Ketika kau berdendang sebuah bintang bagai titik terang diujung malam Derai lari waktu menderu mendentam Mengingat sebuah kisah indah gemilang menerang
Kukirimkan sebuah rindu dari kejauhan Bersurat cinta dan sebuah nada keinginan Dalam tatap mata mata yang sembab Berlari dan kehilangan sebuah harap Awal pagi itu adalah terakhir kunatap Sebuah mata indah yang begitu berharap Semua kan hilang bagai kenanganan pada bahtera sebuah kehilangan Biar ku kayuh sampan tak berlabuh Mengikuti riak sungai yang membiru Sekulum senyum remuk dari hati yang syahdu Merelekan semua menjadi sebuah kisah bisu Depok, 25 Maret 2009 Erwin Arianto -- Best Regard Erwin Arianto,SE エルイン アリアント (内部監査事務局) ------------------------------------- SINCERITY, SPEED, INOVATION & INDEPENDENCY [Non-text portions of this message have been removed]
