Menjajal Ilmu Kebal Komisi Pemilu Komputer tabulasi suara Komisi Pemilihan
Umum diserang puluhan peretas. Kini dibuat pertahanan yang berlapis-lapis.

CALON presiden bukan, selebritas juga enggak. Tapi Mohammad Jafar Hafsah
menjadi buah bibir di pusat tabulasi suara Komisi Pemilihan Umum, yang
bermarkas di Hotel Borobudur, Jakarta. Gara-garanya adalah perolehan suara
calon dari Partai Demokrat ini yang sungguh fantastis.

Per Rabu pekan lalu, kandidat legislator di daerah pemilihan II Sulawesi
Selatan ini sudah mengumpulkan lebih dari 111 juta suara—65 persen dari
total jumlah pemilih se-Indonesia. Padahal total suara yang masuk ke pusat
penghitungan Komisi baru sekitar 7 juta. Ulah peretas komputer?

Komisi Pemilihan Umum memang tengah sibuk berperang melawan para peretas,
tapi mereka membantah kekacauan angka tersebut akibat serangan para hacker
dan cracker itu. ”Hanya kesalahan di sistem kami. Mestinya, kalau memang
angkanya melonjak, grafiknya ikut meninggi. Tapi buktinya kan tidak,” kata
anggota Komisi, Abdul Aziz, merujuk pada grafik batang di halaman utama
situs tabulasi suara Komisi (www.kpu.go.id).

Tapi, jika ini kesalahan sistem, seharusnya akibatnya masif
atau—sebaliknya—hanya terjadi pada suara Mohammad Jafar. Kenyataannya,
kejadian serupa dialami calon anggota legislatif Partai Indonesia Sejahtera,
Sugeng Imam Santosa. Dalam tabulasi sementara, nama calon dari daerah
pemilihan yang sama dengan Mohammad Jafar itu sudah tercontreng lebih dari
111 ribu kali. Padahal jumlah suara total yang diraih partai itu di sana
baru 865 suara.

Sejak Komisi menampilkan perhitungan suara pemilihan umum legislatif secara
online, puluhan peretas memang terus mencoba menembus sistem komputer
tabulasi itu. ”Jika dihitung, sudah 20 kali,” kata Ketua Tim Teknis
Teknologi Informasi Komisi Pemilihan Umum Husni Fahmi. ”Sejauh ini, usaha
mereka dapat digagalkan,” dia menambahkan.

Peretas komputer adalah mereka yang berusaha menyusup ke dalam jaringan atau
server pihak lain tanpa izin. Penyusup ini terbagi dalam dua jenis: peretas
budiman dan peretas siluman. Yang budiman cuma masuk tanpa menimbulkan
kerusakan. Yang siluman bisa jahat bukan main: bisa mengambil, mengubah,
hingga menghilangkan data di server. Kelompok terakhir inilah yang berusaha
menyusup ke server tabulasi suara Komisi.

Menurut Husni, ada yang mencoba mengubah tampilan situs data tabulasi. Ada
pula yang mencoba membuat semua angka perolehan suara menjadi nol. ”Tapi
tidak berhasil,” ujarnya.

Belajar dari pengalaman Pemilihan Umum 2004—saat itu Dani Firmansyah
berhasil menembus pengaman jaringan komputer Komisi—kini Komisi memasang
benteng keamanan yang berlapis-lapis. ”Kami sekarang lebih siap
mengantisipasi serangan peretas,” Husni sesumbar. Semua jalan yang dulu jadi
tempat masuk Dani ke sistem Komisi sudah digembok rapat-rapat.

Lima tahun lalu, Dani menyusup ke dalam sistem keamanan jaringan Komisi
melalui ”Jalan Thailand”. Ini adalah semacam alamat Internet anonim dari
negara itu dan merupakan tipuan untuk mengelabui lokasi Dani yang
sesungguhnya di Indonesia. Ia juga punya alamat anonim lain untuk
menyesatkan perburuan petugas, yakni sebuah warung Internet di Yogyakarta.

Nah, Dani—pencipta distro Linux berbasis Debian yang dinamai
XNUXER—menerobos sistem keamanan server Komisi kala itu dengan Cross Site
Scripting dan SQL Injection. Salah satu alatnya tersedia gratis, yakni Nmap,
yang juga tersedia di Linux.

Kini berumur 30 tahun dan menjadi system developer sebuah perusahaan
multinasional, Dani mengaku tak tahu keandalan sistem pengamanan Komisi
sekarang. ”Namun tingkat kesulitan dalam menembus sebuah sistem keamanan
komputer dari suatu jaringan sangat relatif dan bergantung pada keahlian dan
kemahiran masing-masing pihak,” ujarnya. ”Dan saya tidak pernah mencoba dan
tidak berminat mengetahuinya,” katanya.

Toh, sekuat apa pun sistem keamanan komputer, tak ada yang sungguh-sungguh
aman. Ini keyakinan Jim Geovedi, pensiunan peretas komputer yang kini
bekerja sebagai konsultan keamanan di PT Bellua Asia Pacific. ”Sehebat apa
pun sistem keamanan jaringan, tetap ada celah untuk disusupi. Bahkan dengan
tools sederhana seperti web browser bisa melakukan penyusupan,” ujarnya,
seperti mengingatkan Komisi untuk tetap awas mengawasi bentengnya.

Kuncinya: hacker tahu mengenai karakteristik sistem yang menjadi targetnya.
”Kalau sudah tahu logikanya, pakai apa pun bisa,” kata peretas yang belajar
otodidak ini.

Ini juga disadari Komisi. Karena itu, untuk menambah level keamanan sistem
jaringannya, Komisi mendekati komunitas praktisi keamanan teknologi
informasi, termasuk para peretas. Komisi mengimbau mereka tidak melakukan
aktivitas yang dapat merugikan pemilu tahun ini.

Hasilnya sudah ada. Dani mengungkapkan, sudah beberapa kali komunitas
komputer underground berkomunikasi dengan Komisi. ”Mereka bahkan memiliki
jalur komunikasi khusus agar ketika terjadi sesuatu dapat secepatnya
dilakukan perbaikan,” ujarnya. Namun, menurut Jim, ini saja tak cukup.

Seharusnya, ujar peretas yang dulu malang-melintang di Bandung itu,
komunitas ini ikut masuk tim teknologi informasi Komisi. ”Kalau sekarang,
jika mereka tahu sesuatu dan ada sesuatu yang terjadi, mereka tidak bisa
berbuat apa-apa karena terbentur birokrasi,” katanya.

Sebenarnya, usaha peretas untuk membobol sistem keamanan jaringan Komisi tak
selalu berarti negatif. Ketua Kelompok Kerja Teknologi Informasi Komisi
Pemilihan Umum Sri Nuryanti mengatakan banyaknya serangan hacker justru akan
memperkuat sistem keamanan teknologi informasi Komisi. ”Sistem kami jadi
lebih kuat bertahan,” katanya. Meski begitu, ia tetap meminta para hacker
tidak usil mengubah tampilan situs Komisi.

Ia mengatakan perbuatan para peretas terkategori dalam kejahatan karena
dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap
penyelenggaraan telekomunikasi dan menghancurkan atau merusak barang. Inilah
sebabnya Satuan Cyber Crime Markas Besar Kepolisian Indonesia turun tangan
mengusut adanya tindakan kriminal dunia maya dalam proses penghitungan suara
di pusat tabulasi nasional. ”Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999
tentang Telekomunikasi dan subsider Pasal 406 KUHP, seorang hacker bisa
terkena ancaman hukuman penjara selama enam tahun dan atau denda paling
banyak Rp 600 juta,” ujarnya.

*Firman Atmakusuma*

**

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/04/20/TI/mbm.20090420.TI130080.id.html


-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
=========================================================
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang
besar.. Berminat Hubungi [email protected]
=========================================================
(Iklan) Kunjungan Kapal Perang TNI AL
Hari/tanggal : Minggu, 03 Mei 2009
Jam : 08.30 – 14.00 ( datang tepat waktu untuk daftar ulang )
Tempat : Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta
Acara : Kunjungan ke Kapal Laut TNI-AL
Kapasitas : Terbatas, maksimal 250 orang
Biaya : Rp 75.000 per orang. Tetapi bila mendaftar dan membayar sebelum
tanggal 22 April , maka akan didiskon 15 ribu,
Ikka W. Widowati (021)-5260758 – [email protected]
Erwin Arianto (021) 8970061 - [email protected]
=========================================================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
Gunakan Untuk Kepentingan Anda
=========================================================
Ruang Iklan Untuk disewakan
=========================================================


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Usaha Berubah, Selalu Kalah ?

Apakah Anda merasa diri Anda sia sia dan tidak berdaya karena semakin Anda 
ingin berubah, Anda semakin kalah, semakin Anda ingin berprestasi justru 
semakin frustrasi ? 

Apakah Anda merasa hidup Anda buruk dan terpuruk karena semakin Anda berusaha, 
Anda semakin menderita, semakin Anda menahan diri justru semakin tidak 
terkendali ? 

No Problem ! Di SERVO Aja !

S.E.R.V.O™ membebaskan Anda dari "jerat” atau “penjara" emosional, menemukan 
potensi dan jati diri Anda serta mengaktifkan "mesin" sukses otomatis Anda 
seperti milik para BINTANG. 

Dengan Terapi S.E.R.V.O™ :
 
- Lebih sehat tanpa obat. Anda tidak lagi perlu mengalami gangguan psikosomatis 
seperti pusing, berdebar debar, leher kaku, sakit perut, insomnia 

- Lebih bahagia tanpa fobia. Anda tidak perlu merasa cemas, takut, gugup, 
panik, bingung, lupa, marah, gangguan seksual 

- Lebih bergairah tanpa masalah. Anda tidak perlu terjebak pada kebiasaan buruk 
seperti kecanduan rokok, obat, makan, tidur, belanja, korupsi 

- Lebih mudah tanpa menyerah. Anda tidak perlu lari dari masalah, merasa malu, 
bersalah, gagal, bernasib sial, depresi, putus asa, malas dan menunda pekerjaan 

- Lebih percaya diri tanpa iri. Semakin awal Anda menemukan potensi dan jati 
diri, semakin cepat Anda menjadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik 
dibidangnya 

- Lebih berprestasi tanpa korupsi. Memanfaatkan seluruh waktu produktif Anda 
untuk membuat “cetak biru” kesuksesan pribadi, keluarga dan kehidupan sosial 
Anda.  

Kesaksian !

Nana, Pengusaha. ...Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi 
setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang 
tegar menghadapi tantangan hidup ini. ... 

Hubungi : http://klinikservo.com/
 
(021) 5574 5555, 554 6009

---

TERAPI GRATIS !

FOBIA terhadap BENDA NYATA seperti Karet, Pepaya, Bulu Ayam, Karpet, Susu, 
Sayur, Nasi dsb. Hanya untuk Peserta Pertama, dari masing masing Fobia !Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke