Oleh: Sigit Ariansyah (Sutradara Film dan Iklan)

Akhirnya…! Kali ini saya boleh sedikit berbangga dengan apa yang baru
saja saya lahap di hadapan saya. Mau tau??

Sebuah KOMIK INDONESIAAAA…!!!

Ehm..ehmm..(serak). Ya, PARA PROTEKTOR memang sedang mencuri perhatian
saya. Sama sekali bukan karena salah seorang kartunisnya kebetulan
teman baik saya, tapi barangkali lebih disebabkan adanya imajinasi
saya yang tiba-tiba merasa terpenuhi di sini. Bukan imajinasi muluk,
tapi sekedar angan-angan manusia Indonesia asli yang kadang merindukan
logika-lokal dalam memahami sebuah plot kehidupan.

Saya menyebutnya logika-religi yang tidak bisa dipisahkan dari
masyarakat kita di samping logika antropologis yang tentu sewajarnya
sudah kita pahami. Dan PARA PROTEKTOR menghadirkan hampir semua
kelebihan-kelebihan Super Hero barat yang berteknologi namun tetap
dengan logika Sabang sampai Merauke yang pas. Ini luar biasa! Saya
bisa tetap mengalir tanpa banyak bertanya-tanya sinis dalam hati
sebagaimana biasanya memahami paparan logika-Atheis yang kadang aneh.
Artinya, komik ini masih melibatkan The Unseen Power tidak lain adalah
Tuhan sebagai sumber satu-satunya semua kekuatan di dunia.

Sebut saja karakter Sang Guru dari Serikat Para Protektor. Dalam
penangkapan saya, ia seorang bijak-alim-zuhud yang dekat dengan Tuhan.
Pantas saja jika ia kemudian menerima 'Karomah' berbagai kelebihan
melebihi manusia biasa. Kegelisahannya akan berbagai kejahatan di
Tanah Air mengilhaminya untuk membentuk serikat Para Protektor dengan
merekrut beberapa anggota yang masing-masing punya supra talenta
berbeda-beda seperti Matahari (latar belakang militer, asal Garut),
Aura (Seorang Guru SD asli Papua), Elektro (Seorang Engineer jenius),
dan Afiat (Perawat asal Aceh).

Dalam tugas mereka mendefinisikan yang Haq dan Bathil, mereka
berhadapan langsung dengan kelompok PDD atau Persaudaraan Dalam Darah
yang dikomandani oleh tokoh Manipulator yang juga cerdas tapi licik.
Beranggotakan LAVA (Live Android for Vicious Armageddon), Kinetik
(Rocker asal Medan), Veromona (Profesor biologi asal Manado), Shooter
(tentara bayaran dari Ambon), Molekul (ahli nuklir asal Lampung),
Sopran (bernama asli Siti Marlina, penyanyi dangdut asal Sidoarjo) dan
Shadow (bernama asli a.k.a. Sukanto, si pemakan manusia dari Klaten).

Berbagai intrik, suspense dan sisi touchy tentus aja mengimbangi
adegan-adegan laga yang tersaji apik dan berteknologi di komik
keluaran Paracomics Publisher ini. Kalaupun harus mengkritisi atau
sekedar masukan, menurut saya perlu sedikit definisi yang lebih detil
dalam scenes-period, kapan kejadian plot ini berlangsung, past,
present atau future. Hal itu tentu saja perlu untuk memenuhi detil
pengejawantahan gambar baik logic setting maupun propping yang berlaku
dalam setiap adegan.

Kembali ke imajinasi saya, membaca komik ini tiba-tiba saya kembali
teringat Frank Miller, Robert Rodriguez dan Tarantino. Adrenalin ini
tiba-tiba kembali naik perlahan untuk mewujudkan sesuatu yang dulu
pernah meledak-ledak.

Ehmm...(serak lagi). Apapun itu mohon keikhlasan doanya saja ya...



Judul : Para Protektor (Supra-Talenta Saga)
Karya : Poempida Hidayatulloh, Irham, Koko Prabowo
Penerbit : Paracomics, (www.paraprotektor.com), 70 Hlm. Full Color
Harga : Rp 29.500,-
Pembelian Online: www.benggala.com (diskon 15%)
Facebook:
http://www.facebook.com/profile.php?id=687374793#/pages/Para-Protektor/43185007013?ref=ts


Kirim email ke