Sebuah cerita menarik dari sebuah blog (semoga bermanfaat):

http://escn.blogdetik.com/2009/06/19/tolong-doakan-n
anti-saya-akan-bersedekah/

Salam Sukses,
*Zuhairan*

=====================================================

Inilah sifat kebanyakan manusia, bila ada kesulitan ia mendekati Allah,
namun bila dalam kelapangan, ia sering lalai dan lupa.

Malam itu di sebuah pesantren yatim-piatu Jawa Timur datanglah seorang
pengusaha untuk bersilaturahmi ke kyai pengasuh pesantren. Ada sebuah hajat
milik pengusaha yang ingin dibagi dengan pak kyai. Maka berlangsunglah
pembicaraan antara keduanya.

“Pak kyai, saya datang ke sini mau minta doa agar hajat saya dikabul oleh
Allah Swt.” ujar si pengusaha.

“Memangnya saudara sedang punya hajat apa?” tanya pak kyai ringan.

“Begini pak kyai…, saya ini punya usaha di bidang migas. Saya sedang ikut
tender di Caltex Riau (sekarang perusahaan ini bernama Chevron). Doakan agar
saya bisa menang tender…!”jelas si pengusaha.

“Mmmmm….” pak kyai hanya bergumam tanpa sedikitpun memberi tanggapan.

Entah apa gerangan, mungkin untuk meyakinkan pak kyai tiba-tiba si pengusaha
menambahkan, “Tolong doakan saya dalam tender ini pak Kyai, insya Allah
andai saya menang tender, pasti saya akan bersedekah ke pesantren ini!”

Dahi pak kyai berkernyit mendengarnya. Raut muka beliau terlihat seperti
agak tersinggung dengan pernyataan si pengusaha.

Pak Kyai sudah mengerti benar dengan watak manusia kebanyakan. Bila mereka
punya hajat atau masalah, banyak sekali yang datang untuk minta doa dengan
janji ini & itu. Namun saat diberi Allah kelapangan, jarang sekali batang
hidungnya terlihat di pesantren.

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia;
dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan
niscaya dia berputus asa. (QS. 17 : 83)

Menanggapi pernyataan si pengusaha, pak Kyai yang asli Madura bertanya,
“Sampeyan hapal surat Al Fatihah…?!” Si pengusaha menjawab bahwa ia hapal.

“Tolong bacakan surat Al Fatihah itu!” pinta kyai.

“Memangnya ada apa pak kyai, kok tiba-tiba ingin mendengar saya baca Al
Fatihah?!” tanya si pengusaha.” “Sudah baca saja… Saya mau dengar!” tukas
kyai.

Maka sang pengusaha itu pun mulai membaca surat pertama Al Quran.

“Bismillahirrahmanirrahim….. Alhamdulillahi rabbil alamiin… Ar rahmaanir
rahiim… Maliki yaumiddiin… Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin…”

“Sudah-sudah cukup…, Berhenti sampai di situ!” pinta pak kyai.

Si pengusaha pun menghentikan bacaan.

“Ayat yang terakhir sampeyan baca itu mengerti tidak maksudnya?!” tanya pak
kyai.

“IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IIN…, pak Kyai?” tanya si pengusaha
menegaskan.

“Ya, yang itu!” jawab kyai.

“Oh itu saya sudah tahu artinya… KEPADA-MU YA ALLAH KAMI MENGABDI… KEPADA-MU
YA ALLAH KAMI MEMOHON PERTOLONGAN!”tandas si pengusaha.

Pak Kyai lalu berujar enteng, “Oh, rupanya masih sama Al Fatihah sampeyan
dengan saya punya!”

Si pengusaha memperlihatkan raut kebingungan di wajahnya. “Maksud pak
kyai…?!” tanya si pengusaha heran.

“Saya kira Al Fatihah sampeyan sudah terbalik menjadi IYYAKA NASTA’IIN WA
IYYAKA NA’BUDU!” jawab pak kyai.

Si pengusaha malah bertambah bingung mendengar penjelasan pak kyai, ia pun
berkata, “Saya masih belum mengerti pak Kyai!”

Pak kyai tersenyum melihat kebingungan sang pengusaha, beliau pun
menjelaskan, “Tadi sampeyan bilang kalau menang tender maka sampeyan akan
sedekah ke pesantren ini. Menurut saya itu mah IYYAKA NASTA’IIN WA IYYAKA
NA’BUDU. Kalau Al Fatihah sampeyan gak terbalik, pasti sampeyan sedekah dulu
ke pesantren ini, insya Allah pasti menang tender!”

Deggg!!! Keras sekali smash sindiran menghujam jantung hati si pengusaha.
Malu terasa bagi si pengusaha. Rupanya kalimat janji si pengusaha begitu
mudah dipatahkan sang kyai. Tak lama berselang, si pengusaha pun pamit
pulang sebab malu.

***

Ba’da Zuhur esok harinya, hape pak kyai berdering. Rupanya di seberang sana
pengusaha tadi malam datang menelpon. Ada kalimat singkat yang ia ucapkan ke
pak kyai, “Mohon dicek pak kyai, saya barusan sudah transfer ke rekening
pesantren.” telpon itu pun ditutup. Sejurus kemudian pak kyai pergi menuju
bank dengan membawa buku tabungan.

Buku tabungan pak kyai baru saja dicetak oleh teller bank. Lajur-lajur debet
kredit dan saldo di buku tersebut terlihat sempit bagi jumlah yang
ditransfer.

Mata pak kyai terbelalak melihat angka yang amat panjang. Terlihat di sana
ada angka 2 dan deretan angka 0 yang amat panjang. Hingga pak kyai merasa
sulit memastikan berapakah sebenarnya angka yang ditransfer oleh si
pengusaha. Pak kyai pun bertanya kepada teller bank, “Mbak, tolong bantu
saya berapa dana yang ditransfer ke rekening saya ini?”

Usai melihat buku tabungan itu sang teller berujar, “Ini nilainya 200 juta,
pak kyai!”

Mendengar penuturan teller bank maka mata pak kyai menjadi berbinar.
Berulang kali ucapan hamdalah terdengar dari lisannya. Segera beliau pulang
ke pesantren.

Malam itu sehabis maghrib pak kyai mengumpulkan seluruh ustadz dan santri di
pesantren yatim itu. Mereka membaca Al Quran, dzikir & doa yang panjang
untuk hajat yang ingin dicapai oleh sang pengusaha.

Rupanya, panjang-pendek doa yang orang lain bacakan tergantung dari
besar-kecil sedekah yang kita berikan. Arsy Allah Swt malam itu mungkin
bergetar. Pintu-pintu langit mungkin terbuka. Sebab doa yang dipanjatkan
oleh pak kyai & para santri yatim.

Tidak sampai satu minggu berselang sang pengusaha menelpon pak kyai dengan
nada penuh kegirangan.

“Pak kyai, saya ingin mengucapkan terima kasih atas doanya tempo hari.
Alhamdulillah, baru saja saya mendapat kabar bahwa perusahaan saya menang
tender dengan nilai proyek yang cukup besar!!!”

Pak kyai turut bersyukur kepada Allah Swt mendengar berita gembira ini, lalu
beliau bertanya, “Memangnya berapa nilai tender yang didapat?!”

Dengan cepat dan tegas pengusaha itu berkata, “Alhamdulillah, nilainya Rp
9,8 milyar!!!”

Subhanallah…., sebegitu cepat & besar balasan Allah yang diterima pengusaha
itu. 48 kali lipat mampu Allah wujudkan untuk si pengusaha atas sedekah yang
ia berikan. Dan Allah Maha luas rahmatNya untuk membalas lebih dari itu.

Mengabdilah kepada-Nya lalu mintalah pertolongan dari-Nya! Siapa yang banyak
mengabdi kepada-Nya maka akan banyak mendapat pertolongan-Nya.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Usaha Berubah, Selalu Kalah ?

Apakah Anda merasa diri Anda sia sia dan tidak berdaya karena semakin Anda 
ingin berubah, Anda semakin kalah, semakin Anda ingin berprestasi justru 
semakin frustrasi ? 

Apakah Anda merasa hidup Anda buruk dan terpuruk karena semakin Anda berusaha, 
Anda semakin menderita, semakin Anda menahan diri justru semakin tidak 
terkendali ? 

No Problem ! Di SERVO Aja !

S.E.R.V.O membebaskan Anda dari jerat atau penjara emosional, menemukan potensi 
dan jati diri Anda serta mengaktifkan "mesin" sukses otomatis Anda seperti 
milik para BINTANG. 

Dengan Terapi S.E.R.V.O :
 
- Lebih sehat tanpa obat. Anda tidak lagi perlu mengalami gangguan psikosomatis 
seperti pusing, berdebar debar, leher kaku, sakit perut, insomnia 

- Lebih bahagia tanpa fobia. Anda tidak perlu merasa cemas, takut, gugup, 
panik, bingung, lupa, marah, gangguan seksual 

- Lebih bergairah tanpa masalah. Anda tidak perlu terjebak pada kebiasaan buruk 
seperti kecanduan rokok, obat, makan, tidur, belanja, korupsi 

- Lebih mudah tanpa menyerah. Anda tidak perlu lari dari masalah, merasa malu, 
bersalah, gagal, bernasib sial, depresi, putus asa, malas dan menunda pekerjaan 

- Lebih percaya diri tanpa iri. Semakin awal Anda menemukan potensi dan jati 
diri, semakin cepat Anda menjadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik 
dibidangnya 

- Lebih berprestasi tanpa korupsi. Memanfaatkan seluruh waktu produktif Anda 
untuk membuat CETAK BIRU kesuksesan pribadi, keluarga dan kehidupan sosial 
Anda.  

Kesaksian !

Nana, Pengusaha. ...Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi 
setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang 
tegar menghadapi tantangan hidup ini. ... 

Hubungi : http://klinikservo.com/
 
(021) 5574 5555, 554 6009

---

TERAPI GRATIS !

FOBIA terhadap BENDA NYATA seperti Karet, Pepaya, Bulu Ayam, Karpet, Susu, 
Sayur, Nasi dsb. Hanya untuk Peserta Pertama, dari masing masing Fobia !Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke