengan harga diri yang tepat
kita  bisa menatap masa depan dengan penuh kebanggaan. kita layak memperoleh
kesuksesan.. mari tempatkan harga diri dalam konteks yang tepat...

" UBAHLAH APA YANG MASIH BISA DIUBAH. TERIMALAH APA YANG MEMANG SUDAH TIDAK
BISA DIRUBAH. HINDARKAN DIRI DARI HAL-HAL YANG BERPOTENSI MENDATANGKAN
PERUBAHAN BURUK"

Depok
30 January 2009
Http://erwin-arianto.blogspot.com <http://erwin-arianto.blogspot.com>



-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke