[ Rabu, 03 Juni 2009 ]
Ketika Cinta Bertasbih Rilis 11 Juni Mendatang
 *JAKARTA -* Tak punya latar belakang di bidang akting, Kholidi Assadi Alam
alias Odi ternyata berhasil memerankan karakter Azzam dalam film *Ketika
Cinta Bertasbih* (KCB). Akting dalam debut filmnya itu sekaligus berhasil
mengubah nasibnya dari seorang penjual sarung dan ayam goreng menjadi
selebriti.

Awalnya Odi datang dari Pasuruan, Jawa Timur, ke Jakarta untuk mendalami
ilmu agama di Pesantren Darul Islah, Buncit, Jakarta Selatan. Sambil mondok,
Odi juga mengumpulkan uang agar bisa segera mewujudkan mimpi kuliah. ''Saya
lulus (SMA) pada 2007. Setelah itu, karena biaya kuliah mahal, saya bilang
orang tua. Jangan jual tanah. Saya mau bekerja keras sendiri lebih dulu,''
katanya setelah pemutaran film *KCB* di Djakarta Theater kemarin (2/6).

Maka, Odi berwiraswasta dengan berjualan sarung yang didatangkan dari Jawa
Timur dan ayam goreng setiap malam. ''Pada 2008, saya mendapatkan kesempatan
audisi dan alhamdulillah lolos, dapat peran Azzam. Saya dedikasikan untuk
orang tua. Sekarang saya sudah mau urus kuliah. Sudah nggak jualan lagi,''
ucap pria kelahiran Pasuruan, 30 Maret 1989, itu.

Butuh perjuangan kuat bagi Odi untuk memerankan Azzam. Setelah menjalani
karantina sebulan sebelum syuting, pemilik tinggi 185 cm itu giat menggali
data seperti apa sosok Azzam yang tertulis pada novel karya Habiburrahman El
Shirazy alias Kang Abik itu.

Satu per satu karakter itu dikuak. Dimulai dari cara berjalan Azzam yang
tegap. Itu berbeda dengan cara berjalan dia yang cenderung bungkuk. ''Saya
sampai harus latihan jalan di lapangan. Angkat kursi di bahu, kayak angkat
beban. Saya baru boleh berhenti setelah asisten sutradara bilang, 'itu baru
jalannya Azzam','' ungkapnya.

Odi juga mesti belajar cara berbicara Azzam dalam bahasa Arab dialek Mesir.
Beruntung, karena memiliki latar belakang pendidikan pesantren, dia bisa
bahasa Arab. ''Hanya tinggal belajar dialek Mesir dan *gesture* bicaranya.
Sebab, diceritakan bahwa Azzam itu sudah sembilan tahun tinggal di Mesir,''
tuturnya.

Odi juga berulang-ulang membaca buku *KCB*, terutama beberapa bagian yang
menurut dia sangat memengaruhi penjiwaan peran Azzam. Pada akhirnya, Odi pun
terpengaruh Azzam. ''Azzam itu sebelum tidur salat Witir, saya coba lakukan
juga,'' akunya.

Selebihnya, Odi menganggap kesempatan berperan sebagai Azzam untuk
introspeksi diri menjadi lebih baik lagi. ''Saya sadar, saya bukan panutan
seperti Azzam,'' ucapnya.

Film *KCB* mulai diputar di bioskop pada 11 Juni 2009. Karena durasi
totalnya 4 jam, SinemArt selaku produser bersama Chaerul Umam, sutradara,
sepakat memenggal film itu menjadi dua seri. ''Tadinya malah mau saya
jadikan empat bagian supaya tidak ada adegan yang dipotong,'' kata Chaerul
Umam.

Kang Abik sebagai penulis novel yang ceritanya menjadi dasar pembuatan film
itu juga kebagian peran sebagai Muzab. Dia menyatakan sangat puas dengan
film tersebut. ''Film ini dikerjakan Kang Umam dengan sangat baik. Kalau
dalam bahasa hadis itu tidak bidah, tidak ditambahkan dan tidak
dilebihkan,'' ungkapnya. *(gen/ayi)*



-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang  murah dengan prospect yang
besar, Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive"
hubungi Dieler Suzuki terdekat
http://suzuki.co.id/
============================
Space Iklan
=============================


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke