(Bukan) Singapura Punya Flu Perlu langkah antisipatif untuk mencegahnya beranjak jadi wabah berbahaya.
*JAKARTA* -- Sebuah dering telepon menyadarkan Hardono Arifanto dari dunia Facebook-nya di negeri tetangga, Singapura. Tiba-tiba saja ia menekuni siaran berita di televisi. Tidak cukup di situ, alumni SMA Taruna Nusantara Magelang yang kini berprofesi sebagai pengembang *software* itu juga mencoba *googling*. Berbekal kata kunci "Singapore Flu", awalnya Hardono cuma mendapat berita-berita seperti pelarangan ternak ayam Kentucky oleh Otoritas Veteriner dan Pangan-Agraris Singapura. "Ini tentu bukan berita yang membuat ayah risau," demikian dia menulis dalam blog *sodeve.net*. Ia terus mencari hingga akhirnya mendapati bahwa istilah Flu Singapura cuma berasal dari berita di Indonesia, tepatnya Depok, Jawa Barat. Di wilayah ini belum lama ada delapan anak yang tinggal bertetangga terinfeksi penyakit dengan gejala ruam kecil di tangan, mulut, dan kaki yang menular dengan cepat. Heboh. "Pantas saja saya tidak bisa langsung menemukannya (ketika *googling*), penyakit ini sebenarnya bernama penyakit tangan, kaki, dan mulut," katanya sambil menambahkan, "Tapi setidaknya ini menjadi kabar baik untuk orang tuaku yang kemarin menelepon karena tidak ada wabah flu yang sedang merebak di sini (Singapura)." David Handojo Muljono, peneliti di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, juga sempat mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan label Flu Singapura itu. "Tidak tepat," katanya. Entah siapa yang memulai, penyakit khas pada anak ini memang sering disebut dengan Flu Singapura. Alasannya, virus didapat gara-gara bepergian ke negeri Merlin itu--yang pernah dilanda pandemik bersama beberapa negara lainnya di Asia--lalu membawanya pulang. Toh, kalaupun alasan itu diterima, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Depok Ani Rubiani mengaku sulit menentukan asal muasal penularan ketika sudah ada yang terjangkit. Menurut Ani, belum tentu anak pertama yang terinfeksi adalah anak yang orang tuanya sering ke luar negeri. Atau menurut bahasa penjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Hardiono, "Hingga saat ini Depok belum pernah melakukan penelitian khusus mengenai *hand*, *foot*, *and mouth disease*." Hardiono beralasan, laporan tentang jenis penyakit yang menyerang saluran pencernaan--bukan saluran pernapasan seperti flu umumnya--ini tidak sebanyak kasus penyakit lain, seperti demam berdarah dengue, apalagi flu burung. Jadi, katanya lagi, "Sepengetahuan saya, belum ada penelitian tentang itu," dia menambahkan. Mungkin itu pula sebabnya Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia, Umar Fachmi Achmadi, menyatakan bahwa Flu Singapura termasuk *new emerging disease* (penyakit infeksi baru) yang virusnya belum pernah diisolasi. Tidaklah mengherankan jika pola penyebaran dan penyebabnya belum bisa diketahui secara pasti, begitu katanya. Virus Coxsackie dan Enterovirus 71 penebar benih penyakit ini disebut oleh Umar mudah sekali bermutasi saat musim peralihan atau pancaroba, selain faktor kepadatan penduduk dan mobilitas, seperti sekarang. Masa inkubasinya seminggu dan bisa menular dengan cepat lewat udara, kotoran, dan kontak fisik di antara anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih cetek. Meski Hardiono menekankan bahwa masyarakat tidak perlu takut karena penyakit ini tidak terlalu membahayakan, begitu pun keganasan virusnya di Indonesia tidak separah seperti yang di Singapura, Umar menyatakan, "Para pembuat kebijakan Indonesia sebaiknya menyiapkan langkah antisipatif untuk mencegah wabah tidak menyebar di Indonesia." Umar dan Hardiono serta Ani sepakat, daya tahan tubuh si anak cukup ditingkatkan dengan cara perbaikan gizi demi bisa menghalau infeksi virus ini. "Ini adalah satu-satunya cara meningkatkan kekebalan tubuh mengingat vaksinasi belum bisa dilakukan," kata Umar. Sisa caranya adalah setiap orang tua mesti waspada ketika melihat tanda-tanda anaknya mengalami gejala seperti demam yang melampaui 38 derajat Celsius, nafsu makan menurun karena sariawan, selain ada bintil-bintil berisi nanah di tangan dan kaki. Jika sudah terjangkit, tutup mulut dan hidung bila bersin, tidak menggunakan alat-alat rumah tangga secara bersamaan, dan yang terpenting mencuci tangan sebelum makan.*wuragil/tia hapsari* *Anak-anak Jangan Jorok!* Penyakit tangan, kaki, dan mulut umumnya menyerang bayi dan anak-anak--meski orang dewasa juga bukan tidak mungkin terjangkit. Tapi, biasanya korbannya adalah anak-anak di bawah usia 10 tahun. *Gejala:* Biasanya dimulai dengan demam ringan, pusing, selera makan hilang, dan sakit tenggorokan. Dalam 1-2 hari, sakit tenggorokan merembet ke rongga mulut. Lidah, bagian dalam pipi, dan gusi-ruam merah kecil melepuh dan sering sekali menjadi bernanah. Dalam periode yang sama, bintik-bintik merah yang tidak gatal juga timbul di kulit di telapak tangan dan kaki. *Penyebaran:* Virus penyebab ditemukan dalam ingus ataupun ludah, dan cairan dalam bintil merah pada kulit. Masa berbahaya untuk penularan adalah pekan pertama dari infeksi. Hati-hati, virus masih tetap hidup dalam tubuh pasien berminggu-minggu setelah gejala menghilang. *Tindakan Medis dan Perawatan:* Tidak ada perawatan apalagi vaksin khusus untuk jenis penyakit ini. Tindakan yang diambil adalah untuk mengurangi rasa sakit dari gejala yang ditimbulkannya. Contoh, demam bisa diredam dengan antipyretic; rasa sakit bisa dieliminasi dengan acetaminophen, ibuprofen, atau lainnya; obat kumur bisa untuk mereduksi rasa sakit sariawan. *Dehidrasi* Selain pemantauan suhu tubuh agar jangan melampaui 38 derajat Celsius--sangat penting diperhatikan karena seorang anak yang sakit di mulut dan tenggorokannya pasti akan sulit makan dan minum. *Komplikasi:* Komplikasi tidak umum terjadi. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus * coxsackie* A16 tergolong ringan. Hampir seluruh pasien pulih kembali 7-10 hari kemudian. Hanya, insiden sistem saraf lebih tinggi pada penyakit yang dibawa *Enterovirus* 71 (EV71). Meski jarang, infeksi virus kedua ini bisa menyebabkan *enchepalitis* (fatal) dan kelumpuhan seperti polio. *Pencegahan:* Hidup higienis! Di antaranya dengan sering-sering cuci tangan, terutama setelah mengganti popok dan buang air besar. Hindari kontak dengan pasien, termasuk menggunakan perangkat yang sama. Anak-anak juga semestinya dijauhkan dulu dari keramaian seperti sekolah, pasar, dan transportasi umum kalau mereka menunjukkan gejala infeksi. *Tangan, Kaki, dan Mulut Bukan Kuku dan Mulut* Penyakit tangan, kaki, dan mulut adalah penyakit infeksi virus yang jamak menjangkiti bayi dan anak-anak. Nama jenis penyakit ini sering tertukar dengan penyakit kuku dan mulut yang menyerang hewan ternak dan angsa. Meski mirip, virus penyebab kedua jenis penyakit itu sangat berbeda dan sejatinya manusia tidak menjadi inang bagi virus penyerang hewan, begitu pun sebaliknya. Penyakit tangan, kaki, dan mulut atau yang di sini sering dilabeli Flu Singapura, disebabkan oleh virus di usus dari keluarga *Piccornaviridae*. Turunan dari keluarga virus itu yang paling sering ditemukan dalam kasus penyakit dengan dampak yang tergolong ringan ini adalah *Coxsackie A16* dan *Enterovirus 71* (EV71). Tidak ada pengobatan khusus untuk jenis penyakit ini. Acetaminophen bisa digunakan untuk mengobati demamnya, sedangkan berkumur dengan air garam (satu sendok teh garam dalam satu gelas air hangat) juga bisa membantu jika si anak bisa berkumur tanpa menelan airnya. Banyak dokter tidak mengeluarkan resep, kecuali infeksi sudah parah. Infeksi itu pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa biasanya bertahan tidak lebih dari dua minggu. Hanya sebagian kecil kasus yang butuh perawatan rumah sakit. Kasus biasanya ulah EV71 yang bisa menyebabkan komplikasi saraf seperti *encephalitis* dan meningitis ataupun *pulmonary edema*/*pulmonary hemorrhage* (jantung). Di Singapura, penyakit ini memang bisa menjangkiti sepanjang tahun. Wabah bisa merebak di tengah-tengah pusat kegiatan atau perawatan anak-anak. Namun, Singapura bukan satu-satunya. Berikut adalah beberapa catatan wabah yang terekam. 1997: 34 anak tewas di Sarawak, Malaysia. 1998: 78 anak tewas, 405 menderita komplikasi parah dalam wabah epidemik yang menerjang 1,5 juta anak di Taiwan. 2006: 7 orang meninggal di Sarawak, Malaysia; di selatan dan barat India, penyakit tangan-kaki-mulut dilaporkan merebak menyusul wabah Chikungunya. 2008: 42 tewas di Fuyang, Anhui, Cina; lebih dari 2.600 kasus dilaporkan kembali meruak di Singapura; 11 tewas di Vietnam, 1.600 kasus di Mongolia; dan Brunei melaporkan 1.053 kasus. 2009: Tahun ini Depok tidak sendiri dan mungkin belum seberapa karena di Heze, Provinsi Shandong, Cina, sampai April ini sudah dilaporkan 15 tewas. *Virus-virus* VIRUS COXSACKIE adalah bagian dari keluarga Enterovirus (di dalamnya juga terdapat virus polio dan hepatitis A) yang hidup dalam saluran pencernaan manusia. Virus ini bisa menular dari satu orang ke orang lain biasanya lewat tangan yang tidak dicuci dengan sabun dan permukaan yang terkontaminasi feces karena virus ini bisa hidup berhari-hari di sana. Di iklim dingin, wabah infeksi *Coxsackie* paling sering terjadi di musim panas dan gugur, sedangkan di tropis bisa sepanjang tahun. Umumnya gejala mirip flu ringan yang ditimbulkannya bisa hilang sendiri tanpa obat. ENTEROVIRUS 71 (EV71) pertama kali diisolasi dari kasus-kasus penyakit saraf di California pada 1969. Virus ini adalah anggota terbaru dalam keluarga Enterovirus yang terkenal dalam epidemi penyakit saraf parah pada anak-anak. Sampai saat ini masih sedikit yang diketahui tentang mekanisme molekuler tubuh terhadap infeksi virus ini. Dari yang sudah diketahui, infeksi EV71 menyebabkan peningkatan kadar mRNA yang mengkodekan *chemokine*, yaitu protein yang di antaranya terlibat dalam degradasi sel. http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/04/20/Ilmu_dan_Teknologi/krn.20090420.162970.id.html -- ********************************************* Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya http://reportermilist.multiply.com/ ********************************************** ========================================================= Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/ 5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang besar.. Berminat Hubungi [email protected] ========================================================= (Iklan) Kunjungan Kapal Perang TNI AL Hari/tanggal : Minggu, 03 Mei 2009 Jam : 08.30 14.00 ( datang tepat waktu untuk daftar ulang ) Tempat : Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta Acara : Kunjungan ke Kapal Laut TNI-AL Kapasitas : Terbatas, maksimal 250 orang Biaya : Rp 75.000 per orang. Tetapi bila mendaftar dan membayar sebelum tanggal 22 April , maka akan didiskon 15 ribu, Ikka W. Widowati (021)-5260758 [email protected] Erwin Arianto (021) 8970061 - [email protected] ========================================================= Search Engine Terpopuler Anak Bangsa http://djitu.com Gunakan Untuk Kepentingan Anda ========================================================= Ruang Iklan Untuk disewakan ========================================================= [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Usaha Berubah, Selalu Kalah ? Apakah Anda merasa diri Anda sia sia dan tidak berdaya karena semakin Anda ingin berubah, Anda semakin kalah, semakin Anda ingin berprestasi justru semakin frustrasi ? Apakah Anda merasa hidup Anda buruk dan terpuruk karena semakin Anda berusaha, Anda semakin menderita, semakin Anda menahan diri justru semakin tidak terkendali ? No Problem ! Di SERVO Aja ! S.E.R.V.O membebaskan Anda dari "jerat atau penjara" emosional, menemukan potensi dan jati diri Anda serta mengaktifkan "mesin" sukses otomatis Anda seperti milik para BINTANG. Dengan Terapi S.E.R.V.O : - Lebih sehat tanpa obat. Anda tidak lagi perlu mengalami gangguan psikosomatis seperti pusing, berdebar debar, leher kaku, sakit perut, insomnia - Lebih bahagia tanpa fobia. Anda tidak perlu merasa cemas, takut, gugup, panik, bingung, lupa, marah, gangguan seksual - Lebih bergairah tanpa masalah. Anda tidak perlu terjebak pada kebiasaan buruk seperti kecanduan rokok, obat, makan, tidur, belanja, korupsi - Lebih mudah tanpa menyerah. Anda tidak perlu lari dari masalah, merasa malu, bersalah, gagal, bernasib sial, depresi, putus asa, malas dan menunda pekerjaan - Lebih percaya diri tanpa iri. Semakin awal Anda menemukan potensi dan jati diri, semakin cepat Anda menjadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik dibidangnya - Lebih berprestasi tanpa korupsi. Memanfaatkan seluruh waktu produktif Anda untuk membuat cetak biru kesuksesan pribadi, keluarga dan kehidupan sosial Anda. Kesaksian ! Nana, Pengusaha. ...Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang tegar menghadapi tantangan hidup ini. ... Hubungi : http://klinikservo.com/ (021) 5574 5555, 554 6009 --- TERAPI GRATIS ! FOBIA terhadap BENDA NYATA seperti Karet, Pepaya, Bulu Ayam, Karpet, Susu, Sayur, Nasi dsb. Hanya untuk Peserta Pertama, dari masing masing Fobia !Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
