Artikel: Bahkan Di Jalan Pun Berserakan Kebijaksanaan
 
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Anda tentu masih ingat dongeng tentang asal muasal persetruan antara semut dan 
gajah. Konon penyebabnya adalah gara-gara sang gajah suka menginjak semut. 
Gajah adalah metafor bagi penguasa alias orang-orang besar, sedangkan semut 
mewakili orang-orang kecil. Kalau diinjak-injak terus, orang kecilpun pada 
akhirnya akan habis kesabaran, dan kemudian melawan. Namun, tahukah Anda bahwa 
didunia ini ada ’sesuatu’ yang diinjak-injak seberat apapun dia tetap bersabar, 
dan menjalankan fungsinya dengan baik. Dia tidak tersinggung sekalipun 
ditempatkan lebih rendah dari alas kaki kita. Dilindas, dan dilibas. Dia tetap 
saja tersenyum, dan tidak henti-hentinya memberikan panduan. Anda tahu siapakah 
yang memiliki sifat seperti itu? Anda benar. Dia adalah ’marka jalan’.
 
Sekarang, mari kita bayangkan seandainya kita berkendara dijalan raya yang 
tidak memiliki garis putih marka yang membatasi lajur kiri dengan lajur kanan. 
Sangat beresiko, bukan? Apalagi jika perjalanan itu ditempuh dimalam hari. Kita 
akan sangat membutuhkan marka jalan. Jika tidak ada marka jalan, kita menjadi 
gamang. Jika terlalu kekiri, kita bisa terperosok kejurang. Tapi, kalau 
terlampau kekanan, kita bisa bertabrakan dengan kendaraan dari arah depan. 
Namun, karena ada marka jalan itu; kita bisa berkendara dengan tertib dan aman. 
Oleh sebab itu, orang yang ingin selamat dalam perjalanan mesti mematuhi aturan 
yang diwakili oleh marka jalan itu.
 
Dikantor pun, ada ’marka’ yang harus kita patuhi. Yaitu, aturan-aturan yang 
jika kita semua mengikutinya, maka kita akan bisa menjadi karyawan yang hebat. 
Contoh sederhana dari aturan dikantor yang pantas kita ikuti adalah etika masuk 
kerja. Tidak ada kantor yang menghendaki kita masuk dan keluar dengan sesuka 
hati. Sehingga jika kita tidak mematuhinya, maka kita tidak termasuk karyawan 
hebat itu. Kadang-kadang kita berkilah; ’yang penting pekerjaan saya kan 
selesai’. Benar, tugas kita adalah menyelesaikan pekerjaan kita. Namun, bekerja 
sama sekali bukanlah sekedar menyelesaikan pekerjaan. Sebab, ada aspek lain 
yang menuntut komitmen kita, semisal; kualitas dari pekerjaan yang kita 
selesaikan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Juga 
dampak yang ditimbulkannya kepada departemen atau orang lain atas apa yang kita 
kerjakan.
 
Meskipun selesai, tetapi jika pekerjaan orang lain tertunda hanya karena kita 
terlambat menyelesaikan bagian kita; maka kualitas pencapaian secara 
keseluruhan menjadi rendah. Lagipula, orang-orang yang merasa puas hanya dengan 
’menyelesaikan’ pekerjaannya tidak bisa menjadi karyawan hebat. Mengapa? Karena 
sekedar menyelesaikan pekerjaan standar tidak menjadikan dia unggul. Selain 
itu, karyawan hebat mesti pantas untuk diteladani. Bagaimana kita menjadi 
teladan jika tidak berdisiplin?
 
Jika kita perhatikan, marka jalan diatas aspal itu ada beragam macam. Ada yang 
berupa garis terputus-putus, dan ada juga garis yang tidak terputus. Kita boleh 
melewati garis yang terputus, misalnya saat hendak menyelip kendaraan lain. 
Tapi, garis yang konsisten tidak boleh dilewati. Sama seperti hidup kita; ada 
hal-hal yang boleh kita lakukan dan ada hal-hal yang sama sekali tidak pantas 
kita lakukan. Orang-orang yang melintasi garis tak terputus sama saja 
mempertaruhkan keselamatan perjalanannya. Orang-orang yang melakukan sesuatu 
yang tidak pantas sama artinya mempertaruhkan kehormatan mereka. Itulah 
sebabnya mereka yang ingin selamat diperjalanan selalu menahan diri untuk tidak 
melanggar garis tak terputus itu. Dan orang-orang yang ingin hidupnya selamat 
menahan diri dari melakukan perbuatan-perbuatan tak senonoh.  
 
Memang, kadang-kadang kita sangat membenci aturan. Kita ingin hidup sesuka hati 
tanpa aturan. Tetapi, jika setiap orang boleh melakukan apapun yang 
diinginkannya, mau jadi seperti apa kehidupan ini? Seseorang boleh mengambil 
milik orang lain, jika dia berani. Dan orang yang merasa terampas haknya boleh 
membalas, jika dia punya kekuatan. Maka lingkungan kita akan menjadi arena 
sikut-sikutan. Dan jadilah dunia kita penuh dendam dan pembalasan. Bukankah 
kita tidak menginginkan kehidupan seperti itu?
 
Pendek kata, kita memang membutuhkan aturan dalam hidup. Jika kita ingin 
selamat; sebaiknya memang kita mematuhi aturan yang berlaku. Baik aturan 
dijalan raya. Aturan dikantor. Terlebih lagi aturan yang digariskan oleh Tuhan. 
Aturan dijalan raya memperbesar peluang kita untuk mendapatkan keselamatan 
selama di perjalanan. Aturan dikantor dan tempat kerja memperbesar peluang kita 
untuk bisa membangun karir dan prestasi tinggi. Sedangkan aturan dari Tuhan 
memperbesar peluang kita untuk selamat didunia dan diakhirat. 
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence Learning Facilitator  
http://www.dadangkadarusman.com/  
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
 
Catatan Kaki: 
Satu-satunya cara untuk menjamin keselamatan hidup kita adalah dengan mematuhi 
marka jalan kehidupan  yang telah Tuhan sampaikan melalui para nabi dan 
rasul-rasulnya.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul 
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara 
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan 
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo 
atau gmail) lalu kirim ke [email protected] 
 
Kami akan mengundi 4 perusahaan untuk mendapatkan In-house GRATIS Workshop 4 
jam bertema ”Never Give Up, Never Surrender” untuk para karyawannya. Perlu 
diketahui bahwa program ini BUKAN preview untuk menarik minat peserta mengikuti 
program lanjutan. Ini adalah program yang dirancang khusus berdurasi ½ hari. 
Jika perusahaan Anda ingin mengikuti undian Workshop Gratis ini, silakan 
mendaftar/hubungi kami dengan subjek “Workshop Gratis” ke 
[email protected].  Penawaran gratis ini hanya untuk pelaksanaan di 
Jakarta, dan dijadwalkan pada bulan Agustus 2009. Pengumuman perusahaan hasil 
undian dilakukan pada  minggu ke-2 bulan July.
 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke