Pak Tri Berpulang Ketika Bu Darwati di Opname
Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un,,, Sesungguhnya semua berasal dari Allah dan 
kepada-Nya akan kembali.
Sahabat amanah Ukhuwwah, pasien dhuafa penderita tumor, Pak Tri Cahyono telah 
dipanggil oleh Allah SWT saat dalam perjalanan menuju ke kampung halamannya 
ketika dijemput oleh keluarga.
Berita terakhir yang kami rilis adalah kondisi Pak Tri yang mulai membaik pasca 
operasi pembuatan jalan makanan di perut, namun sejatinya hal tersebut tidaklah 
memberikan efek yang signifikan mengingat penyakit utamanya adalah tumor ganas 
yang terus tumbuh ketika semua sibuk memulihkan kondisi Pak Tri. Dalam waktu 
menunggu kondisi Pak Tri pulih inilah pertumbuhan tumor hidungnya sangat cepat, 
bayangkan hanya dalam waktu satu malam terlihat jelas perbedaan fisik yang 
terjadi.
Hari Jum’at (17/4) kami dikabari kondisi Pak Tri kritis, kabar tersebut kami 
terima dari donatur yang langsung datang menyampaikan kepedulian terhadap Pak 
Tri di rumah sakit, namanya Pak Edy. Kami langsung menuju ke RS untuk mengecek. 
Ternyata kondisinya memang buruk, nafasnya sudah tersengal-sengal dengan 
dibantu oksigen. Terlihat beberapa tetangga Bu Darwati sedang membaca do’a di 
samping Pak Tri. Sementara itu kami mendengar kabar bahwa, paginya Bu Darwati 
sempat pingsan karena kelelahan, ngantuk, dan tidak banyak makanan yang masuk 
karena dia tidak mau meninggalkan Pak Tri barang sejenakpun. Kami 
menkonsultasikan kondisi Pak Tri dengan dokter spesialis tumor yang kebetulan 
sedang berkunjung, Dr. Eva dan Dr. Ellin. Mereka menyarankan tindakan pemberian 
obat untuk mengurangi pembengkakan di otak, namun dengan kondisi psikis yang 
cukup tertekan ditambah kelelahan yang mendera, Bu Darwati tidak dapat diajak 
untuk berunding mengenai tindakan medis
 yang memerlukan persetujuannya.
Akhirnya kami dari pihak YKSU yang diminta untuk meminta persetujuan bu 
Darwati, Alhamdulillah bu Darwati menyetujuinya meskipun dengan susah payah 
kami menjelaskannya.
Sampai dengan pukul 10 pagi kami masih di RS, dokter kemudian menyarankan untuk 
men CT scan otak Pasien guna mengetahui pembengkakan yang terjadi. Namun 
setelah mempertimbangkan kondisi dan urgenitas tindakan tersebut yang tidak 
memberikan harapan penyembuhan, bu Darwati menolak tindakan tersebut sambil 
membisikkan kepasrahannya kepada kami.
Selang beberapa waktu kemudian, bu Darwati terjatuh pingsan kambali. Untuk kali 
ini pingsan bu Darwati cukup lama sehingga kami membawanya ke ruang Triage RSUP 
Sanglah untuk perawatan. Darwati sempat siuman dan meronta untuk menunggui Pak 
Tri, namun pingsan kembali sampai diharuskan opname. Dan yang membuat kami 
semakin trenyuh, Darwati di opname tidak sekamar dengan Pak Tri, hal ini 
membuat tetangga-tetangga yang peduli harus bolak-balik untuk mengurusi kedua 
pasien ini. Akhirnya pembagian tugas dilakukan, tetangga yang perempuan 
mengurusi Bu darwati dan tetangga yang lelaki menunggui Pak Tri, sebuah 
kesalehan sosial yang begitu mengharukan. Ada Bu Ida yang memohon ijin suaminya 
untuk tidak pulang karena kasihan melihat kondisi Bu Darwati dan Pak Tri. 
Kemudian Pak Mujiono yang harus ijin meninggalkan pekerjaannya dan tidak tidur 
semalaman karena terpanggil untuk membantu menjaga Pak Tri. Subhanallah. 
Terimakasih.
Keesokan harinya, Sabtu (18/4), kami ke RS kembali, dan disana sudah menunggu 
keluarga Pak Tri dari Surabaya. Melihat kondisi Pak Tri, mereka berkeinginan 
untuk membawa pulang Pak Tri dengan telah mempertimbangkan berbagai resiko yang 
akan terjadi. Dan dokter juga sudah menyerahkan kondisi Pak Tri kepada 
keluarga, mereka menjelaskan bahwa Pak Tri sudah sangat parah.
Akhirnya kami mengkonsultasikan hal ini kepada Bu Darwati yang masih tergolek 
lemas di ruang Lely RSUP Sanglah. Pada awalnya keluarga Pak Tri mengajak serta 
Bu Darwati dan anak-anak bersama mereka, namun karena alasan pribadi, yang kami 
tidak dapat ikut campur di dalamnya, Bu Darwati tidak bersedia ikut, dia 
mamasrahkan perawatan Pak Tri kepada keluarga sambil berpesan agar dia selalu 
dikabari kondisi Pak Tri selama di Jember nantinya. Keluarga Pak Tri 
mengungkapkan kepada YKSU bahwa mereka tidak mempunyai dana untuk menyewa 
ambulan guna membawa Pak Tri. Akhirnya kami dari YKSU menyediakan ambulance 
gratis serta tabung oksigen yang kami beli khusus untuk Pak Tri.
Sebelum berangkat, urusan administrasi kami selesaikan semua beserta 
kelengkapan untuk Pak Tri. Teman, tetangga, perawat semua melepas Pak Tri 
dengan sedih, tentu lebih sedih lagi Bu Darwati yang melepas keberangkatan 
suaminya dari kursi roda yang didorong teman-temannya. Terlihat anak tertua 
mereka, Bagus, kelas 5 SD, menangis sesenggukan. Sementara yang kecil masih 
dititipkan di tetangga kosan mereka. Tidak sedikit pula teman dan tetangga dari 
keluarga, yang tekenang baik ini, ikut menangis mengiringi keberangkatan Pak 
Tri.
Kami berangkat diiringi adzan Ashar sabtu sore yang menggema. Kami sempat 
mampir ke kosan Pak Tri untuk mengambil beberapa barang sekalian berpamitan 
dengan tetangga yang lain. Tampak anak Pak Tri yang terkecil (3 bulan) sedang 
digendong oleh salah seorang tetangga, masih terlihat gemuk dan lucu. Sempat 
hati ini trenyuh membayangkan anak sekecil ini tidak sempat merasakan kasih 
sayang ayahnya seperti anak-anak yang lainnya.
Perjalanan cukup panjang, di atas kapal penyebrangan Gilimanuk-Ketapang, Pak 
Tri sempat diberi susu dan obat melalui lubang diperutnya. Kondisinya masih 
seperti tadi siang, dengan bantuan pernafasan dari selang oksigen yang kami 
belikan dari dana donatur yang masuk.
Sekitar pukul 21.20 di daerah Glenmore, Banyuwangi, hape tua saya bordering, 
“Assalamu’alaikum, Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, Innalillahi wa inna 
ilaihi roji’un, Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, pak, Pak Tri sudah tidak 
ada. Kami berterimakasih atas semua bantuannya selama ini terhadap adik saya,” 
suara serak dengan iringan tangisan ini berasal dari Pak Eko yang duduk di 
kursi belakang tempat Pak Tri ditidurkan dalam ambulance. Telepon langsung 
ditutup. Kami menoleh kebelakang, tampak wajah Pak Tri sudah ditutupi kain 
batik yang dijadikan selimut, sementara sang ibu yang sudah lanjut usia tampak 
duduk dengan susah payah berusaha mendekat ke tubuh Pak Tri (karena sempitnya 
ruangan dalam ambulance). 
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, akhirnya Allah lebih menyayangi engkau Pak 
Tri. Selamat jalan Pak Tri, mudah-mudahan penderitaanmu yang engkau hadapi 
dengan sabar mensucikan dirimu dihadapan-Nya. Amiin.
Donatur yang budiman, kami mengucapkan terimakasih atas segala kepedulian anda 
sekalian, baik yang langsung menyalurkannya ke rumah sakit maupun yang melalui 
YKSU. Semoga amal kebaikan donatur sekalian dibalas dengan yang lebih baik oleh 
Allah swt.
Kini kami masih menangani pembiayaan untuk Bu Darwati yang masih tergolek lemah 
di Ruang Lely RS Sanglah. Kabar terakhir dari Dr. Dewi Pradnyawati, dokter jaga 
ruang Lely RSUP Sanglah, Bu Darwati mengalani depresi ringan akibat rasa 
kehilangan yang dalam, dokter jaga belum memperbolehkan Darwati pulang karena 
khawatir dengan kondisi psikisnya, “Potensi untuk mencelakai diri ada di Bu 
Darwati,” ujar Dr. Dewi yang menangani kejiwaan pasien di ruang Lely RSUP 
Sanglah ketika bertemu YKSU, Senin (20/4). Rencananya besok Selasa (21/4) 
bagian neurologi akan datang memeriksa karena ketika terjatuh pingsan saat 
mengunggui Pak Tri, Darwati sembat terbentur di bagian belakang kepalanya.
Dengan ini LAZ YKSU mengucapkan banyak terimaksaih kepada seluruh donatur yang 
telah peduli, dan kami dengan ini menutup penggalian dana untuk pengobatan Pak 
Tri. Jika ada dana yang masuk yang diperuntukkan untuk pengobatan Pak Tri 
setelah tanggal 21 April 2009 akan kami gunakan untuk program kemanusiaan 
lainnya yang akan datang.
Kami berharap anda masih bersedia menerima email-email dari YKSU berikutnya 
yang berisi beragam kabar dan berita kehidupan diseputar kita.
Laporan keuangan pengobatan Pak Tri dan Bu Darwati akan kami sampaikan dalam 
email kami selanjutnya. Mohon bersabar.
Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh
Ttd
LAZ YKSU, Jl. Kalimantan 19 Denpasar. Telp. 0361 232692, sms 
085237455556www.zakatukhuwwah.blogspot.com




      Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke