Selasa, 09/06/2009 13:42 WIB
Kasus Agus Condro
Anggota BPK Jadi Tersangka, Anwar Serahkan pada Hukum
*Amanda Ferdina* - detikNews

**
 *Jakarta* - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Udju Djuhaeri jadi
tersangka dugaan suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S
Goeltom, yang dibongkar Agus Condro. Menanggapi ini Ketua BPK Anwar Nasution
enggan berkomentar banyak.

"Wah saya enggak ikut campur, biarkan hukum berjalan," kata Anwar di
sela-sela rapat BPK dan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa
(9/6/2009).

Keterlibatan Udju saat dia masih menjabat anggota Komisi IX pada 2004 lalu.
KPK menyatakan para tersangka selain Udju yakni HY, DMM, dan EAJS, menerima
uang masing-masing Rp 500 juta.

Anwar juga belum bisa mengambil sikap apakah akan melakukan penonaktifan
kepada Udju. "Nanti saya periksa dulu peraturannya, belum ada konfirmasi
dari KPK. Saya baru tahu dari Anda, kalau nanti ada informasi dari sumber
resmi baru nanti kita tanyakan pada aturan yang berlaku dan apa yang akan
dilakukan," urainya.

Dia yakin penetapan salah satu anggotanya jadi tersangka akan mempengaruhi
kerja BPK.

"Jelas mempengaruhi, tapi kita cari bagaimana supaya tidak berpengaruh pada
BPK. Kan ada 9 orang, masih ada 8 orang lain, lagi pula BPK tinggal 4 bulan
lagi," jelasnya.

Apa Anda nilai ada unsur politis dalam kasus ini? "Wah saya tidak tahu, KPK
kan bukan lembaga politik," elaknya.

*(ndr/nrl)*
*+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++*
Ruhut: Pemecatan Saya Hanya Sebuah Strategi
*Deden Gunawan* - detikPemilu


 *Jakarta* - Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono akhirnya memecat Ruhut
Sitompol dari jajaran daftar jurkamnas yang akan mengawal kampanye SBY. Hal
ini untuk mengunci Ruhut agar ceplas-ceplosnya yang kadang berbau SARA tidak
menjadikan blunder politik SBY.

"Pencoretan nama saya sebagai jurkamnas hanya sebuah strategi. Pak SBY
bilang Hut, jangan kendor menghadapi serangan lawan," kata Ruhut melalui
pesan singkatnya kepada detikcom, Selasa (9/6/2009).

Ruhut pun tidak begitu saja menyerah setelah dipecat. Ruhut mengaku mendapat
tugas khusus sebagai bayonet yang siap memenangkan SBY-Boediono dalam satu
putaran. "Saat ini saya dipercaya menjadi bayonet untuk memenangkan
SBY-Boediono," tegasnya.

Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono mengadakan reshuffle. Dua pejabat teras
DPP PD, Ruhut Sitompul dan Ahmad Mubarok, dicopot dari daftar juru kampanye
nasional pasangan SBY-Boediono dengan alasan tengah mendapatkan tugas lain.

Perihal reshuffle ini diketahui dari surat pemberitahuan resmi yang diterima
KPU pada 4 Juni lalu. Berikut isi surat tertanggal 1 Juni 2009 yang
ditandatangi oleh Hatta Rajasa dan Marzuki Ali selaku Ketua dan Sekretaris
Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono.
*( ddg / yid ) *


-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang  murah dengan prospect yang
besar, Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive"
hubungi Dieler Suzuki terdekat
http://suzuki.co.id/
============================
Space Iklan
=============================


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke