assalamu'alaikum....
minta penjesalan lebih lanjut ttg buku tsb.... terutama maksud Gus Dur arti 
GARIS KERAS, kemudian referensi2 yg tercantum dalam bukunya...kemudian 
pertanyaannya..kalaulah Gus Dur saat itu sakit, kenapa tidak diluncurkan 
setelah sembuh??? itukan mustahil....jangan menuduh Gus Dur donk membuat buku 
yang memicu perselisihan...seharusnya, pengedar bertia ini termasuk yg 
bertanggung jawab..
 
terima kasih
 
 
Hasan Juhanis 

--- On Wed, 4/8/09, Reporter Milist <[email protected]> wrote:


From: Reporter Milist <[email protected]>
Subject: TaManBinTaNG >>> Buku Memuat Hidden Agenda PKS Beredar
To: 
Date: Wednesday, April 8, 2009, 2:08 AM






08/04/2009 - 11:26
Buku Memuat Hidden Agenda PKS Beredar
Anton Aliabbas

*INILAH.COM <http://inilah. com/>, Jakarta - Menjelang hari H pemungutan
suara, situasi politik kian memanas. Bahkan, kini beredar buku yang menyebut
adanya agenda terselubung yang dimiliki PKS. Walah.*

Buku tersebut bertajuk "Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam
Transnasional di Indonesia." Buku tersebut tercetak April 2009 yang
diterbitkan oleh tiga lembaga yakni The Wahid Institute, Gerakan Bhinneka
Tunggal Ika dan Maarif Institute.

Sederet nama beken tertulis dalam buku ini. Mantan Presiden Abdurrahman
Wahid tercatat sebagai editor. Sementara prolog diberikan oleh mantan Ketua
PP Muhammadiyah, Prof A Syafii Maarif. Sedangkan bagian epilog disajikan
pemimpin pondok pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang

Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

Dalam buku setebal 321 halaman ini, PKS dituliskan sebagai agen kelompok
garis keras Islam transnasional. Dalam melakukan kerjanya, PKS melakukan
infiltrasi ke berbagai institusi yang mencakup pemerintahan dan ormas Islam
antara lain Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah (halaman 23). Fakta yang
mencengangkan adalah adanya fenomena rangkap anggota antara Muhamamdiyah dan
kelompok yang disebut garis keras. Diduga hampir 75 persen pemimpin garis
keras memiliki ikatan dengan Muhammadiyah.

Sajian data yang ditampilkan dalam buku ini tertulis merupakan hasil
penelitian yang dilakukan selama 2 tahun terakhir. Penelitian sendiri
dilakukan oleh dua tim. Tim pertama dituai oleh Abdurrahman Wahid yang
merupakan peneliti konsultasi dan literatur. Sementara tim kedua yakni tim
lapangan dikomandani oleh Prof Dr Abdul Munir Mulkhan (guru besar UIN Sunan
Kalijaga).

Penelitian yang dilakukan di 24 kota/kabupaten yang tersebar di 17 provinsi
dengan menerjunkan 27 peneliti lapangan. Tidak hanya itu, riset ini
melibatkan 591 responden yang diambil dengan sengaja (*purposive sampling*)
yang berasal dari 58 organisasi massa Islam. Profesi responden pun beragam,
mulai dari pegawai negeri, dosen, mahasiswa, anggota DPRD hingga pimpinan
parpol.

Buku ini menyebutkan aktivitas dakwah yang dilakukan Lembaga Dakwah Kampus
(LDK) yang kemudian melahirkan PKS menikmati dana Arab Saudi. Peneliti buku
ini melasir adanya informasi PKS sedang mencari masjid-masjid yang sedang
direnovasi. Dana rehab tersebut diperoleh dari Arab Saudi. Syaratnya,
penduduk setempat diminta mendukung PKS dalam setiap pemilihan.

Pada bagian ahir, penelitian ini menyimpulkan gerakan Islam garis keras di
Indonesia memiliki hubungan dengan gerakan Islam transnasional yang berasal
dari Timur Tengah terutama Wahabi, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir.
Tujuannya, dengan mendiskreditkan pancasila, gerakan ini berusaha melakukan
formalisasi agama. Dengan menggunakan alasan degradasi moral dan ketepurukan
bangsa, mereka berniat mengganti Pancasila dengan negara islam dan mengubah
NKRI dengan Khilafah Internasional.

Tidak hanya itu, buku ini juga menjelaskan PKAS terkesan menempuh politik
bermuka dua dengan menghembuskan isu partai terbuka pada Mukernas d Bali
pada tahun 2008 silam. Untuk ke publik, PKS ingin menegaskan sebagai partai
terbuka dan bervisi kebangsaan dengan menerima Pancasila dan UUD 1945.
Sementara, ke konstituen, PKS menyatakan sebagai partai dakwah berasas
Islam. Selain PKS, Hizbut Tahrir Indonesia juga disebutkan menjadi bagian
dari gerakan Islam garis keras.

Buku ini sedianya diluncurkan pada 6 April silam oleh Gus Dur. Namun karena
Gus Dur sedang sakit, peluncuran ditunda untuk waktu yang tidak
terbatas.[ton]

http://inilah. com/berita/ politik/2009/ 04/08/97108/ buku-memuat- 
hidden-agenda- pks-beredar/

Politik
08/04/2009 - 11:35
PKS: Tuduhan Buku Itu Palsu!
Raden Trimutia Hatta

*INILAH.COM <http://inilah. com/>, Jakarta - Masa tenang jelang pemilu,
ternyata tidak setenang yang diharapkan. Aksi menyerang lawan politik masih
terjadi. Salah satunya tengah mengintai PKS dengan terbitnya buku berjudul
'Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia' yang
menyebutkan PKS sebagai bagian dari gerakan Islam garis keras transnasional.
*

"Tuduhan-tuduhan dalam buku itu semuanya palsu. PKS itu organisasi resmi
yang sudah 10 tahun terbukti bersih. Kenapa tidak parpol Islam lainnya yang
sudah terbukti tidak bersih saja yang mereka tuduh," ujar Wasekjen PKS Fahri
Hamzah kepada *INILAH.COM <http://inilah. com/>* di Jakarta, Rabu (8/4).

Dalam kata pengantar buku itu yang ditulis oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur),
memaparkan bahwa PKS telah melakukan infiltrasi ke Muhammadiyah pada
Muktamar Muhammadiyah Juli 2005 di Malang. Saat itu, para agen kelompok
garis keras seperti PKS mendominasi banyak forum dan berhasil memilih
beberapa simpatisan gerakan garis keras menjadi Ketua PP Muhammdiyah.

Fahri membantah tulisan Gus Dur itu. Menurutnya, PKS sebagai organisasi yang
legal sudah tercermin dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya yang
jelas. "Kita tidak ada itu hidden agenda apa-apa. Kita dibilang telah
melakukan infiltrasi ke Muhammadiyah, padahal kita ini kan resmi. Ngawur
juga itu orang yang nulis bukunya," katanya.

Ia juga menyatakan bahwa tulisan-tulisan dalam buku itu tidak ada kaitannya
dengan sama sekali dengan PKS. "Tolong dibuktikan kalau memang PKS seperti
itu. Mereka itu takut, selama ini mereka yang menulis buku itu tapi tidak
ada sama-sekali yang meminta konfrontasi dari kita," ungkapnya.

Buku tersebut diterbitkan atas kerjasama Gerakan Bhineka Tunggal Ika, the
Wahid Institute dan Maarif Institute. Buku itu merupakan hasil penelitian
yang berlangsung lebih dari dua tahun dan dilakukan oleh LibForAll
Foundation. Yang menjadi editor dalam buku itu adalah Gus Dur dan yang
menjadi penyelaras bahasanya adalah Mohammad Guntur Romli. [mut/ton]

http://inilah. com/berita/ politik/2009/ 04/08/97113/ pks-tuduhan- buku-itu- 
palsu/

--~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~
Groups "Koran Digital"
- One Touch News-

To post to this group : koran-digital@ googlegroups. com
To unsubscribe from this group : koran-digital- unsubscribe@ googlegroups. com

For more options, visit this group at
http://groups. google.com/ group/koran- digital?hl= id

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"- - Publilius
Syrus (100 SM)

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun.

- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu.

- Sebisa mungkin hindari komentar satu baris.

- Sebisa mungkin potong ekor email untuk menghemat bandwith.

- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya.

- Berdiskusilah dengan baik dan bijak.

-~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~---

-- 
************ ********* ********* ****
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermili st.multiply. com/
************ ********* ********* ******

[Non-text portions of this message have been removed]

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke