Masih diambil dari suatu sumber.... Duel Anak Usia 9 Tahun Arief kecil yang baru berusia 9 tahun pulang ke rumah dengan hidung berdarah, mata lebam, dan baju sobek. Jelas sekali ia habis berkelahi dan kalah. Ayahnya mengobati luka-lukanya sambil bertanya apa yang terjadi. "Yah," kata Arief, "Aku tadi menantang David berduel. Dan, Ayah tahu, aku membiarkan dia memilih sendiri senjatanya." "Oh ya?" sahut Ayah, "Cukup adil juga." "Ya, tapi aku tidak tahu bahwa ia akan memilih kakak perempuannya!" Masih Menang 2 - 1 Dua orang pemuda perantauan ingin pulang ke kampungnya. Karena gak punya duit mereka ingin numpang sama mobil truck sayuran yang ingin ke daerah mendistribusikan sayuran. Setelah berhasil menyetop salah satu truck yang kebetulan sangat padat muatan, mau gak mau mreka naik di atas tumpukan sayur.. yang keamanannya sangat di ragukan.. Sampai setengah perjalanan mereka melawati jalan yang di penuhi pohon tinggi yang bisa menyambar kepala mereka.. Sambil ngobrol mereka menikmati perjalanan gratis mereka. Pemuda 1 : "AWASSSS!!! POHONN!!!!" Pemuda 2 berhasil mengelakk dari hantaman pohon tersebut.. pemuda 2 : "Hahaha... 1 - 0..." Mereka pun lanjutin obrolan mereka, tiba-tiba... Pemuda 1 : "AWASSSSSS!!!! POHONNNN!!!!" pemuda 2 masih bisa menghindar... pemuda 2 : "Husssshhhhh hampir aja, 2-0 hahahahahaha" Dan yang tidak di sangka tiba salah satu pohon menghantam kepala mereka berdua.. dengan wajah penuh darah... pemuda 2 berkata : "Tidak apa-apa masih menang 2-1" Wisnu Sedang Belajar Biola Si kecil Wisnu sedang belajar biola di ruang tamu sementara Papa sedang membaca di teras depan, dan Bleki sedang berantai di dekatnya. Setiap kali biola itu mengeluarkan suara melengking Bleki langsung melolong keras-keras. Papa berusaha cuek dengan kombinasi suara biola-anjing itu tapi akhirnya dia nggak tahan lagi. Dia melompat berdiri, membanting bukunya dan berteriak mengatasi suara bising itu, "Hei Wisnu!! Apa kamu nggak bisa cari lagu yang si Bleki nggak tau ???" Penyebab Rasa Sakit Budi baru pulang dari sekolah mengeluh kepada ibunya, Budi : "Bu, perutku sakit." Ibu : "Itu karena perutmu kosong. Sana makan dulu, kalau sudah diisi akan sembuh sendiri.",ujar ibunya bijak. Sore itu, ayah Budi baru pulang kerja dan berkata pada ibunya, Ayah : "Aduh ma, tiba-tiba kepalaku sakit." Sebelum ibunya menjawab sepontan saja Budi berkata, Budi : "Itu karena kepala Ayah kosong!" ?????!!!!!???? Masuk Kamar Ajaib Karena rasa kangenya.... seorang Ibu ingin bertemu dengan anaknya yang sudah berhasil di kota, ditemani oleh cucu lelaki-lakinya yang masih kecil. Sampai di kantor anaknya...ibu itu kebingungan, karena harus naik lewat Lift. Ibu itu heran, setiap orang masuk kamar (lift) itu, keluarnya pasti berbeda. Masuk Tua keluar muda, Masuk Jelek Keluar Cantik. Karena penasaran, cucunya yang masih kecil dimasukan ke Kamar ajaib itu, dengan harapan nanti keluarnya nanti cucunya pasti juga akan berubah. Dengan hati yang bedebar-debar, ditungguinya cucunya itu keluar dari kamar ajaib tersebut. Tak berapa lama, keluarlah dari kamar ajaib itu seorang pemuda yang gagah dengan pakaian rapi. Tanpa pikir panjang dipeluknya orang tersebut dengan sangat haru sekali sambil berteriak : "Duh...cucuku, kamu sekarang sudah berubah jadi besar dan gagah seperti ini...???? Takut Dengan Ulat Bulu Silvi kecil sedang mengikuti kegiatan camping pertamanya bersama dengan ayah dan pamannya. Sementara ayah dan pamannya memasang tenda Silvi yang tomboi itu berlari lebih dalam ke kebun perkemahan dan memanjat sebuah pohon. Tidak lebih dari lima belas menit dia sudah kembali ke kemahnya dengan kaki berdarah dan wajah pucat. "Ada apa?!" tanya ayahnya. "Aku diserang ulet bulu!" tangis Silvi meraung-raung. Ayah dan pamannya langsung tertawa terbahak-bahak, "Ulet bulu itu tidak mematikan, Silvi!" "Dengar," geram Silvi dengan rasa kesal, "kalau ulat bulu itu bisa membuat Ayah dan Paman lompat dari ketinggian dua meter, dia bisa sangat mematikan!" Robby Nuzly, S.Si., Apt. Direktorat Pengawasan Produksi Produk Terapetik dan PKRT Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta E-mail:[email protected] [Non-text portions of this message have been removed]
