Membangun Tokoh Idola   

By: agussyafii

Dalam pembahasan yang ketiga adalah membangun Tokoh Idola.  Membangun tokoh 
Idola membentuk pola anak agar menjadi Insan Mulia paling tidak ada 4 
infrastruktur, Yaitu:

1. penanaman nilai

2. Lingkungan yang Kondusif

3. Membangun Tokoh Idola

4. Pembiasaan kepada Pola Tingkah Laku Konstruktif.


Pada masa anak dn remaja, motif imitasi dan identifikasi sedang dalam 
pertumbuhan dan mencapai puncaknya ketika masa kanak-kanak, ayah adalah tokoh 
identifikasinya. Bagi kanak-kanak figur ayah adalah tokoh yang terhebat dalam 
alam psikologinya. Seorang ayah yang bisa memenuhi motif identifikasi anaknya 
hingga anak itu meningkat remaja, ia akan tetap menjadi tokoh idola anaknya. Di 
mata anak, ayah tetaplah besar meski secara sosial mungkin tidak. Sebaliknya 
seorang ayah yang gagal menjadi tokoh idola anaknya ketika masih anak-anak dan 
remajanya, di mata anak, ayah tetap tidak besar meskipun boleh jadi secara 
sosial ia adalah tokoh besar.
    
Seorang anak membutuhkan ayah sebagai ayahnya sendiri, bukan ayahnya orang 
banyak. Dalam perspektif ini, seseorang yang tidak mengenal siapa ayahnya (atau 
siapa ibunya) mengalami krisis identitas, karena ia kehilangan tokoh idola. 
Untuk bisa menjadi idola anaknya, seorang ayah juga harus mempunyai konsep 
tentang anak, apa yang diinginkannya tentang anaknya, mau dibentuk menjadi apa 
dan siapa. Tanpa konsep itu maka seorang ayah tidak bisa mendesain kapasitas 
dan corak moralitas anaknya. Pada usia sekolah kedudukan orang tua disaingi 
oleh guru. Terkadang seorang anak lebih memperhatikan apa kata guru dibanding 
apa kata ibunya di rumah.

Meningkat menjadi remaja, tokoh identifikasinya berubah kepada tokoh-toko 
“selebriti” terkenal, mungkin artis, olahragawan, atau tokoh apa saja yang 
melambangkan kehebatan dan keterkenalan. Mereka suka memasang poster tokoh yang 
menjadi idolanya dikamar tidur, meniru gaya rambutnya, mode pakaiannya, dan 
asesoris lainnya. Pada umumnya dalam usia remaja mereka mengambil tokoh idola 
tanpa memahami substansi kehebatan tokoh idolanya.

Dalam usia mahasiswa ketika mereka sudah bisa berpikir logis dan dapat 
membandingkan berbagai aliran pemikiran dari literatur yang dibaca tokoh idola 
yang dipilih, pada umumnya, adalah tokoh yang memiliki gagasan yang kuat, khas, 
menonjol, melawan arus, atau yang telah membuktikan mamapu melahirkan 
karya-karya besar. Baik orang itu masih hidup atau sudah menjadi catatan 
sejarah. bagi orang dewasa seusia mahasiswa, tokoh idola sangat berperan dalam 
membangun cita-cita masa depan pemikiran besar dari orang besar itu mengilhami 
orang muda untuk beerpikir besar. Orang besar adalah orang yang ruang lingkup 
pemikirannya luas melampaui ruang sosial, ruang geografi, serta ruang zaman 
tempat orang besar itu hidup. Tokoh-tokoh besar dunia yang banyak dijadikan 
idola pemuda dapat disebutkan, sperti Hitler, Napoleon, Gamal, Abdul Nasser, 
Soekarno, Imam Khomeini, dan Kaddafi.

Pengenalan kepada orang besar itu bisa dilakukan dengan membaca biografinya 
atau mengunjungi jejak sejarah tokoh tersebut. Dalam perspektif ini menjadi 
sangat penting penulisan biografi pelaku sejarah. Perlu disebarluaskan kepada 
generasi muda; misalnya biografi para pahlawan nasional RI, biografi tokoh 
bisnis, tokoh pemuda, dan tokoh keilmuan. Dari biografi itu generasi muda dapat 
mengetahui bagimana mereka mengalami pasang surut kehidupan, bagaimana mereka 
merespons perkembangan, dan bagaimana mereka berpikir menembus ruang dan waktu 
sehingga mereka tampil sebagai tokoh. Orang besar adalah orang yang bisa 
“bermimpi” tentang suatu hal yang mustahil, tetapi semua karya besar pada 
mulanya secara sinis dipandang orang sebagai impian kosong. Kajian tentang 
tokoh juga perlu di galakkan dalam bentuk seminar, dalam penelitian mahasiswa 
untuk penulisan skripsi, tesis, atau disertasi.

Wassalam,
agussyafii

---
alhamdullilah sudah ada 5 Anak Amalia memiliki orang tua asuh....masih ada 18 
anak yang belum memiliki orang tua asuh. saudaraku... keinginan mereka utk 
bersekolah sangatlah besar...hanya sayang terbentur dengan kondisi ekonomi 
keluarga barangkali masih ada yg berkenan utk menjadikan mereka anak 
asuh.....hanya dengan Rp. 200/bulan kita sudah ber PMA (Penanaman Modal 
Akhirat).... .yuk, teman...kita berlomba dalam berbuat kebaikan dan 
kebajikan... insyallah Allah meridhoi langkah baik kita ini...amin ya 
robbalalamin. Bagi yang berkenan silahkan menghubungi 087 8777 12 431 atau 
http://agussyafii.blogspot.com





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke