Artikel: "Sesama Bis Kota Dilarang Saling Mendahului"   

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

"Sesama Bis Kota, Dilarang Saling Mendahului". Anda pernah mendengar kalimat 
itu? Mungkin pada awalnya kalimat itu dibuat untuk mengingatkan para sopir bis 
kota supaya tidak ngebut atau balap-balapan dengan bis kota yang lainnya. 
Sehingga, kalimat itu jelas tertulis dikaca belakang setiap bis kota. Lama 
kelamaan, kalimat itu menjadi begitu populer seolah ingin mengingatkan kita 
supaya tetap menjaga norma dan etika ketika sedang bersaing. Semakin tinggi 
tingkat persaingan, semakin besar peluang untuk saling menyerang. Bahkan, tak 
jarang kita saling menjatuhkan.  

Persaingan tidak hanya terjadi untuk memperebutkan kursi kepresidenan. 
Melainkan juga pada semua sektor kehidupan. Persaingan bisnis, terjadi setiap 
hari. Persaingan dengan teman dikantor, seolah tidak kenal henti. Bahkan 
persaingan untuk memperebutkan seorang pacar, bukan peristiwa yang langka. 
Pendek kata, kita seolah hidup dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan. 
Sampai-sampai, ada orang yang berkeyakinan; "kalau hidup tidak mau bersaing, 
maka kita bakal tersingkirkan.". Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kita 
sering menemukan orang melakukan apa saja untuk memenangkan persaingan. 

Dikantor, persaingan sering melahirkan hubungan yang tidak harmonis diantara 
karyawan yang satu dengan karyawan yang lain. Bahkan, antara bos di divisi yang 
satu dengan bos di divisi yang lain. Akhirnya, anak buah mereka juga mau tidak 
mau ikut terlibat didalam persaingan tidak sehat itu. Walhasil, hubungan 
diantara kedua divisi tidak pernah berjalan mulus. Ada saja kata-kata sindiran, 
memojokkan atau usaha-usaha penjegalan satu sama lain. Meskipun mereka bertemu 
setiap hari, mereka enggan untuk sekedar saling bertegur sapa.

Tetapi, apakah persaingan selalu berdampak seburuk itu? Tidak juga. Persaingan 
yang sehat bersifat positif. Bahkan, orang-orang yang bersaing secara sehat 
dapat mengambil manfaat dari proses persaingan itu. Sebab, persaingan yang 
sehat memiliki beberapa ciri unik yang semuanya bermotif positif. Ciri-ciri itu 
antara lain; 
Pertama, orang-orang yang bersaing saling menghormati dan menghargai satu sama 
lain.
Kedua, orang-orang yang bersaing memiliki pertalian batin dan hubungan pribadi 
yang baik. 
Ketiga, orang-orang yang bersaing menerima dengan legowo kemenangan temannya.
Keempat, orang yang kalah bersaing mendedikasikan sumberdaya yang dimilikinya 
untuk mendukung kemenangan temannya.
Kelima, orang yang menang bersaing menjaga perasaan dan merangkul temannya yang 
kalah untuk berbagi kemenangan dengannya.

Sedangkan persaingan yang didasari oleh rasa iri dan keserakahan justru 
menyebabkan perpecahan dan suasana yang merugikan bagi perusahaan. Sebab, 
orang-orang yang dirinya diliputi oleh keserakahan selalu ingin menguasai 
segala hal indah sendirian. Orang semacam ini, tidak akan puas oleh jabatan 
atau penghasilan yang mereka dapatkan. Selama masih ada orang lain yang lebih 
dari dirinya, dia akan terus berusaha mengalahkannya. Perasaan iri, sama 
berbahayanya. Orang-orang yang memelihara rasa iri tidak pernah senang melihat 
keberhasilan orang lain. Sehingga dia melakukan cara apapun untuk menjatuhkan. 

Namun, mengapa hanya 'sesama bis kota' yang dilarang saling mendahului? Apakah 
bis kota boleh 'mendahului angkot', misalnya? Didalam konteks kehidupan 
manusia, ternyata memang persaingan tidak sehat itu terjadi diantara 
orang-orang yang berada dalam 'satu komunitas' atau 'satu profesi'. Misalnya, 
karyawan iri kepada sesama karyawan.  Mereka tidak iri kepada pedagang di 
pasar. Sebaliknya, pedagang di pasar, iri pada temannya sesama pemilik kios di 
pasar. Artis iri kepada artis. Pelajar iri kepada pelajar. Trainer, iri kepada 
trainer. Teman iri kepada teman. Dan sebagainya. Kemudian, dari perasaan iri 
itu muncullah sifat antipati. Dan ketika seseorang memiliki sikap antipati, 
maka pasti dia tidak akan pernah bersedia untuk mengulurkan tangan dengan tulus 
ketika temannya membutuhkan bantuan. Padahal bukankah Tuhan menciptakan kita 
untuk saling menolong satu sama lain? Jika demikian, mungkin sudah saatnya bagi 
kita untuk mengikis habis semua perasaan iri yang masih tersisa didalam hati.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
0812-19899-737
Learning Facilitator IFSHA Strategic
http://www.dadangkadarusman.com/  
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta

Catatan Kaki: 
Ketika kita memudahkan jalan seseorang, mungkin dia lupa atas semua kontribusi 
yang pernah kita berikan. Namun, Tuhan tidak pernah keliru menghitung. Sebab, 
setiap amal perbuatan; akan diacatat dengan cermat. 

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul 
"Belajar Sukses Kepada Alam" versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara 
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan buku tersebut secara gratis silakan 
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo 
atau gmail) lalu kirim ke [email protected] 

Jika Anda membutuhkan Artikel Gratis untuk  Mading kantor silakan 
hubungi kami japri dengan subjek "Artikel Mading" ke [email protected] 



Kirim email ke