Halo semuanya...



Dengung Law of Attraction atau biasa disingkat LOA, sampai detik ini semakin 
rame saja dibicarakan orang. Banyak sekali, mereka yang menulis atau bersaksi 
bahwa LOA mereka menjadi kenyataan. Berbagai tulisan di mailing list, dan 
kesaksian di panggung seminar, seakan-akan saling bersaing menunjukkan bahwa 
LOA is Work, begitu katanya.



Yaa, saya pun percaya bahwa LOA memang bisa menjadi kenyataan. Sebelum muncul 
buku-buku tentang LOA, sebenarnya LOA ini sudah terjadi di sepanjang usia 
kehidupan ini. Istilah LOA ini kan pembawanya adalah "orang bule" sono, yang 
menurut saya itu adalah DOA YANG TERKABUL. Sejak jaman Nabi Adam, sampai 
sekarang, tentu saja sudah ada LOA atau Doa yang Terkabul ini.



Hal yang membedakan istilahnya, khususnya di negeri ini adalah, karena LOA 
pembawanya "orang barat" sono, dan mereka memang sangat piawai 
mempromosikannya, maka seakan-akan terjadi "demam LOA" di negeri ini. 
Berbondong-bondong orang mau memberikan kesaksian mengenai LOA yang sudah 
terjadi pada dirinya, dan sebagian lagi menanyakan dengan semangat, bagaimana 
caranya agar LOA juga bisa terjadi bagi dirinya.



Padahal, sebelum muncul istilah LOA ini, bisa dikatakan TIDAK BANYAK ORANG YANG 
BERTANYA tentang DOA YANG TERKABUL. Sehingga mengesankan sebagian diantara kita 
ini memang sangat "Barat Minded"... semua hal yang berbau "orang bule" selalu 
mudah diserap oleh pikiran kita...dan mendorong kita untuk ikut serta berperan 
di dalamnya...lebih keren deh, begitu kira-kira.



Coba bayangkan, bahkan ada orang-orang yang begitu semangat untuk belajar ke 
"negeri barat" sekedar mempelajari LOA, dan hebatnya "orang bule" sono...kok ya 
ada Certificate LOA segala ya... dan ada berbagai sebutan tingkatan keilmuan 
LOA di sana... ckckckck.... pinter-pinternya "orang bule" ya... Luar Biasa 
Prima.



Yaa tulisan di atas ini sebagai pembukaan saja, dari topik sebenarnya yang 
ingin saya sampaikan kepada Anda. Sebagai entrepreneur, konsultan keluarga 
harmonis, konsultan pengembangan diri, kadang-kadang juga berlagak jadi 
trainer, motivator, penulis buku best seller, dan konsultan bisnis UKM, saya 
bahkan kadang sampai merasa "mblenger" atau bosan juga, ketika membaca, melihat 
dan mendengar "persaingan kesaksian LOA" ini. Maaf, saya bukan bermaksud 
meremehkan kesaksian LOA is Work tersebut. Itu adalah hak pribadi mereka untuk 
bersaksi tentang LOA yang katanya sudah mereka terima.



Saya hanya sekedar mengingatkan saja, jika memang benar LOA itu sudah bekerja 
untuk Anda, dan saya juga berharap itu benar adanya, yaa Alhamdulillah. Senang 
sekali saya melihat kenyataan, bahwa Anda sudah berhasil dalam me-LOA 
keinginan-keinginan Anda. Kalau yang begini ini yang terjadi, maka memang LOA 
is Work asli 100%.



Tetapi yang kadang bisa membuat miris hati yaitu, sebagian dari mereka yang 
gembar-gembor dengan semangat juang 45 dan menyatakan bahwa LOA telah bekerja 
pada dirinya... ternyata sebenarnya kehidupan dirinya masih begitu 
memprihatinkan, jauh dari semangat kesaksian LOA is Work ini. Mereka ini bicara 
bahwa betapa LOA telah berpihak pada kehidupannya, tetapi kenyataan 
kehidupannya itu masih sangat jauh dibandingkan dengan kesaksian yang telah 
disebutkannya. Inilah yang harus Anda waspadai! Bukan hanya waspada terhadap 
mereka yang bersaksi palsu ini saja, tetapi juga waspada terhadap "mindset LOA" 
yang mungkin saja secara keliru telah Anda resapi.



Untuk alasan yang terakhir ini, yang bersaksi palsu bahwa LOA katanya telah 
bekerja pada dirinya, itu memang hak mereka untuk membuat kesaksian...meskipun 
kesaksiannya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada pada dirinya. Itu sih 
terserah aja. Toh yang merasakannya juga dirinya sendiri...hehehe...



Cuma begini, hal itu mengandung makna bahwa yang bersangkutan sebenarnya nggak 
ngerti sama sekali tentang LOA, tapi ingin menunjukkan kepada banyak orang, 
bahwa mereka itu sudah "ahlinya LOA"....arti lainnya, mereka ini aslinya hanya 
ingin NARSIS...hanya bermaksud agar orang-orang bisa menghargai dan menghormati 
dirinya yang sudah berhasil mengendalikan LOA itu...padahal kenyataan hidupnya 
tidaklah demikian, sungguh masih memprihatinkan.



Atau begini, mereka yang bersaksi palsu tentang LOA yang telah bekerja padanya, 
ternyata memang sangat menguasai TEORI LOA, tetapi pada kenyataannya, mereka 
ini TIDAK BISA, TIDAK MAU atau TIDAK BERANI MENERAPKAN TEORI LOA buat meraih 
keinginannya. Yaa...seringkali mereka yang paham sekali dengan berbagai teori 
LOA, justru merasa khawatir bahkan takut untuk melakukan teorinya itu...dan 
hanya bersaksi palsu secara teoritis LOA saja...sekedar ingin NARSIS.



Tulisan saya ini sekedar mengingatkan saja, Anda pilih yang mana? Benar-benar 
melakukan LOA secara praktek dan benar-benar menerima LOA yang terjadi 
...ataukah... Anda hanya ingin NARSIS aja, dengan segala pengetahuan teori LOA 
yang Anda kuasai, tetapi kenyataan hidup Anda nyatanya masih jauh dari harapan 
LOA Anda sendiri. Bagaimana?



Silakan Anda memilih dan memutuskannya sendiri. Mau LOA beneran terjadi atau 
mau NARSIS aja. LOA atau NARSIS? Itu BEDA sekali!!





Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

http://www.wuryanano.com/

SUMBER BACAAN INSPIRASI:
WURYANANO --- MOTIVATIONAL BLOG


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke