Refleksi: Apa yang salah dengan Indonesia?

Senin, 20 April 2009 ]
Tarif Pajak Turun Tak Dorong Daya Saing
 *SATU* hal yang pasti dihadapi manusia (warga negara) adalah membayar
pajak. Padahal, di mana pun pajak tidak disenangi/diinginkan. Di sisi lain,
penerimaan pajak sangat penting bagi suatu negara guna membiayai pelayanan
publik, pengelolaan ekonomi, dan redistribusi pendapatan. Meski demikian,
dunia usaha ataupun pekerja lebih senang membayar pajak yang
semurah-murahnya. Bahkan, kalau bisa tidak perlu membayarnya. Masyarakat pun
sama saja. Itu dapat dilihat dari larisnya barang selundupan yang masuk
tanpa membayar pajak.

Ketidaksenangan berbagai pihak untuk membayar pajak (apalagi kalau jumlahnya
besar) dimanfaatkan beberapa kawasan ataupun negara *tax havens* yang
menerapkan pajak rendah atau bahkan tanpa pajak. Banyak orang atau
perusahaan, untuk menghindari pajak di negaranya, menaruh uangnya ataupun
mendirikan perusahaan di *tax havens*. Praktik tersebut sudah berlangsung
lama dan telah membuat banyak negara dirugikan. Bahkan, negara maju seperti
AS pada akhirnya ''marah''. Sebab, potensi hilangnya pendapatan pajak karena
banyaknya perusahaan dan warganya yang menghindar dengan menaruh dana
ataupun mendirikan perusahaan di *tax havens* cukup banyak. Akhirnya
Presiden AS Barack Obama menyatakan ''perang'' melawan *tax havens*.

Berperang melawan *tax havens* tidaklah mudah karena jumlahnya cukup banyak.
Diperkirakan 15 persen negara di dunia adalah *tax havens*. Negara seperti
Swiss, Cayman Island, Bermuda, dan British Virgin Island adalah beberapa
dari sekian banyak yang dikategorikan sebagai *tax havens*. Keberadaan *tax
havens* semakin dimusuhi karena selain menjadi tempat untuk menghindari
pajak, diperkirakan banyak pula digunakan untuk pencucian uang. Karena
itulah, G-20 dalam pertemuannya di London awal April lalu ingin menertibkan
*tax havens*.

Bagi Indonesia sendiri, keberadaan *tax havens* jelas merugikan. Apalagi,
tarif pajak penghasilan (PPh) dan pajak ataupun pungutan lain, baik yang
resmi ataupun tidak resmi adalah tinggi. Pajak masih dianggap masalah bagi
dunia usaha di tanah air. Indonesia dipertimbangkan sebagai salah satu
negara yang dianggap tidak *friendly *dengan urusan pajak bagi dunia usaha.
Itu dapat dilihat dari peringkat 116 dalam membayar pajak pada *Ease of
Doing Business* yang dibuat IFC (anak perusahaan Bank Dunia) dari 181 negara
yang disurvei pada 2009. Ini berarti pajak masih merupakan salah satu
masalah bagi dunia usaha Indonesia.

Padahal, Indonesia sudah mereformasi rezim pajaknya dengan meluncurkan
undang-undang pajak baru, baik untuk pajak penghasilan ataupun administrasi
pajak. Demikian juga kantor pelayanan pajak pratama untuk pembayar pajak
besar secara khusus sudah didirikan untuk memberikan pelayanan yang baik
bagi wajib pajak besar. Namun, hasilnya masih jauh dari harapan.

Reformasi perpajakan dilakukan dengan diluncurkannya undang-undang tentang
administrasi pajak, dan undang-undang pajak penghasilan yang baru. UU PPh No
36 telah diluncurkan September 2008, dan mulai berlaku sejak 1 Januari 2009.
Dengan peraturan baru ini, tarif pajak untuk wajib pajak orang pribadi
maksimal turun dari 35 persen menjadi 30 persen, dan bagi wajib pajak badan
yang dulu ada 3 lapisan (10 persen, 15 persen, dan 30 persen) diubah,
sehingga di semua tingkatan penghasilan tarifnya adalah 28 persen pada 2009,
turun menjadi 25 persen pada 2010.

Untuk UMKM diberi insentif dengan potongan pajak 50 persen dari tarif
normal. Adanya potongan tarif dan perbaikan administrasi pajak tersebut
diharapkan membuat pajak tidak lagi menjadi penghambat bisnis, meski hasil
survei IFC belum mendukung hal itu.

*Persaingan Semakin Ketat*

Persaingan antarnegara dalam menarik investor di pasar global dengan
menawarkan pajak yang kompetitif (mudah dan murah) semakin seru. Banyak
negara menawarkan tarif pajak yang rendah, lebih rendah daripada Indonesia.
Dengan begitu, turunnya tarif pajak belum tentu membuat Indonesia menarik
bagi investor. Lihat saja hasil survei IFC tadi. Selain itu, banyaknya
negara yang menjadi *tax havens* membuat persaingan menjadi tidak imbang.
Padahal, *tax havens *juga agresif menarik korporasi agar mau masuk ke
negerinya.

Demikian pula beberapa negara menerapkan pajak korporasi rendah seperti
Cyprus, dan beberapa negara Eropa Timur seperti Bulgaria dan Serbia hanya
mengenakan tarif pajak korporasi 10 persen. Bahkan, Montenegro hanya menarik
pajak korporasi 9 persen. Demikian juga tetangga kita seperti Singapura
mematok tarif pajak korporasi 18 persen. Itu pun akan diturunkan menjadi 17
persen pada 2010. Sedangkan Hongkong hanya 16,5 persen, serta negara jiran
Malaysia hanya mematok 26 persen.

Berbagai data tarif antarnegara tersebut menunjukkan persaingan global untuk
menarik investor dan meningkatkan daya saing internasional suatu negara
melalui tarif pajak rendah, dan pelayanan kepada wajib pajak yang baik
semakin keras. Karena itu, turunnya tarif pajak penghasilan korporasi belum
tentu memberikan stimulus pada dunia usaha, guna meningkatkan daya saing
mereka.

Apalagi, masih banyak masalah yang dihadapi dunia usaha Indonesia saat ini.
Beberapa masalah klasik yang tak kunjung terurai, seperti buruknya
infrastruktur, masalah ketenagakerjaan, KKN (Indonesia menjadi negara
terkorup di Asia menurut PERC pada 2009), serta masalah birokrasi (misalnya
perizinan). Karena itu, tidak mengherankan jika daya saing internasional
Indonesia pada umumnya lebih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya. (*)

http://jawapos.com/halaman/index.php?act=showpage&kat=7


-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
=========================================================
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang
besar.. Berminat Hubungi [email protected]
=========================================================
(Iklan) Kunjungan Kapal Perang TNI AL
Hari/tanggal : Minggu, 03 Mei 2009
Jam : 08.30 – 14.00 ( datang tepat waktu untuk daftar ulang )
Tempat : Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta
Acara : Kunjungan ke Kapal Laut TNI-AL
Kapasitas : Terbatas, maksimal 250 orang
Biaya : Rp 75.000 per orang. Tetapi bila mendaftar dan membayar sebelum
tanggal 22 April , maka akan didiskon 15 ribu,
Ikka W. Widowati (021)-5260758 – [email protected]
Erwin Arianto (021) 8970061 - [email protected]
=========================================================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
Gunakan Untuk Kepentingan Anda
=========================================================
Ruang Iklan Untuk disewakan
=========================================================


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Usaha Berubah, Selalu Kalah ?

Apakah Anda merasa diri Anda sia sia dan tidak berdaya karena semakin Anda 
ingin berubah, Anda semakin kalah, semakin Anda ingin berprestasi justru 
semakin frustrasi ? 

Apakah Anda merasa hidup Anda buruk dan terpuruk karena semakin Anda berusaha, 
Anda semakin menderita, semakin Anda menahan diri justru semakin tidak 
terkendali ? 

No Problem ! Di SERVO Aja !

S.E.R.V.O™ membebaskan Anda dari "jerat” atau “penjara" emosional, menemukan 
potensi dan jati diri Anda serta mengaktifkan "mesin" sukses otomatis Anda 
seperti milik para BINTANG. 

Dengan Terapi S.E.R.V.O™ :
 
- Lebih sehat tanpa obat. Anda tidak lagi perlu mengalami gangguan psikosomatis 
seperti pusing, berdebar debar, leher kaku, sakit perut, insomnia 

- Lebih bahagia tanpa fobia. Anda tidak perlu merasa cemas, takut, gugup, 
panik, bingung, lupa, marah, gangguan seksual 

- Lebih bergairah tanpa masalah. Anda tidak perlu terjebak pada kebiasaan buruk 
seperti kecanduan rokok, obat, makan, tidur, belanja, korupsi 

- Lebih mudah tanpa menyerah. Anda tidak perlu lari dari masalah, merasa malu, 
bersalah, gagal, bernasib sial, depresi, putus asa, malas dan menunda pekerjaan 

- Lebih percaya diri tanpa iri. Semakin awal Anda menemukan potensi dan jati 
diri, semakin cepat Anda menjadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik 
dibidangnya 

- Lebih berprestasi tanpa korupsi. Memanfaatkan seluruh waktu produktif Anda 
untuk membuat “cetak biru” kesuksesan pribadi, keluarga dan kehidupan sosial 
Anda.  

Kesaksian !

Nana, Pengusaha. ...Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi 
setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang 
tegar menghadapi tantangan hidup ini. ... 

Hubungi : http://klinikservo.com/
 
(021) 5574 5555, 554 6009

---

TERAPI GRATIS !

FOBIA terhadap BENDA NYATA seperti Karet, Pepaya, Bulu Ayam, Karpet, Susu, 
Sayur, Nasi dsb. Hanya untuk Peserta Pertama, dari masing masing Fobia !Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke