Salam Sukses Penuh Berkah...



Di dalam kehidupan sehari-hari, di sepanjang hidup kita; sebenarnya ada banyak 
sekali pilihan sikap untuk kita gunakan. Tetapi ironisnya, banyak orang merasa 
seakan-akan tidak mempunyai suatu pilihan sikap yang tepat di dalam 
kehidupannya. Orang-orang seperti ini menganggap, bahwa untuk menentukan suatu 
sikap sangat bergantung pada bagaimana perasaan mereka saat itu. Mereka 
beranggapan, bahwa sikap mereka dikendalikan oleh perasaan emosi mereka pada 
saat itu. Inilah "pendapat umum" yang ada di kebanyakan pikiran sebagian dari 
kita ini.



Sebenarnya "pendapat umum" tersebut tidak benar sama sekali. Sikap kita 
sesungguhnya menentukan "apa yang akan kita lihat" dan bagaimana cara 
mengendalikan perasaan emosi diri kita. Sikap kita merupakan aset kesuksesan, 
karena tanpa memiliki sebuah sikap, kita tidak akan bisa menggali dan 
mengoptimalkan potensi diri kita yang sebenarnya.


Saya punya contoh pribadi (nostalgia) mengenai sikap yang menentukan "apa yang 
kita akan lihat". Ini terjadi pada (calon) istri saya. Pada waktu itu (calon) 
istri saya bekerja sebagai seorang Manajer Pemasaran di sebuah perusahaan 
swasta. Sebagai seorang manajer tentu saja dia bebas keluar masuk seluruh 
ruangan yang ada di dalam perusahaan itu. Pada suatu saat Pimpinan atau Bos 
istri saya tersebut mendadak kehilangan sebuah buku catatan pentingnya; berisi 
berbagai macam catatan sangat penting yang tidak boleh diketahui oleh orang 
lain selain si Bos sendiri.



Oleh karena (calon) istri saya yang paling bebas masuk ke setiap ruangan, 
termasuk ruangan kantor si Bos; maka tak pelak lagi tentu saja si Bos ini 
mencurigai (calon) istri saya, yang mengambil buku catatan pentingnya. Meskipun 
dia tidak menuduh istri saya secara terang-terangan, tetapi dari pandangan 
matanya dan segala gerak gerik bahasa tubuhnya dapat dipahami; bahwa si Bos 
jelas menuduh istri saya yang mengambil buku catatan pentingnya. Kejadian itu 
diceritakan semuanya oleh (calon) istri saya kepada saya.


Sampai pada suatu saat, si Bos tiba-tiba menemukan buku catatan pentingnya itu 
tergeletak di bawah meja di dalam ruang perpustakaan pribadinya yang selalu 
dikuncinya sendiri. Kemudian sudah bisa ditebak, bagaimana sikap si Bos itu 
terhadap (calon) istri saya selanjutnya; secara tiba-tiba pula hilanglah segala 
pandangan buruk terhadap(calon) istri saya.



Sikap pandang si Bos terhadap (calon) istri saya selama ini menjadi berubah 
setelah dia menemukan bukunya. Si Bos kembali ramah dan baik sekali, karena 
dugaannya terhadap (calon) istri saya keliru besar. Bahasa tubuhnya yang selama 
ini terlihat mencurigai (calon) istri saya, juga berubah; tidak seperti saat 
dia kehilangan buku catatan pentingnya itu.



Kisah di atas benar-benar terjadi, dan bisa sebagai contoh: bagaimana SIKAP 
bisa MENENTUKAN APA YANG AKAN KITA LIHAT, karena SESUNGGUHNYA KITA MELIHAT APA 
YANG SIAP UNTUK KITA LIHAT.


Setiap orang pasti pernah mengalami saat dimana perasaan emosi mereka tidak 
nyaman dan tidak enak. Dalam hal ini, kita harus bisa bersikap. Sikap kita 
memang tidak bisa mengubah secara langsung apa perasaan emosi kita. Sikap kita 
tidak bisa menghentikan perasaan emosi diri kita; tetapi dengan mengambil 
sikap, kita bisa mengendalikan perasaan emosi agar tidak menguasai diri kita.



Begitu banyak orang dalam melakukan tindakannya, selalu dikuasai dan 
dikendalikan oleh perasaan emosinya. Oleh sebab itu, dengan berani mengambil 
sikap, berarti kita berani dan sanggup mengendalikan perasaan emosi diri kita. 
Masing-masing orang bertanggung jawab kepada sikapnya sendiri.


Jika Anda lihat di dalam kehidupan ini, terlalu banyak orang tidak bisa 
bersikap terhadap emosinya sendiri; sehingga mereka sangat dikuasai oleh 
emosinya, dan segala tindakan mereka selalu dikendalikan emosi dirinya. Begitu 
banyak kekacauan terjadi akibat emosi yang tidak terkendali.



Sikap sebenarnya tidak lebih dari kebiasaan berpikir, dan... sebuah kebiasaan 
itu dapat diperoleh siapapun. Sehingga sikap itu dapat dibentuk dan dipelajari. 
SIKAP sesungguhnya TIDAK HANYA TERBAYANG DARI LUAR, tetapi SIKAP juga 
KEDENGARAN DARI LUAR. Sikap yang sehat secara pasti akan membimbing anda menuju 
kesuksesan. Sikap yang sehat harus terus menerus dipupuk dan dibiasakan dalam 
keseharian.


Masalah sikap ini juga terlihat dari hasil survey saya di dunia usaha, saat 
saya mencari tahu alasan-alasan: mengapa para atasan bisnis / pimpinan memecat 
karyawannya. Jawabannya sangat menarik, karena ternyata alasan terbanyak 
seorang karyawan dipecat dari sebuah perusahaan adalah karena sikap mereka 
buruk dan tidak layak, disamping juga karena tidak cakap bekerja. Survey itu 
memberikan catatan sebagai berikut:




Tidak cakap bekerja: 31 %


Tidak bisa menyesuaikan diri: 19 %


Tidak jujur: 12 %


Perilaku buruk: 10 %


Kurang motivasi: 9 %


Tidak bisa mengikuti instruksi: 8 %


Tidak cepat tanggap situasi: 7 %


Alasan-alasan lainnya: 4 %




Dari hasil survey tersebut di atas jelas terlihat, mengapa seseorang dipecat 
dari perusahaan, selain alasan karena dia tidak cakap bekerja. Ternyata ENAM 
alasan lainnya lebih merupakan masalah SIKAP. Sikap kita mungkin memang bukan 
satu-satunya hal yang diperlukan untuk meraih sukses, tetapi percayalah tanpa 
sikap yang baik, tidaklah mungkin kita bisa mencapai dan menggunakan potensi 
diri kita sepenuhnya.



Ingatlah, bahwa sikap kita sesungguhnya menentukan "apa yang akan kita lihat" 
dan bagaimana cara mengendalikan perasaan emosi diri kita. Kedua faktor terkait 
dengan sikap inilah yang ikut menentukan kesuksesan atau kegagalan seseorang, 
dan ini sangat erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan emosi.



SUKSES atau GAGAL, akan sangat dipengaruhi oleh SIKAP tersebut. Sikap positif 
menghasilkan kesuksesan, dan sikap negatif pasti menghasilkan kegagalan. Dalam 
hal ini Anda bebas untuk memilih sikap Anda. Bagaimana?





Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

http://www.wuryanano.com/

SUMBER BACAAN INSPIRASI :
WURYANANO --- MOTIVATIONAL BLOG


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke