Tks Pak Agus atas tausiahnya.
Tapi, bagaimana kalo dia dibesarkan dalam budaya primitif?? Yang konstruk
"pengabdian" saja tidak mungkin ada di dalam otaknya?? Atau mereka yang
intelegensinya sangat rendah?? Mungkinkah orang mengabdi secara "ketuhanan"
menurut definisinya sendiri?? Mungkin "pengabdian" yang dimaksud dapat lebih
digali lagi hakikatnya... karena hidup itu untuk apa bagi siapa.


2009/1/28 muhamad agus syafii <[email protected]>

>   Hidup Itu Untuk Apa?
>
> By: agussyafii
>
> Didalam keseharian saya suka mendapatkan pertanyaan yang sederhana tapi
> cukup mendalam untuk direnungkan. Seperti kemaren sore, sepulang kerja Icha
> bertanya pada saya, "Kak agus, hidup itu untuk apa?"
>
> Hidup itu untuk apa? pertanyaan itu cukup lama buat saya untuk mencari
> jawabannya. Saya katakan padanya bahwa hidup kita adalah mengabdi pada Alloh
> dengan berbuat baik untuk alam & sesama.
>
> manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagai hamba Alloh (`abdullah) dan
> sebagai wakil Alloh (khalifatullah) di muka bumi. Sebagai hamba Alloh,
> manusia adalah kecil dan tak memiliki kekuasaan, oleh karena itu tugasnya
> hanya menyembah kepada Nya dan berpasrah diri kepada Nya. Tetapi sebagai
> khalifatullah, manusia diberi fungsi sangat besar, karena Alloh Maha besar
> maka manusia sebagai wakil Nya di muka bumi memiliki tanggungjawab dan
> otoritas yang sangat besar .
>
> Sebagai khalifah, manusia diberi tangungjawab pengelolaan alam semesta
> untuk kesejahteraan ummat manusia, karena alam semesta memang diciptakan
> Alloh untuk manusia. Sebagai wakil Alloh, manusia juga diberi otoritas
> ketuhanan; menyebarkan rahmat Alloh, menegakkan kebenaran, membasmi
> kebatilan, menegakkan keadilan, dan bahkan diberi otoritas untuk menghukum
> mati manusia.
>
> Sebagai hamba manusia adalah kecil, tetapi sebagai khalifah Alloh, manusia
> memiliki fungsi yang sangat besar dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan di
> muka bumi. Oleh karena itu manusia dilengkapi Alloh dengan kelengkapan
> psikologis yang sangat sempurna, akal, hati, hati nurani, syahwat dan hawa
> nafsu, yang kesemuanya sangat memadai bagi manusia untuk menjadi makhluk
> yang sangat terhormat dan mulia, disamping juga sangat potensial untuk
> terjerumus hingga pada posisi lebih rendah dibanding binatang.
>
> Wassalam,
> agussyafii
>
> ---------
>
> Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye kegiatan "Untukmu Ananda." Pada
> tanggal 14 Februari 2009. selanjutnya silahkan kirimkan dukungan dan
> kepedulian anda kepada "Untukmu Ananda" di 087 8777 12 431 atau di
> http://agussyafii.blogspot.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke